Jumat, 24 Juni 2011

"Menjadi Warga Negara Terbaik : KRITISLAH KEPADA PEMERINTAH"

dikutip dari : nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya)

Kord Umum nBASIS
KETIKA para tokoh agama Indonesia memberi teguran kepada SBY belum lama ini, tampaknya SBY pun tidak bisa menerima dan malah melakukan sesuatu yang dapat dikategorikan sebagai sikap ketak-sukaan. Lalu berbicaralah orang-orang dekatnya kepada publik yang dapat disebut sebagai bagian dari perlawanan terhadap statemen para tokoh agama itu. Tokoh agama itu menilai ada kebohongan. Sembilan kebohongan lama dan 9 kebohongan baru.
Beberapa hari lalu para tokoh agama berkumpul lagi dan memberi pernyataan kritis. Mereka mengajukan 5 tunutan. Pertama, menempatkan kebijakan atas dasar 4 pilar kebangsaan yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Kedua, menghentikan kekerasan yang mengatasnamakan kelompok-kelompok garis keras yang beringas. Ketiga,  mengubah arah perekonomian Indonesia agar rakyat kecil dapat hidup layak. Keempat, memberi prioritas tertinggi pada pemberantasan korupsi dan pembebasan Indonesia dari politik uang. Kelima, menjadi pengawal keadilan untuk seluruh rakyat tanpa diskriminasi dan ketakutan terhadap pengaruh kekuasaan dan bisnis.
Sesungguhnya apa yang disuarakan oleh para tokoh agama ini hanyalah  suatu kepedulian yang dapat disebut sebagai upaya membentengi Indonesia dari kebangkrutan. Apa hak mereka untuk berbicara sepedas itu? Mungkin pertanyaan ini bisa muncul dengan mudah. Tetapi, mereka hanyalah warga negara yang merasa ingin Indonesia lebih baik dan diperhitungkan amat bisa jika saja SBY benar-benar berdiri sebagai pemimpin bangsa ini.
Pada momentum memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini semua protes itu menjadi terasa wajib. Warga negara yang apatis tidak dikehendaki. Pemerintah wajib menganggapnya sebagai dorongan untuk berbuat lebih baik. Tidak usah dipandang sebagai usaha sistematis mendiskreditkan atau menggulingkan pemerintahan. Sebab pemerintahan ini tampaknya hanya mungkin dirongrong oleh para pemegang otoritas yang diamanahkan sesuai model rekrutmen buruk yang sudah dijalani.
Jika membiarkan pemerintahan ini “kehilangan kesadaran nurani”, meminjam salah satu head line Media Indonesia Jum’at kemaren, tentu yang lebih rugi adalah rakyat dan para pewaris bangsa yang akan menerima nasib lebih buruk. Kekuasaan bagi setiap orang dan kelompok itu adalah sangat penting, tetapi dia bukan segala-galanya. Jika kekuasaan dianggap menjadi tujuan, pda saat itulah penghalalan segala cara menjadi pilihan dan negara dan bangsa pun akan disandera untuk kepentingan yang bertentangan dengan tujuan nasional.
Anda mengikuti buruknya perlakuan terhadap olah raga di negeri ini? Anda tahu bagaimana persepsi pemerintah terhadap pendidikan? Anda tahu bagaimana para elit di republik ini mulai berpikir hanya menang 2014 tanpa memperhitungkan bahwa kampanye sesungguhnya adalah karya nyata dan mengapa bentuk-bentuk kekacauan struktural ini tak bisa diurai?
Dalam apatisme yang dalam, orang sering kembali ke Ebiet G.Ade: “tanya saja rumput yang bergoyang”. Pemerintah ditantang untuk memberi sesuatu yang terbaik kepada rakyat. Jangan terlalu memikirkan bagaimana memperoleh pujian dengan cara terburuk yang membuat rakyat yang nalar tersenyum sinis.
Read More..........

"DPRD SUMUT : Gatot sesuka hati mutasi SKPD"

oleh :  INDRA WIDYASTUTI Reporter-in-training WASPADA ONLINE

MEDAN - Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara tahun 2011 masih sangat rendah. Memasuki triwulan ketiga, serapan APBD baru mencapai 35 persen. Dipastikan Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun ini meningkat 100 persen dibandingkan tahun lalu.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Sopar Siburian. Dia memastikan Silpa pada 2011 ini akan meningkat mencapai 100 persen. Tahun 2010 lalu, Silpa Provinsi Sumut mencapai Rp505 miliar. Pada 2011 ini dapat dipastikan mencapai Rp1 triliun.

“Pasalnya, saat ini kita sudah berada di triwulan ketiga anggaran. Sedangkan anggaran diserap baru mencapai 20 persen dari APBD Sumut yang mencapai Rp4,5 triliun. Jadi, imbasnya kesejahteraan masyarakat akan menurun drastis,” ujarnya, sore ini.

Dia menilai, hal ini disebabkan karena mutasi di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), membuat tidak kondusif dilakukan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho karena terkesan sesuka hati. Apalagi di saat sejumlah eselon tengah menjalankan program.

Menurutnya, Gatot tidak serius melakukan pembenahan di birokrasi Sumut. Seharusnya, lanjut Sopar, Gatot membuat gebrakan dengan memperbaiki birokrasi di provinsi yang dipimpinnya. Tapi katanya, Gatot justru melantik dan mencopot sejumlah eselon III tanpa melalui mekanisme Baperjakat.

Dikatakannya, ada tiga pimpinan SKPD yang tidak tahu dan tidak dilibatkan dalam pemutasian jabatan. "Ini milik masyarakat Sumut, tapi banyak yang tidak tahu. Kalau dirahasiakan  berarti selingkuh," ungkapnya.

Contoh nyata lain ketidakseriusan Gatot adalah kasus yang terdapat di SMK Bertaraf Internasional Sumut di Jalan Karya Medan. Sekolah tersebut awalnya masih dipimpin oleh Irsyad Tanjung yang kemudian diangkat menjadi Kepala BLPT Sumut.

“SMK itu belum dibenahi dan baru tahun ini mulai beroperasi untuk menerima siswa baru angkatan pertama. Eh, tiba-tiba sudah dipindahkan menjadi Kepala BLPT Sumut dan menjadi Plt di SMK BI tersebut. Harusnya SMK pertama di Sumut yang berstatus BI ini dikelola secara serius, tapi ini masih belum ada polanya, belum ada dipublis ke masyarakat sudah dianggap sepele,” tegas Sopar lagi.

Menurutnya, jika memang konsekuen untuk menjalankan visi-misi Gubernur Sumut harus ada kejelasan. Jangan diganggu dengan adanya pejabat yang dilantik, dicopot atau non job sehingga ada jabatan yang rangkap-rangkap. “Hingga saat ini, banyak di dinas pendidikan SDM yang bergelar Master Pendidikan (MPd) kenapa harus di Plt-kan oleh seseorang yang bergelar MSi? Surat penunjukan rangkap jabatan atau SK dari Kepala SKPD bersangkutan juga belum ada. Kita harus realistis, mengangkat pejabat itu harus berdasarkan prestasi atau keberhasilan. Hingga saat ini kita juga belum tau apa prestasi atau keberhasilan Irsyad ini,” tegasnya seraya mengatakan masyarakat semakin dibuat bodoh dengan sekolah yang menelan anggaran hingga Rp11,7 miliar tersebut.

sumber : WASPADA ONLINE
Read More..........

STRATEGI PEMENANGAN CALON KEPALA DAERAH/WAKILKEPALA DAERAH

DISAMPAIKAN OLEH :
LINGKAR DEMOKRSASI –INDONESIA DENGAN LARISPA

PRIVATE CONSULTANT
Kami menyadari sepenuhnya bahwa seseorang yang telah memutuskan untuk mencalonkan diri pada Pilkada sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk maju sebagai kandidat yang akan bertarung dalam arena pemilihan langsung. Dengan ditetapkannya UU No.12/2006 tentang Perubahan kedua UU no 32/2004, yang memberikan peluang untuk calon perorangan disamping dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik,baik sebagai calon perorangan maupun dicalonkan oleh partai politik,anda sebagai kandidat adalah Penangung Jawab dari Tim Kampanye yang harus mendapatkan minimal 30% suara pemilih untuk dapat memenangkan Pilkada.

Dapat dibayangkan betapa berat usaha dan tanggung jawab kandidat mulai untuk dapat dicalonkan sampai memenangkan Pilkada. Kandidat pasti adalah seorang yang mempunyai kemampuan lebih dari berbagai sudut pandang, tetapi sebagai manusia biasa tentunya mempunyai keterbatasan serta sifat alpa dan khilaf. Bagi seorang kandidat sangat diperlukan konsultan pribadi untuk meringankan beban tugas agar focus memenangkan Pilkada, sebagai teman bertukar pikiran dalam grand strategy pencalonan dan pemenangan, menentukan langkah dan tahapan secara profesional dan terukur dengan seorang yang mempunyai kapasitas dan pengalaman untuk itu yg bekerja atas kondisi objektif berdasarkan survey.

Kami sangat yakin anda telah mempersiapkannya secara matang dengan membentuk Tim Sukses serta koordinasi dengan partai yang mencalonkan, namun demikian ditengah kesibukan anda dan waktu kampanye berlangsung cukup lama, akan lebih baik berbagi tugas dengan kami yang punya kapasitas serta pengalaman dalam pemilihan langsung untuk menjamin keberhasilan anda terpilih menjadi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah.

Sebagai Private Consultant kami tentunya mempunyai komitmen yang kuat agar anda terpilih secara baik,aman,menjaga kepentingan anda serta lebih dari itu adalah pembiayaan yang seminim mungkin dengan hasil yang maksimal, Target kita pada saat dibilik suara masyarakat memilih anda bukan sekedar gebyarnya kampanye dgn iklan,rapat umum,kaos,baliho, spanduk dll yang memerlukan dana tidak sedikit.

PENCITRAAN KANDIDAT
Untuk maju sebagai calon Kepala daerah/Wakil Kepala Daerah dipilih langsung oleh masyarakat pemilih, popularitas atau tingkat pengenalan publik (awareness) terhadap kandidat menjadi sangat penting, bak kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Logikanya untuk tiba pada keputusan memilih tentunya mereka mengenal sang calon terlebih dahulu dan yang mereka kenal tentunya tidak cuma satu calon saja.

Ini dibuktikan oleh banyak survey bahwa pada umumnya elektabilitas selalu dibawah angka popularitas, kandidat dipilih mencapai 80% dari yang mengenalnya sangat jarang terjadi dalam Pilkada yang terjadi umumnya jauh dari angka tersebut. Artinya dikenal luas oleh masyarakat pemilih menjadi wajib hukumnya bagi setiap kandidat.
Dikenal luas saja tidaklah cukup bahkan mungkin malah merugikan bagi calon bila dikenal negatif, katakanlah dikenal sebagai koruptor,penggoda istri orang atau contoh yang paling ekstrim Ryan sang pembunuh berdarah dingin dari Jombang,mungkin popularitasnya yang tertinggi di Jombang saat itu,tetapi hampir dapat dipastikan tidak akan terpilih apabila mencalonkan diri.

Popularitas tidaklah sepenuhnya menjamin anda terpilih,tetapi jauh lebih baik bila orang yang mengenal menaruh simpati,menyukai dan menaruh harapan kepada anda, yang terbaik adalah mayoritas yang mengenal anda akan memilih pada Pilkada atau pemilu Legislatif. Sebagai contoh, anda hanya dikenal oleh oleh 50 % pemilih tetapi elektabilitasnya 80% artinya anda berhasil meraih 40% suara, jauh lebih baik dari dikenal sampai 80% pemilih tetapi elektabilitasnya cuma 40% saja yang berarti anda hanya mendapatkan 32% suara.

Diera pemilihan langsung ini pencitraan kandidat menjadi sangat penting,tidak semata mata menebar popularitas melalui jargon,iklan,spanduk,baliho,rapat umum dan aktifitas lainnya, tetapi bagaimana membuat anda menjadi top of mind masyarakat pemilih dengan tepat sasaran. Tentunya melalui proses kerja kreatif kami yang berbasiskan pengetahuan dan pengalaman disertai riset tentang demography,psikografi,sosial,budaya,persepsi masyarakat,isu local dan berbagai hal lainnya, untuk mendapatkan Candidate Branding yang pas dihati masyarakat pemilih.

Banyak kiat kiat cerdas yang dapat dilakukan dalam membagun pencitraan kandidat untuk merebut hati masyarakat secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi melalui kerjasama dgn berbagai pihak.
Motto kami adalah 3 M :

MURAH : dalam pembiayaan
MENARIK : simpati dan dukungan masyarakat
MENANG : dalam penghitungan suara
Read More..........

ORANG YANG BAKAL TERLUPAKAN…….

Hari ini aku berjalan lagi diantara keramaian yang sudah pernah kulalui, kepalaku berat oleh beban yang tidak pernah aku tahu apa sebabnya, tapi yang kuketahui bahwa sepanjang malam tadi aku terus menyibukkan diri dengan banyak pertanyaan yang selalu tidak mudah untuk aku menjawabnya, pertanyaan tentang diriku sendiri, seperti ada yang tidak benar dalam diriku, seolah jiwaku tidak seharusnya berada pada tubuhku, tapi mungkinkah itu..?, mungkinkah Tuhanku yang Maha Sempurna itu menempatkanku pada tubuh yang salah, lelah aku berfikir…. tapi tetap saja aku tidak pernah bisa menemukan satupun jawaban yang bisa kuanggap tepat.
Pernah seseorang berkata padaku agar aku bisa menjadi sosok yang berkilau melindungi dan menjaga dirinya dibawah terangnya pancaran matahari, ungkapan pilihan yang mungkin terlalu besar harapnya, tetapi aku merasa belum layak untuk menjadi sosok itu karena aku belum begitu berpeluh, aku belum sebegitu baiknya…aku masih merasa sebagai orang yang pantas untuk dilupakan dengan cepat.

Pernah seseorang memintaku untuk berdiam lebih lama dalam sebuah situasi yang rumit, situasi yang mungkin cuma bisa dikendalikan oleh waktu, situasi yang tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh siapapun karena menunggu waktunya tiba, tapi aku merasa tidak sanggup untuk diam berdiri melihat semua situasi itu tanpa harus melakukan sesuatu yang kuanggap sebagai yang terbaik dan benar… aku harus sampingkan rasa egois yang sangat mendominasiku…, semuanya harus kulakukan sebab aku tahu betul cepat atau lambat aku akan menjadi orang yang bakal terlupakan….

Pernah juga seorang kawan berkata bahwa matahari itu tidak akan pernah redup, sinarnya sangat konstan, tetap dan tidak bergeming, hanya jika ada awan hitam yang akan membuat seolah sinarnya redup, kucoba memahami ungkapan itu……., kurasakan ada kebenaran didalamnya..matahari tidak akan pernah berhenti bersinar..hanya putaran alam… sunnatullah yang membuatnya harus terkesan redup dan menghilang disenja hari… dan bulan pasti tidak akan pernah bersinar jika matahari berhenti pancarkan terangnya itu dan keesokan harinya semua orang akan melihat  lagi matahari itu, orang-orang tidak akan pernah lupa bahwa itu adalah matahari,……….. tetapi aku bukanlah matahari itu.., aku cuma tubuh yang berjiwa biasa yang bisa dengan sangat cepat untuk dilupakan……….karena keesokkan harinya aku tidak kelihatan lagi.

Aku berhenti sejenak dalam kerumunan manusia didepan sebuah etalase berbingkai kaca, aku terkesima dengan sebuah hiasan kehidupan yang menarik mata hatiku.. benda berharga yang sudah pasti banyak orang yang melihatnya.., aku sangat berkeinginan untuk memiliki benda itu tetapi aku tidak berdaya.., kemampuanku sangat terbatas dengan sifat manusiawiku, kekurangan dan kelemahanku sangat menonjol diantara sedikit keunggulanku dibandingkan manusia lainnya… akupun harus berlalu diiringi pandangan mata seluruh orang yang seolah menghukumku karena aku ikut memandang benda itu….dan aku sangat yakin bahwa semua orang yang memandangku termasuk hiasan kehidupan itu akan cepat melupakanku…

Waktu terus berjalan…dan aku menuju situasi untuk menjadi orang yang terlupakan…….dan aku sangat layak untuk dapatkan itu…………… meskipun aku mati dan tidak bernyawa lagi…… aku akan tetap menjadi yang terlupakan oleh siapapun… aku hanya akan dikenang disaat-saat tertentu saja……

HC@juni 201
Read More..........

CATATAN SEORANG MANUSIA BIASA…….

Aku…… adalah seorang manusia biasa yang lahir tidak untuk dipersiapkan menghadapi kenyataan hidup, tetapi lahir untuk hidup dan menjalankan kehidupan ini.. dan aku cukup memahami bahwa takdir lebih sering berkata bahwa hidup ini terkadang sangat sederhana, tetapi juga terkadang begitu rumit dan sulit untuk dimengerti.

Aku tidak pernah berencana untuk berjalan melewati banyak ruang, waktu dan tempat yang mungkin tidak semua orang bisa merasakannya…. Dulu aku pernah melakoni peranku didalam keramaian penuh berkah di dusun kecil yang sepi… menikmati sejuknya suasana desa sejak fajar sampai malam yang diatur oleh sebuah potongan besi yang berbunyi secara teratur, suasana tertib damai yang aku masih sangat merindukannya sampai saat ini, saat berlari mengejar ketertinggalan waktu, saat berdo’a bersama di barisan hitam putih, saat rumah Ilahi dipenuhi suara dengan bermacam macam cerita, ada yang membuka buku, ada yang berbagi pengalaman yang sudah pasti tidak sama karena kami berasal dari berbagai pelosok daerah.. hmmm… aku rindukan suasana itu… Lalu aku melewati waktu demi waktu sampai takdir yang menyatakan kami semua harus berpisah dan terus menjalani hidup ini.

Dulu aku juga pernah menikmati negeri seribu menara yang dipenuhi manusia dari berbagai pelosok negeri, negeri Musa & Harun, negerinya para fir’aun, negeri piramida yang kata orang banyak sebagai negeri segala ilmu, negeri yang harus kuhadapi dengan kekuatan hati dan tekad kuat untuk jauh dari kerabat, saat ini akupun mulai merindukan saat berbaris panjang menanti giliran datang, saat harus berlari dan berdesakan dalam keramaian, saat berbagi roti gandum dan kacang, saat berjalan panjang tanpa lelah menikmati tepian nil…saat berjalan ditemani angin laut Alexandria, saat rasa nasionalismeku  digugah……………dan lalu sebuah pengalaman spiritual yang belum tentu mungkin bisa kuulangi lagi dalam persepsi manusiawiku ketika masih belia, yaitu saat iringan rombongan putih putih lalu lalang sambil menggemakan namaNYA yang menggetarkan semua jiwa yang mendengarnya, menadahkan tangan di multazam, melepas dahaga dengan zamzam, memandang kebesaranNYA yang berbalut kiswah, berjalan kaki dari arafah menuju mina… semuanya terlintas dalam fikiran dan mata hatiku……..

Aku kembali kenegeri lahirku.., aku memulai sesuatu yang baru lagi tanpa harus melupakan masa yang telah kulalui, aku merasakan bahkan melewati begitu banyak hal, begitu banyak kesempatan, begitu banyak situasi, hingga sampai saat takdir akhirnya menemukan aku dengan pasangan jiwaku, hingga saat aku memiliki tangan tangan mungil yang kugenggam saat menjelang tidur… tangan mungil dari jiwa jiwa yang menjadi darah, nafas dan nadiku… jiwa jiwa yang menjadi kesempurnaan takdir hidupku… jiwa yang tak lelah berhenti menangis, tertawa, dan berkata tanpa mereka harus tahu beban hidup……. jiwa yang harus terus kubimbing hingga saat aku merasa bangga saat melepas mereka suatu saat nanti….

Namun takdirku masih belum berhenti karena memang dia tak akan berhenti selama aku masih hembuskan nafasku, takdir yang harus tetap kujalani dengan segala macam keadaan yang selalu berubah... pernah orang pintar berkata bahwa manusia dapat menghindari takdirnya menuju ke takdir lainnya.., namun tetap saja itu merupakan takdir yang harus dijalankan dan sebahagian besar masih merupakan misteri.., dan tentu saja masih ada Tangan Ghaib yang memiliki kuasa diatas segalanya untuk mengatur sebuah keadaan dan aku sangat yakin dengan hal itu………...namun……….yang aku tahu hingga kini adalah aku masih tetap seorang manusia biasa yang menyakini bahwa Pemilik seluruh Jiwa itu tidak pernah memberi beban diluar batas kemampuanku…..

Aku hanya manusia biasa yang harus terus dihukum karena takdir berbisik kepada hatiku……….
Aku hanya manusia biasa yang harus terus menerima hukuman karena takdir berkata dalam perbuatanku…..
Aku hanya manusia biasa yang pasrah, ikhlas dan terus tawakkal menjaga seluruh takdirku………
Aku hanya manusia biasa yang menikmati kesempurnaan takdirku dengan sederhana……
Aku hanya manusia biasa yang menyayangi seluruh jiwa-jiwa yang menyempurnakan takdirku……
Penguasa Takdirku,……….. Aku ini hanyalah manusia biasa……………
(HendraCipta@Mei 2011)
Read More..........

anugerahkanlah Puteraku...

Tuhan…..
Berikanlah aku seorang putra yang cukup kuat untuk mengetahui ketika ia sedang lemah, dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri saat ia takut; orang yang akan bangga dan kaku dalam kekalahan yang jujur, rendah hati dan lembut dalam memperoleh kemenangan.


Berikanlah aku seorang putra yang mampu mewujudkan harapannya diatas tulang punggung nya sendiri, seorang putra yang akan mengenal ENGKAU dan mengenal dirinya sendiri dengan bekal landasan ilmu pengetahuan.Tuntunlah dia dalam doaku, bukan hanya di jalan kemudahan dan kenyamanan, tetapi di bawah tekanan dan desakan kesulitan serta tantangan. Lalu biarkan dia belajar untuk berdiri di tengah badai, biarkan dia belajar belas kasih bagi mereka yang gagal.

Berikanlah aku seorang putra yang hatinya akan menjadi jelas, yang memiliki tujuan yang tinggi,
seorang putra yang akan menguasai dirinya sebelum ia berusaha menguasai orang lain; orang yang akan belajar untuk tertawa, tapi tidak pernah lupa bagaimana menangis;
orang yang akan mencapai ke dalam masa depan namun tidak pernah melupakan masa lalu.

Dan jika setelah seluruh hal ini ada,
Aku berdoa..cukupkan rasa humor baginya,
sehingga ia selalu bisa menjadi serius, tapi tidak membuat  dirinya terlalu serius.
Beri dia kerendahan hati, sehingga ia selalu ingat akan kesederhanaan dari keagungan yang sejati,
pikiran yang terbuka akan kebijaksanaan sejati, kelembutan dari kekuatan sejati.

Kemudian……., aku…………., ayahnya……………,
akan berani berbisik, “hidup ini tidak sia-sia…….”
(Daouglas Mc Arthur)
Read More..........

Kisah Umar Bersama Salah Seorang Keluarganya Dalam Masalah Buah Apel dan Penyuapan

Amir bin Muhajir mengisahkan bahwa suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin sekali makan apel. Lalu salah seorang lelaki dari anggota keluarganya menghadiahkan apel kepadanya.

Umar berkata, "Betapa harum dan enaknya apel ini." Setelah itu, dia berkata, "Wahai pelayan, kembalikan apel itu kepada orang yang telah memberikannya dan sampaikan salam kepada tuanmu, katakan kepadanya: "Hadiahmu telah sampai kepadaku sebagaimana yang engkau inginkan.'"

Saya (Amir bin Muhajir) pun berkata, "Wahai Amirul Mukminin, yang memberikan ini adalah anak lelaki pamanmu yang adalah salah seorang lelaki dari keluargamu. Bukankah engkau juga sudah mendengar kalau Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga memakan hadiah yang diberikan kepadanya?"

Umar berkata, "Celaka kamu. Hadiah pada masa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam adalah memang benar benar hadiah, sedangkan hadiah pada hari ini bagi kami adalah PENYUAPAN."
Read More..........

Amien: Harapan Rakyat Makin Tipis Pada Hukum

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Bekas Ketua MPR Amien Rais menilai, harapan rakyat kepada penegak hukum untuk menuntaskan berbagai kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Tanah Air makin hari kian menipis.

"Sesungguhnya rakyat sudah makin tipis harapannya, karena tidak ada masalah hukum besar yang bisa diselesaikan penegak hukum di negeri ini," ujar Amien usai menghadiri pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau periode 2010-2014, di Pekanbaru, Kamis (23/6).

Menurut guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu, banyak kasus besar yang menjadi sorotan masyarakat karena sedang ditangani penegak hukum tenggelam. Tidak jelas penyelesaiannya.

Dia menyebutkan beberapa kasus besar, seperti kasus Bank Century, kasus pajak Gayus Tambunan, kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom, dan terakhir kasus korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin.

"Bank Century tenggelam, Gayus tenggelam, kemudian cek pelawat Miranda Goeltom juga tenggelam, Nazaruddin tenggelam dan tenggelamnya mungkin sangat dalam," kata Amien.

Mantan ketua PP Muhammadiyah itu menyatakan, tenggelamnya berbagai kasus besar tersebut mengartikan bahwa para penegak hukum mulai dari polisi, jaksa, hingga KPK tidak betul-betul menegakkan keadilan, melainkan hanya bersandiwara.

Amien mengaku, khawatir dengan kondisi lemahnya pengakkan hukum itu yang bisa menurunkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, sekaligus berdampak pada hilangnya legitimasi pemerintah.

"Kalau legitimasi pemerintah sudah hilang, maka akan memunculkan chaos yang mengarah anarkis. Sebaiknya kita minta kebijakan yang jelas dari pemerintahan saat ini agar chaos itu tidak pernah terjadi," ujarnya.(Ant/ICH)

Polkam / Kamis, 23 Juni 2011 20:09 WIB
Read More..........

Kisah Rosita yang Lolos dari Hukuman Pancung

JAKARTA, KOMPAS.com — Rosita Siti Saadah (29), seorang tenaga kerja wanita asal  Indonesia, yang berhasil lolos dari ancaman hukuman pancung di Persatuan Emirat Arab (PEA), kini bernapas lega. Setelah 20 bulan ditahan di Fujariah, seorang petugas kepolisian membebaskan dan memberikannya tiket pesawat untuk kembali ke Tanah Air. Rosita lantas menggunakan tiket tersebut untuk pulang dan tiba di Indonesia pada 12 Juni 2011. Padahal, saat itu proses pengadilan terhadap kasus persekongkolan pembunuhan yang menjerat Rosita belum sampai pada vonis hakim. Rosita dituduh melakukan persekongkolan untuk membunuh rekannya, sesama pembantu rumah tangga asal Indonesia yang sama-sama bekerja pada Yaser Hasan Mohamed Saif Al Abd.
Dia juga dituduh berpacaran dengan anak majikannya yang bernama Abdalla. Kisah ini dituturkan Rosita kepada para pewarta dalam sebuah diskusi di Kantor Solidaritas Perempuan, Jakarta, Kamis (23/6/2011).
Rosita mengungkapkan, kisah berawal saat Rosita dituduh membunuh rekannya. Padahal,  dia tidak melakukan perbuatan tersebut. "Yang membunuh itu sebenarnya anak laki-laki majikan saya sama dua temannya," kata Rosita.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar 15 Oktober 2009 atau setelah empat bulan dia bekerja pada Yaser. Pada malam itu, kata Rosita, masuk tiga orang laki-laki ke kamar para pembantu rumah tangga. Seorang lelaki mematikan lampu kemudian mendekap Rosita dan rekannya. Lelaki yang mendekap Rosita mengancam akan membunuhnya jika dia berteriak.
"Saya diam saja, tidak lama mereka pergi," katanya.
Setelah para lelaki itu pergi, Rosita lantas membangunkan rekannya yang tampak tertidur. Namun, rekannya itu tidak juga bangun. Rosita mengira rekannya itu telah dibunuh. Ia lantas berteriak memanggil majikannya.
"Baba, Madam, tolong, saya takut," kata Rosita, mengisahkan kejadian yang dialaminya.
Alih-alih bertanya kepada Rosita, majikannya justru memanggil polisi yang kemudian menggiring Rosita ke dalam tahanan. "Di (kantor) polisi saya ditahan, dipukuli, disuruh mengaku, tapi saya tidak mengaku, tidak boleh istirahat. Selama lima hari enggak boleh tidur," ucap ibu beranak satu itu.
Terus didesak, lanjutnya, Rosita akhirnya mengaku telah berpacaran dengan anak majikan yang telah membunuh rekannya itu. Ia mengungkapkan hal itu dengan harapan polisi turut menyeret anak majikannya itu ke penjara.
"Akhirnya dia (anak majikannya) diperiksa. Dia mengaku bunuh," ujar Rosita.
Meski demikian, pengadilan tetap menuduh Rosita bersekongkol melakukan pembunuhan dan melakukan perbuatan zina dengan berpacaran. "Saya kena tuduhan boyfriend, punya pacar," ujarnya.
Setelah sepuluh bulan mendekam dalam tahanan, lanjut Rosita, akhirnya dia menjalani persidangan. Selama tiga kali disidang, Rosita mengaku tidak didampingi siapa pun, termasuk bantuan hukum dari KBRI. Bantuan hukum dari KBRI baru datang pada sidang keempatnya.
"Karena saya belum paham bahasa Arab, saya minta penerjemah dan pengacara," kata Rosita.
Akhirnya, pada Mei 2011 vonis terhadap Rosita dibacakan. Ia dinilai terbukti berpacaran dengan anak majikannya sehingga harus menjalani hukuman enam bulan penjara. Namun, putusan atas tuduhan persekongkolan pembunuhan yang juga dituduhkan kepada Rosita, belum jelas.
"Kalau yang pembunuhan belum ada putusan. Tanggal 14 Juni harusnya masih ada sidang, tapi Rosita sudah di Indonesia," ujar Staf Penanganan Kasus Buruh Migran Solidaritas Perempuan, Vicky Sylvanie, yang mendampingi Rosita.
Pembebasan Rosita tanpa alasan. Demikian pula dengan status hukum Rosita saat ini. "Semua serba tidak jelas karena memang enggak ada berita resminya. Yang pasti tanggal 12 Juni dia sampai di Indonesia," ujar Vicky.
Kendati demikian, Rosita merasa bersyukur bisa kembali berkumpul dengan anak dan suaminya di Karawang. Dia tidak ingin kembali ke Emirat Arab jika suatu hari diminta untuk menjalani proses persidangan lagi.
"Kalau Rosita dimintai saksi meringankan maupun memberatkan, jelas kami menolak," ujar Vicky.
Hanya saja, Vicky berharap agar Pemerintah Emirat Arab menerangkan status hukum Rosita melalui Kementerian Luar Negeri. "Kita menuntut hak Rosita untuk mengetahui status hukumnya," ucap Vicky.
Ia menambahkan, merupakan suatu keanehan karena pihak KBRI tidak mengetahui bahwa Rosita telah kembali ke Tanah Air. "Tanggal 14 Juni kami ke Kemenlu, orang Kemenlu-nya menelepon Konjen di sana, Konjen-nya bilang, Rosita masih di Emirat Arab, padahal ini sudah sampai ke sini," tutur Vicky.
Becermin dari kisah Rosita tersebut, Vicky berharap agar pemerintah, terutama KBRI, lebih memerhatikan nasib warga negaranya yang menjadi buruh migran itu. Kisah Rosita juga memperlihatkan buruknya koordinasi Pemerintah Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab.
"Untung enggak tahu dia (Rosita) pulang. Kalau enggak, dia dipancung," kata Vicky.
Read More..........

Mahfud: Di Mana "Leadership" Presiden?

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai, terdapat ancaman kebangkrutan moral dalam aspek hukum di negara ini. Hal ini Mahfud sampaikan karena menurut dia banyak kasus hukum yang mengambang begitu saja tanpa penyelesaian. Ia menduga ini disebabkan karena kurangnya kepemimpinan di bangsa ini.

"Kebangkrutan aspek hukum ini terjadi karena penegakan hukum tak bergerak. Menurut saya kuncinya satu, leadership. Sering kita dihadapkan dengan jawaban yang terlalu normatif bahwa Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak boleh ikut campur dalam penegakan hukum. Menurut saya, Presiden itu harusnya ikut campur dalam penegakan hukum. Yang tak boleh itu proses peradilan. Kalau dalam penegakan hukum itu justru kewajiban presiden," tutur Mahfud di Wahid Institute, Jakarta, Jumat (17/6/2011).
Menurut dia, negara telah gagal karena membiarkan berbagai kasus mengambang, tak tuntas. Padahal, Presiden sendiri memiliki kekuasaan tertinggi untuk memberikan titah bagi para penegak hukum, seperti kepolisian dan Kejaksaan Agung, dalam penyelesaian berbagai masalah besar di Indonesia.
"Jaksa Agung, polisi, dan lain-lain itu hanya pembantu Presiden dalam penegakan hukum. Saya melihat betul setiap kasus hukum selalu diambangkan dan lama-lama negara gagal akan terjadi betul," kata Mahfud.
Hilangnya kekuatan penegakan hukum ini, lanjutnya, akan mengakibatkan ketidakadilan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum. Inilah yang kemudian menumbuhkan sikap apatisme masyarakat.
"Sesudah masyarakat apatis, meningkat ke pembangkangan. Sesudah pembangkangan pemberontakan. Itu selalu begitu, orang bikin jalan sendiri karena hati nurani masyarakat tidak bisa dibendung dengan apa pun kalau sudah memuncak," tuturnya.
Mahfud menilai, pemerintah harus siap jika masyarakat lelah dengan berbagai ketidakadilan yang terjadi saat ini. "Jika sudah memuncak, rakyat akan mencari jalannya sendiri. Sistem yang ada sudah tidak berlaku, dan diabaikan. Nah, mencari jalan sendiri itulah yang harus dihindari," ungkapnya.
Terakhir, Mahfud menekankan agar sikap leadership Presiden harus kembali ditegakkan dengan menunjukkan ketegasan dan keteladanan seorang pemimpin negara.
"Aspirasi masyarakat di luar prosedur-prosedur konstitusi dan di luar saluran-saluran demokratis itu akan sangat berbahaya kalau tidak dari sekarang dijawab oleh pemerintah," kata Mahfud.
Read More..........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...