Rabu, 04 Juli 2012
Jangan Pernah Mencerca Bangsa Sendiri
Banyak orang mengaku sebagai tokoh bangsa, elit bangsa, namun
kerjaannya hanya mengkritik tanpa memberikan solusi. Banyak orang
berbicara mengenai kebangsaan dan nasionalis, tapi tidak pernah
menunjukan perilaku mecintai bangsa. Bisanya omdo alias ngomong doang.
Untuk apa mengkritik, kalau hanya untuk menjelekkan bangsa sendiri.
Untuk apa berkoar soal nasionalisme, kalau tidak pernah merasa bangga
sebagai bagian bangsa Indonesia.
Capai Target Dua Digit, PAN Sumut Bentuk KPPW
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat
Nasional (PAN) Sumatera Utara membentuk Komite Pemenangan Pemilu Wilayah
(KPPW), guna mencapai target perolehan suara dua digit di Pemilu 2014.
Pembentukan KPPW DPW PAN Sumut ini berdasarkan intruksi DPP PAN.
Hal itu dikemukakan Ketua
KPPW PAN Sumut yang juga Anggota DPRDSU dari Fraksi PAN, Muslim Simbolon
MA kepada wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjoil Medan, Selasa.
"Berdasarkan hasil rapat pengurus harisn DPW PAN Sumut , Senin (18/6)
malam, saya diamanahkan menjadi Ketua KPPW PAN Sumut,dengan Sekretaris
Arifai Tambunan dan Bendahara Zuraidah,"kata Muslim Simbolon.
Muslim Simbolon juga Wakil Ketua DPW PAN Sumut mengatakan, pihaknya akan melakukan penyusunan kepengurusan KPPW PAN Sumut sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengurus DPW dan kader PAN Sumut. Sedangkan Penasehat KPPW PAN Sumut yakni, Ketua DPW PAN Sumut, H Syah Afandin SH, Sekretaris dan Bendahara DPW PAN Sumut, Drs Parluhutan Siregar dan H Usman Hasibuan.
Sesuai tupoksin
Muslim Simbolon juga menjelaskan, tujuan dibentuknya KPPW PAN Sumut tugas dan fungsinya (tupoksinya) untuk menggawangi dan mempersiapkan seluruh perangkat kesiapan PAN dalam menghadapi pertarungan Pemilu 2014. "Jadi dibentuknya KPPW yang sesuai intruksi DPP PAN ini juga tujuan utamanya semata-mata untuk mencapai target dua digit yang telah diputuskan pada Rekernas PAN.
Dia juga menekankan, dengan dibentuknya KPPW PAN Sumut ini, maka diharapkan dan kita bertekad akan memenangkan suara PAN di Sumatera Utara.Muslim juga menjelaskan, adapun perangkat dibentuknya KPPW PAN Sumut yakni pengaturan logistik, saksi, juru kampanye (jurkam), rekrutmen calon legislatif (caleg), hingga pengamanan suara PAN di Pemilu 2014.
Untuk itu, lanjut Muslim Simbolon yang juga wakil rakyat asal pemilihan daerah Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjungbalai ini, pihaknya akan segera menyusun komposisi kepengurusan KPPW PAN Sumut dengan mengakomodir seluruh potensi kader dalam melaksanakan seluruh tugas-tugas pemenangan Pemilu 2014. Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga akan segera melakukan kordinasi kepada DPD PAN se Sumut untuk segera melakukan penyusunan KPPD di daerahnya masing-masing
Muslim Simbolon juga Wakil Ketua DPW PAN Sumut mengatakan, pihaknya akan melakukan penyusunan kepengurusan KPPW PAN Sumut sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengurus DPW dan kader PAN Sumut. Sedangkan Penasehat KPPW PAN Sumut yakni, Ketua DPW PAN Sumut, H Syah Afandin SH, Sekretaris dan Bendahara DPW PAN Sumut, Drs Parluhutan Siregar dan H Usman Hasibuan.
Sesuai tupoksin
Muslim Simbolon juga menjelaskan, tujuan dibentuknya KPPW PAN Sumut tugas dan fungsinya (tupoksinya) untuk menggawangi dan mempersiapkan seluruh perangkat kesiapan PAN dalam menghadapi pertarungan Pemilu 2014. "Jadi dibentuknya KPPW yang sesuai intruksi DPP PAN ini juga tujuan utamanya semata-mata untuk mencapai target dua digit yang telah diputuskan pada Rekernas PAN.
Dia juga menekankan, dengan dibentuknya KPPW PAN Sumut ini, maka diharapkan dan kita bertekad akan memenangkan suara PAN di Sumatera Utara.Muslim juga menjelaskan, adapun perangkat dibentuknya KPPW PAN Sumut yakni pengaturan logistik, saksi, juru kampanye (jurkam), rekrutmen calon legislatif (caleg), hingga pengamanan suara PAN di Pemilu 2014.
Untuk itu, lanjut Muslim Simbolon yang juga wakil rakyat asal pemilihan daerah Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjungbalai ini, pihaknya akan segera menyusun komposisi kepengurusan KPPW PAN Sumut dengan mengakomodir seluruh potensi kader dalam melaksanakan seluruh tugas-tugas pemenangan Pemilu 2014. Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga akan segera melakukan kordinasi kepada DPD PAN se Sumut untuk segera melakukan penyusunan KPPD di daerahnya masing-masing
Kamis, 28 Juni 2012
KEPEDULIAN PAN SUMUT TERHADAP KORBAN KEBAKARAN DI BAGAN DELI BELAWAN MEDAN
Sebagai wujud rasa kepedulian atas musibah
kebakaran yang menghanguskan 38 unit rumah di Kelurahan Bagan Deli,
Partai Amanat Nasional (PAN) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran
di Lingkungan IV Lorong Proyek, Kecamatan Medan Belawan tersebut, Rabu
(27/6).
Bantuan berupa satu ton beras serta 200 kotak mi instan diserahkan Ketua DPW PAN Sumut H. Syah Afandin, SH didampingi Ketua DPD PAN Kota Medan H Ahmad Arief, Ketua POK PAN Medan Husni Lubis, pengurus DPW PAN Sumut lainnya seperti, Ketua Litbang Hendra Cipta, Wakil Sekretaris Surkani dan Suhandi, Hakim dan lainnya, melalui panitia penanggulangan musibah di Bagan Deli.
"Musibah kebakaran ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban kebakaran," harapnya.
Menurut H Syah Afandin yang akrab dipanggil Ondim, Walikota Medan Rahudman Harahap telah meninjau langsung korban kebakaran dan ia berjanji akan segera membangun kembali rumah yang terbakar atau ada alternatif yang ditawarkan untuk tinggal di Rusunawa. Kita berharap Walikota Medan segera merealisasikan janjinya sehingga para korban bisa tinggal kembali di tempat yang layak sebagaimana sebelumnya.
Pada kesempatan itu Ondim juga menerima masukan dari para korban yang sebagian besar merupakan nelayan. Mereka mengatakan bahwa alat tangkap mereka sebagian besar ikut rusak. "Karena itu saya juga minta kepada Pemko Medan khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan untuk memberikan bantuan berupa alat tangkap kepada para nelayan ini. Melalui Fraksi PAN saya juga minta untuk mendesak agar persoalan alat tangkap yang rusak bisa segera diatasi sehingga nelayan bisa kembali mencari nafkah," tegasnya.
Ondim yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut dan salah seorang kandidat calon Gubernur Sumatera Utara ini, di samping memberikan bantuan beras dan mi instan, secara langsung memberikan uang tunai kepada salah seorang korban. "Jangan bersedih bu! Tabahlah ini merupakan cobaan dari Tuhan kepada kita," ujarnya disambut dengan isak tangis rasa haru dari ibu yang mendapat bantuan tunai tersebut.
Salah satu korban musibah kebakaran, Habibah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PAN. Semoga kepedulian ini dapat mereka manfaatkan. "Kami bersyukur bisa diberikan bantuan, karena beras sangat kami butuhkan untuk setiap harinya," kata Habibah
Bantuan berupa satu ton beras serta 200 kotak mi instan diserahkan Ketua DPW PAN Sumut H. Syah Afandin, SH didampingi Ketua DPD PAN Kota Medan H Ahmad Arief, Ketua POK PAN Medan Husni Lubis, pengurus DPW PAN Sumut lainnya seperti, Ketua Litbang Hendra Cipta, Wakil Sekretaris Surkani dan Suhandi, Hakim dan lainnya, melalui panitia penanggulangan musibah di Bagan Deli.
"Musibah kebakaran ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban kebakaran," harapnya.
Menurut H Syah Afandin yang akrab dipanggil Ondim, Walikota Medan Rahudman Harahap telah meninjau langsung korban kebakaran dan ia berjanji akan segera membangun kembali rumah yang terbakar atau ada alternatif yang ditawarkan untuk tinggal di Rusunawa. Kita berharap Walikota Medan segera merealisasikan janjinya sehingga para korban bisa tinggal kembali di tempat yang layak sebagaimana sebelumnya.
Pada kesempatan itu Ondim juga menerima masukan dari para korban yang sebagian besar merupakan nelayan. Mereka mengatakan bahwa alat tangkap mereka sebagian besar ikut rusak. "Karena itu saya juga minta kepada Pemko Medan khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan untuk memberikan bantuan berupa alat tangkap kepada para nelayan ini. Melalui Fraksi PAN saya juga minta untuk mendesak agar persoalan alat tangkap yang rusak bisa segera diatasi sehingga nelayan bisa kembali mencari nafkah," tegasnya.
Ondim yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut dan salah seorang kandidat calon Gubernur Sumatera Utara ini, di samping memberikan bantuan beras dan mi instan, secara langsung memberikan uang tunai kepada salah seorang korban. "Jangan bersedih bu! Tabahlah ini merupakan cobaan dari Tuhan kepada kita," ujarnya disambut dengan isak tangis rasa haru dari ibu yang mendapat bantuan tunai tersebut.
Salah satu korban musibah kebakaran, Habibah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PAN. Semoga kepedulian ini dapat mereka manfaatkan. "Kami bersyukur bisa diberikan bantuan, karena beras sangat kami butuhkan untuk setiap harinya," kata Habibah
Kamis, 21 Juni 2012
Pidato Hatta Rajasa di Acara Ulang Tahun 13 PAN
Saudara-saudaraku para kader Partai Amanat Nasional yang saya cintai.
Hari ini 13 tahun yang lalu Partai Amanat Nasional dilahirkan dari rahim
reformasi Indonesia. Reformasi yang telah membawa negeri ini menjadi
negeri demokrasi terbesar di dunia. Sebuah reformasi yang terbesar dalam
sejarah peradaban bangsa-bangsa yang modern.
Saudaraku sekalian, tidak banyak negara yang berhasil melakukan sebuah perubahan besar dan selamat.
It's not only survive, but growing.
Kita tumbuh dan kita besar untuk menatap sebuah negeri masa depan yang
lebih baik. Kita harus percaya diri dan kita yakin diri dari banyak
alasan untuk kita tetap optimistis menatap masa depan bangsa. Karena
kita adalah sedikit dari negara-negara unik di dunia ini yang bisa
menggandengkan stabilitas pembangunan ekonomi dan demokratisasi yang
kompleks dan rumit.
Saudaraku sekalian yang saya cintai, kita menyakini bahwa kita cukup
berhasil dalam hal ini. Kita secara sadar menyakini bahwa demokrasi
adalah pilihan terbaik dari sekian sistem yang tersedia. Walau terkadang
kita tidak sabar dengan sebuah proses pengambilan keputusan yang
panjang dan terkadang melelahkan, namun yakinlah demokrasi sebagai
sebuah sistem nilai akan dapat mengantarkan rakyat Indonesia ke dalam
kesejahteraan.
Kita mengamati ada saja kalangan di antara kita yang tidak sabar, ingin
juga menempuh proses demokratisasi jalan pintas, yang saya istilahkan.
Ada saja kalangan yang selalu bertindak atas nama rakyat, namun perilaku
politiknya jauh dari logika-logika demokrasi. Sesuatu yang tidak boleh
kita tempuh di dalam keluarga Partai Amanat Nasional. Sekeras apapun
sebuah perbedaan di antara kita, di antara partai politik, di antara
sesama warga bangsa dalam melihat sebuah perbedaan, maka haruslah selalu
tersedia ruang bagi kita untuk menyelesaikannya secara demokratis.
Demokrasi haruslah kita yakini sebagai sebuah "
values" atau
nilai. Ia bukan sekadar alat untuk mengantarkan kita kepada sebuah
tujuan, tapi ia adalah sebuah tata nilai. Nilai yang di dalamnya ada
nilai-nilai kultural bangsa ini yang memperkuat solidaritas demokrasi
itu sendiri, dan dari situ kita harus meyakini bahwa demokrasi ini akan
mampu mengantarkan kita kepada kesejahteraan.
Kalau kita hanya melihat demokrasi hanya sebagai alat, maka kita
terjebak ke dalam sebuah pertanyaan besar: Adakah alat lain yang lebih
efektif untuk menggantikan alat ini untuk mencapai sebuah tujuan.
Kalau kita meyakini demokrasi sebagai sebuah nila, maka kita meyakini
nilai-nilai demokrasi yang universal dalam kandungan-kandungan lokal
kultural yang melekat di dalamnya, maka kita pastilah mengatakan yang
salah terkadang cara kita menjalankan demokrasi itu bukan demokrasi itu
sendiri.
Saudaraku sekalian, penting bagi saya untuk menyampaikan ini di
tengah-tengah hiruk pikuknya politik yang terjadi saat ini. Maka ruang
demokrasi untuk mencapai satu tujuan harus selalu tersedia di elemen
sekecil apapun kita, di dalam proses kehidupan kita. Maka demokrasi
harus menjadi satu cara nilai kita untuk menyelesaikan sebuah permasalan
dan mengantarkan kita kepada satu tujuan. Selayaknya demokrasi pula
sebagai pondasi dari penataan sistem politik nasional kita.
Kita tidak bisa melakukan sistem atau tata politik secara tambal sulam
dan pragmatis. Kita memerlukan satu cetak biru atau desain sistem
politik yang berdimensi jangka panjang. Bukan sekdar alat sesaat untuk
mencapai suatu tujuan sesaat, yang secara pragmatis bisa kita ubah-ubah
berdasarkan kepentingan sesaat kita, untuk mencapai tujuan sesaat pula.
Apabila itu kita hadirkan di dalam kehidupan politik kita, maka akan
terjadi yang besar menelan yang kecil atau sebaliknya tirani yang kecil
menyandera yang besar. Kita tidak ingin itu terjadi di dalam tata nilai
politik bangsa kita ke depan ini. Untuk menuju kepada kematangan sistem
kepartaian dan baca pemilu ke depan kita tidak bisa terus melakukan
bongkar pasang aturan yang berubah ubah sesuai dengan kepentingan
kepentingan sesaat yang saya sampaikan tadi itu.
Sistem ilmu politik harus dirancang jauh ke depan melampaui kepentingan
jangka pendek partai apapun itu, siapapun itu. Maka partai politik
harus bersama sama mendesain tata nilai paparan politik ke depan yang
bisa kita jadikan sebagai sebuah rujukan bangsa ini.
Perangkat peraturan perundangan termasuk undang-undang pemilu yang
sedang kita susun harus pula konsisten dengan 4 (empat) pilar kita
berbangsa dan ber negara: Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tercermin ruh itu di dalam
setiap nafas dan batang tubuh dari apa yang akan kita desain tersebut.
Dalam bahasa yang sederhana, rumusan undang-undang politik kita selain
berdimensi masa depan, namun juga tetap berlandaskan semangat "Founding
Fathers" kita dalam membangun bangsa yang kita cintai ini.
Tentu saja penyederhanaan sistem politik dan sistem kepartaian kita
butuhkan, namun dengan tanpa melupakan sama sekali semangat
kebhinnekaan, keberagaman, dan jangan sampai pula aturan main malah
membunuh keberagaman dan kebhinnekaan itu sendiri, yang merupakan salah
satu pilar dan kekuatan bangsa ini.
Saudaraku sekalian, saya bukan ingin berpidato politik, karena pidato
politik kita disampaikan nanti pada saat setelah kita merayakan Lebaran.
Ini sekadar sebuah renungan, refleksi di bulan suci Ramadan ini. Apa
yang saya samapikan tadi tidak akan ada artinya apa-apa tanpa kemampuan
kita membumi. Dari apa yang kita desain, kita katakan di dalam
resultante yang disebut sebagai perbuatan, langkah-langkah perbuatan
kita di dalam pencapaian tujuan-tujuan.
Saudaraku sekalian, sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional yang
notabene juga adalah Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, maka saya ingin
menyampaikan bahwa sepantasnyalah kita bersyukur kepada bangsa ini atas
kemajuan yang telah kita capai. Kalau kita kembali kepada 13 tahun yang
lalu ketika kita melaksanakan reformasi di segala bidang, tidak banyak
orang mengatakan bangsa ini akan
survive. Bahkan lebih banyak
orang mengatakan bahwa bangsa ini akan pecah berkeping-keping, bahkan
ada yang mengatakan ini adalah sebuah contoh negara yang gagal.
Data-data mendukung ke arah itu, fakta pun menuju ke arah itu. Di mana
ketika itu pendapatan perkapita bangsa ini baru USD500, dan ini semua
antitesis kalau kemudian kita survive, karena sebagian orang mengatakan,
bahkan Farid Zakaria --seorang kolumnis setenar itu-- mengatakan bahwa
tidak mungkin sebuah negara akan survive melaksanakan demokrasi dengan
pendapatan perkapita kurang dari 3.000 atau 4.000. Paling tidak
Purchasing Power Parity nya.
Ketika itu kita mengalami konflik horisontal, bahkan konflik vertikal.
Tetapi saudara-saudara sekalian, bangsa ini tetap tegar, tetap berdiri,
tetap melangkah ke depan, tetap bersatu, karena memang negeri ini
didirikan atas dasar keinginan kita bersama, bersama-sama untuk maju
membangun negeri ini.
Orang lupa akan ada energi sosial bangsa ini yang luar biasa besarnya,
yang kemudian inilah membentuk watak kita. Ketika kita dalam keadaan
menghadapi tantangan besar, maka kita ingin bersatu. Sayangnya kalau
kita mendapat
challange atau tantangan sering kali lupa dan kemudian kita sering bekerja sendiri sendiri tanpa ada irama dan koordinasi yang baik.
Saya ingin melihat 13 tahun kemudian hari ini, pendapatan perkapita
bangsa ini sudah USD3.500, GDP kita sudah di atas USD800 miliar, negara
dengan kekuatan nomor 17 di dunia, masuk negara anggota G20. Ini harus
kita syukuri. Walau kemiskinan kita harus kita akui masih tinggi, namun
terus menurun seiring dengan lapangan kerja yang terus terbuka.
Namun saya ingin mengajukan pertanyaan kritis kepada seluruh kader
Partai Amanat Nasional, angka USD3.500 hari ini kita capai membutuhkan
waktu 60 tahun yang terlalu panjang, dan kita tidak ingin untuk melompat
mejadi negara maju harus menunggu 60 tahun kedua. Kita ingin
percepatan, kita ingin perluasan, kita tidak ingin "
business as usual". Kita ingin mengubah mind set,
kita ingin menangkal dan mengelola negeri ini lebih baik lebih efisien,
lebih berkeadilan, mengurangi korupsi, memberantas korupsi, menantang
orang yang mau melemahkan KPK, dan semua hal yang bisa menggerogoti
percepatan pembangunan bangsa.
Oleh sebab itu, salah satu yang saya ajukan adalah pentingnya kita
menata dan mengelola sumber sumber kekayaan negara yang ada di perut
bumi ini secara lebih berkeadilan, dengan melakukan renegosiasi terhadap
kontrak-kontrak yang kita rasakan tidak berkeadilan. Sesuai dengan
Pasal 33 UUD 45, seluruh kekayaan itu hendaknya sebesar-besarnya untuk
kemakmuran rakyat Indonesia.
Di sinilah kita beradu argumentasi mendesain dengan tetap menghormati
apa yang ada, namun tetap mengatakan bahwa itu untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat Indonesia. Di situlah kemudian kita harus melakukan
suatu penataan, penataan yang lebih berkeadilan menghadirkan
tangan-tangan negara. Saudaraku sekalian yang saya hormati, kita paham
globalisasi sebagaimana pahamnya kita tentang sebuah kedaulatan dan
kemandirian bangsa ini. Oleh sebab itu globalisasi tidaklah harus
diartikan sebagai suatu pemahaman kita akan sebuah pasar bebas
sebebas-bebasnya. Kita ingin menghadirkan pasar yang terbuka, pasar yang
berkeadilan, pasar sosial, tapi kita menolak pasar bebas yang
sebebas-bebasnya yang tidak mencerminkan dan menghadirkan sebuah
keadilan bangsa.
Oleh sebab itu saudara sekalian, pekerjaan besar ke depan adalah
menghadirkan kesamaan di dalam akses sumber daya kekayaan negara bagi
semua warga bangsa siapapun dia, di pelosok manapun dia. Menghadirkan
kesempatan yang sama serta peluang bagi semuanya.
Saudaraku sekalian..sebagaimana saya katakan tadi, ini bukan pidato
politik, melainkan sekadar refleksi atau renungan di bulan suci Ramadan.
Untuk itu maka saya menginginkan, mengharapkan, dan memerintahkan
kepada kita semua untuk terus bekerja sebaik baiknya, bekerja cerdas.
Amati setiap saudara-saudara yang berada di fraksi dalam membahas
undang-undang. Jika meleset "titik", "koma, "dan", "atau", maka akan
menimbulkan malapetaka bagi bangsa ini.
Saudaraku yang saya cintai, pesan saya di hari ulang tahun ke 13 kita
ini, teruslah bekerja keras dan berikanlah yang terbaik yang kita
miliki, bagi partai kita tercinta, bagi bangsa dan negara tercinta.
Asahlah kepekaan kita, kepekaan untuk selalu peduli terhadap
saudara-saudara kita yang masih belum beruntung. Selalu korbankan
semangat selalu ingin berbagi, semangat selalu ingin memberi daripada
menerima, kobarkan terus semangat
rahmatan lil 'alamin, semangat cinta karena "love is pleasure and give",
semangat selalu ingin memberi daripada meminta. Konsolidasikan kekuatan
kita, dan lebarkan sayap partai hingga ke des--desa dengan menebarkan
rahmat bagi sekalian alam.
Saudaraku, tidak ada jalan pintas di dunia ini untuk sebuah
keberhasilan. Hanya orang-orang yang bekerja keras dan menanam di
hamparan tanah yang luas yang akan memetik hasilnya. PAN adalah
matahari, matahari harapan, matahari kehidupan, matahari yang menyinari
kegelapan untuk sebuah negeri masa depan.
Dirgahayu Partai Amanat Nasional. Selamat berulang tahun. Semoga Allah
SWT meridhoi kita semua, dan semoga di bulan suci Ramadan ini kita
selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Teruslah mengobarkan semangat
untuk kembali kepada fitrah di 1 Syawal 1433 Hijriah nanti. Terima
kasih.
Mengefektifkan Komunikasi Meraih Kemenangan
Pesta demokrasi 2014 akan segera berlangsung, masing-masing partai
sudah mulai mendeklarasikan calon yang diusung partainya menuju
kemenangan. Apa lagi pemilihan umum saat ini, berbeda jauh dengan
pemilihan pada masa Orde Baru. Saat ini, rakyat memilih langsung calon
pemimpin berdasarkan keinginanya. Pemilihan secara langsung ini,
menandakan begitu demokrasinya pemilihan kepala negara di negeri ini.
Beberapa waktu lalu, Hatta Rajasa telah direkomendasikannya sebagai
kandidat Presiden 2014, berdasarkan rapat pleno II Rakernas PAN di Arena
Pekan Raya Jakarta (PRJ). Terpilihnya nama Hatta sebagai peserta calon
Presiden 2014, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi partai berlambang
matahari terbit ini. Sebelum rapat pleno ini digelar, dukungan terhadap
Hatta mengalir deras. Baik dari kalangan elit PAN maupun kader akar
rumput. Dalam dukungan ini pun Amin Rais tak mau ketinggalan, dirinya
secara terus terang menyatakan dukungannya.
Meski Hatta didukung oleh banyak sayap dari internal PAN, seperti PARRA
Indonesia, BM PAN, GMN dan lain-lain. Penulis menilai, gerakan ini
terbukti masih belum terlihat dipermukaan dan gaungannya, belum
terdengar kuat ditengah-tengah masyarakat. Terkesan gerakan ini masih
bersifat malu-malu kucing, tidak menunjukan penampakannya.
Akibat dari gerakan yang masih tersembunyi ini, penulis menilai
menyebabkan masyarakat masih belum mengenal jauh sosok Hatta. Tak
mengherankan jika ketua PAN sekaligus Menkoperekonomian kinerjanya
sampai saat ini, tak terlihat dipermukaan oleh masyarakat luas. Jika
melihat dari kenyataan perekonomian dinegeri ini semakin membaik.
Membaiknya ekonomi ini dikarenakannya kuatnya mesin ekonomi negeri ini.
Ketika masing-masing calon Presiden menyibukan diri, Hatta lebih
mementingkan kepentingan negara dibandingkan kepentingan politik.
Seharusnya, sayap PAN mampu membaca dan menerjemahkan apa yang
seharusnya mereka lakukan. Keadaan ini menunjukan tak bekerjanya mesin
politik dari tubuh PAN dan target untuk meraih double digit dirasakan
sangat berat.
Padahal salah satu syarat untuk meraih dukungan publik adalah
bekerjanya mesin politik partai. Namun, hingga saat ini terkesan mesin
politik yang dimiliki PAN, belum mampu bekerja secara maksimal dalam
menyampaikan pesan politik kepada masyarakat. Untuk meraih simpatik dan
dukungan bukan lah sebuah pekerjaan yang mudah, diperlukan sebuah
keyakinan dan hasil kerja yang nyata. Tersumbatnya mesin politik yang
dimotori oleh sayap PAN, harus segera teratasi jangan sampai pada
akhirnya kinerja Hatta harus terkubur akibat ketidak mampuan dari sayap
PAN menyampaikan pesan politik kepada masyarakat.
Apa lagi jika kita menoleh kebelakang, hasil perolehan suara PAN dari
tahun ketahun mengalami penyusutan. Pada pemilu tahun 1999 PAN hanya
meraih dukungan 7,12%, pada pemilu 2004 meraih 6,44% dan pada pemilu
2009 meraih 6,01%. Kemerosotan ini seharusnya menjadi pemicu dari sayap
PAN dalam menyuarakan pesan politik kepada kader. Tujuannya agar kader
mampu mendongkrak dukungan dari masyarakat.
Dukungan dari masyarakat merupakan syarat untuk memenangkan pertempuran
menuju 2014. Peran dari sayap PAN mengkomunikasikan pesan politik,
syarat mutlak untuk menjadi penentu kemenangan. Kesunguguhan sayap PAN
dalam bekerja pada akhirnya menjadi penentu langkah Hatta.
Seperti diketahui, untuk menjadi pemenang di 2014, tidak lah mudah.
Kenyataan ini ditambah dengan adanya kandidat yang justru menguasai
pemberitaan dinegeri ini. Penyampaian pesan politik dinegara demokrasi
seperti Indonesia memiliki pernanan penting dalam mengiring opini
publik. Sebagai contoh nyata bagaimana Obama presiden Amerika saat ini
terpilih.
Kepiawaian Obama beserta timnya memainkan peran dalam menyampaikan
pesan politik dalam meraih dukungan mendapatkan simpatik dari
pendukungnya. Mesin politik tim sukses Obama, menggunakan sarana
komunikasi secara optimal. Berbagai cara digunakan untuk mendongkrak
popularitas, mulai dari pembuatan facebook, blog, dan terkesan Obama
saat itu menguasai dunia maya lainnya.
Keberhasilan ini terbukti, dirinya merupakan kandidat dengan
popularitas tertinggi dari calon lainnya. Tak cukup sampai disana, Obama
juga berhasil mengumpulkan dana kampanye 600 juta dolar dari
pendukungnya serta terhimpunnya 1.5 juta akun keanggotaan di medianya.
Melihat realitas yang ada, sudah seharusnya sayap PAN, mampu melakukan
pengiringan opini.
Pengiringan ini bertujuan agar pesan politik partai mampu disampaikan
kepada masyarakat. Kemampuan sayap dan kader PAN dalam mengkomunikasikan
kepada masyarakat pada akhirnya menjadi penentu. Gabriel Almond (1960)
menjelaskan komunikasi politik adalah salah satu fungsi• yang selalu ada
dalam setiap sistem politik dan merupakan proses penyampaian
pesan-pesan.
Dari definisi tersebut sangat jelaslah kemampuan Hatta dan kader PAN
dalam mengefektifkan komunikasi merupakan syarat yang mutlak. Apa lagi,
dalam komunikasi itu terdapat element sosialisasi yang difokuskan untuk
pengenalan Hatta kepada masyarakat luas. Sosialisasi ini dilakukan
dengan cara melakukan konsolidasi ke daerah. Selain itu sosialisasi ini
juga berperan untuk memperkokoh pondasi dukungan
Kemampuan sayap dan kader PAN dalam berkomunikasi kepada masyarakat
pada akhirnya menjadi titik penentu dalam memuluskan langkah Hatta
menuju 2014 serta menentukan masa depan partai berlambang matahari
terbit.
Ferry Ferdinasyah
Mahasiswa Pasca Sarjana
Universitas Mercu Buana Jurusan Komunikasi Politik
Sumber : http://hatta-rajasa.info/read/559/mengefektifkan-komunikasi-meraih-kemenangan
Blogger Muda Bikin Buku Untuk Hatta
RMOL. Beberapa anak muda yang aktif menulis di blog, membuat buku untuk Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa. Buku berjudul “HR Harapan Rakyat, Catatan dan Opini Blogger”
itu dibedah di Gramedia Gandaria City, Jakarta Selatan, kemarin
(Minggu, 15/4). Acara tersebut ramai dan dihadiri oleh sejumlah blogger
muda dari beberapa kampus di Jakarta.
Dalam bedah buku tersebut dihadirkan pembahas, diantaranya Abdul Hakim Ms sebagai yang mewakili penulis dan editor, A. Bakir Ihsan (pengamat politik dari UIN Jakarta) dan Ali Rahman yang menjadi perwakilan para blogger muda. Menurut Abdul Hakim, buku setebal 196 halaman yang terdiri dari 7 bab dan 55 artikel itu berisi catatan ringan tentang sosok Hatta Rajasa, baik sebagai Ketua Umum PAN, Menko Perekonomian, mantan aktivis dan kepala keluarga. Selain Abdul Hakim, sosok muda yang ikut terlibat dalam penulisan dan editor adalah Tole Sutrisno dan Bawono Kumoro.
“Buku ini beda dengan buku kebanyakan yang mengangkat tema-tema serius. Buku ini berisi catatan dan artikel ringan sisi humanisme dan keseharian Hatta Rajasa,” ujar Abdul Hakim. Menurutnya, artikel mengenai Hatta dalam buku “HR Harapan Rakyat, Catatan dan Opini Blogger “ ini tidak ada yang dilebih-lebihkan. “Semua sesuai realitas, dan dialami sendiri oleh penulis,” tambahnya.
Sementara itu menurut Ali Rahman yang mewakili para blogger muda, artikel yang mereka buat adalah sebuah bentuk apresiasi kepada Hatta Rajasa. Bahkan Ali Rahman yang juga aktif dalam organisasi kepemudaan KNPI ini berharap banyak kepada Hatta untuk bisa menjadi tokoh bangsa dan memimpin Indonesia. “Secara personal dan sisi humanisme, Hatta adalah sosok yang bisa menjadi contoh bagi para pejabat, terutama menteri. Sikap yang sopan, terbuka kepada siapa pun, dan mau berbaur dengan masyarakat adalah contoh yang baik,” ujar Ali Rahman.
Secara politik, Ali Rahman dan blogger-blogger muda yang terlibat dalam pembuatan buku mendukung seandainya Hatta nanti maju dalam pemilihan presiden 2014. Mengenai dukungan politik para blogger muda itu, pengamat UIN A. Bakir Ihsan menilai sebagai sesuatu yang biasa. “Mengingat Hatta Rajasa sudah santer dikabarkan dan bahkan PAN sudah tegas mencalonkannya dalam Pemilu Presiden nanti, dukungan politik para blogger muda itu adalah sebuah kewajaran,” ujar Bakir Ihsan.
Bakir Ihsan melihat, dukungan para blogger melalui pembuatan buku adalah sesuatu yang positif. Dirinya memberikan apresiasi yang positif atas kreatifitas yang dilakukan para blogger itu. “Buku ini berbeda dengan buku personal tentang Mega atau tokoh politik lainnya. Buku ini lebih santai dan bercerita apa adanya,” tegasnya
Dalam bedah buku tersebut dihadirkan pembahas, diantaranya Abdul Hakim Ms sebagai yang mewakili penulis dan editor, A. Bakir Ihsan (pengamat politik dari UIN Jakarta) dan Ali Rahman yang menjadi perwakilan para blogger muda. Menurut Abdul Hakim, buku setebal 196 halaman yang terdiri dari 7 bab dan 55 artikel itu berisi catatan ringan tentang sosok Hatta Rajasa, baik sebagai Ketua Umum PAN, Menko Perekonomian, mantan aktivis dan kepala keluarga. Selain Abdul Hakim, sosok muda yang ikut terlibat dalam penulisan dan editor adalah Tole Sutrisno dan Bawono Kumoro.
“Buku ini beda dengan buku kebanyakan yang mengangkat tema-tema serius. Buku ini berisi catatan dan artikel ringan sisi humanisme dan keseharian Hatta Rajasa,” ujar Abdul Hakim. Menurutnya, artikel mengenai Hatta dalam buku “HR Harapan Rakyat, Catatan dan Opini Blogger “ ini tidak ada yang dilebih-lebihkan. “Semua sesuai realitas, dan dialami sendiri oleh penulis,” tambahnya.
Sementara itu menurut Ali Rahman yang mewakili para blogger muda, artikel yang mereka buat adalah sebuah bentuk apresiasi kepada Hatta Rajasa. Bahkan Ali Rahman yang juga aktif dalam organisasi kepemudaan KNPI ini berharap banyak kepada Hatta untuk bisa menjadi tokoh bangsa dan memimpin Indonesia. “Secara personal dan sisi humanisme, Hatta adalah sosok yang bisa menjadi contoh bagi para pejabat, terutama menteri. Sikap yang sopan, terbuka kepada siapa pun, dan mau berbaur dengan masyarakat adalah contoh yang baik,” ujar Ali Rahman.
Secara politik, Ali Rahman dan blogger-blogger muda yang terlibat dalam pembuatan buku mendukung seandainya Hatta nanti maju dalam pemilihan presiden 2014. Mengenai dukungan politik para blogger muda itu, pengamat UIN A. Bakir Ihsan menilai sebagai sesuatu yang biasa. “Mengingat Hatta Rajasa sudah santer dikabarkan dan bahkan PAN sudah tegas mencalonkannya dalam Pemilu Presiden nanti, dukungan politik para blogger muda itu adalah sebuah kewajaran,” ujar Bakir Ihsan.
Bakir Ihsan melihat, dukungan para blogger melalui pembuatan buku adalah sesuatu yang positif. Dirinya memberikan apresiasi yang positif atas kreatifitas yang dilakukan para blogger itu. “Buku ini berbeda dengan buku personal tentang Mega atau tokoh politik lainnya. Buku ini lebih santai dan bercerita apa adanya,” tegasnya
BEST SINGER INDONESIAN IDOL 2012 : REGINA IVANOVA
Di Indonesian Idol 2012, Regina berhasil memukau tim juri ‘Triple A’
dengan membawakan lagu bernotasi sulit dari penyanyi Adele. Suaranya
yang berat membuat penampilan Regina di babak eliminasi lalu, terdengar
sangat sexy. Meski pernah mengalami kecelakaan tragis pada
tahun 1995 silam yang mencederai kaki kanannya, tidak menyurutkan Regina
untuk berkarir di dunia musik. Sebelum ikut Indonesian Idol, Regina
adalah seorang penyanyi di sebuah café. Menurutnya, hal ini sangat
menyenangkan, karena selain mendapatkan penghasilan, ia pun dapat
menyalurkan hobi bernyanyinya.
AHMAD DHANI
“ "Sorry ya. Sorry saya
harus katakan. Maaf sekali pada semuanya. Bahwa saya harus katakan.
Kalau dalam bahasa Inggris Regina Ivanova 'You are the winner'. Saya
mungkin mengecewakan beberapa penggemar-penggemar yang lain. Atau
mengecewakan penggemar yang nge-vote atau yang tidak nge-vote Regina
Ivanova. Tapi menurut saya 'You are the champion, you are the winner.
Kamu adalah pemenang Indonesian Idol. Maafkan yang lain yaa. Yang enggak
sependapat dengan saya." ”
AGNES MONICA
"Ini baru contoh penyanyi yang luar biasa. Karena kamu membawakan lagu
itu enggak trying to hard to sound good. Which is great. Nah itu yang
kadang-kadang sebagai penyanyi. Apalagi dengan kemampuan vokal seperti
kamu yang kamu sebenarnya mau bawa ke lebih tinggi atau mau improve
banyak. Sebanarnya bisa. Tapi kamu melihat jalan cerita dari lagunya.
Kemudian kamu juga lihat jalan arransemennya. Itu yang susah untuk
seorang penyanyi agar bisa kawin sama musiknya. Bukan hanya itu saja
kamu sangat dewasa ”
ANANG HERMANSYAH
"Aku cuma bilang adalah begini. Kemampuan kamu hari ini rakyat Indonesia
yang mengikuti Idol adalah kamu menyanyi sebenarnya sudah sangat luar
biasa. Kalau mungkin dipertandingkan nyanyi satu lagu yang sangat
baru. Dengan Adele nih. Aku tetap megang kamu. Kenapa aku bilang
begitu? Karena kemampuan bernyanyi kamu lain. Menyanyikan semua lagu.
Kamu bawakan secara luar biasa. Belum tentu Adele bisa begitu. Saya
minta maaf buat pendukung-pendukung Adele. Saya terus terang lagu
tadi. Aku lebih suka kamu ”
Rabu, 20 Juni 2012
PAN Sumut Buka Pendaftaran Balon Gubsu
Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Sumut, mulai hari ini, Rabu (20/6) membuka pendaftaran balon (bakal calon) Gubsu/Wakil Gubsu dan siap membangun koalisi ke partai lain, guna mengikuti pertarungan Pilgubsu 2013.
Demikian dijelaskan Ketua Tim Pilkada DPW PAN Sumut Zulkifli Husein dan Wakil Ketua tim Pilkada Hendra Cipta, didampingi sekretaris tim Suhandi, wakil sekretaris Surkani dan bendahara tim Ahmad Fauzan kepada wartawan, Selasa (19/6) di FPAN DPRD Sumut.
Zuklifli Husein maupun Hendra Cipta mengatakan, pendaftaran balon Gubsu/Wagubsu di DPW PAN berlangsung hingga 20 Juli 2012, dalam rangka penjaringan calon Gubsu/Wagubsu melalui survei internal maupun eksternal.
“Survei internal akan dilakukan DPW PAN Sumut dengan melibatkan akademisi yang akan dihujuk partai,” ujar Hendra seraya menyebutkan semua balon Gubsu/Wagubsu yang sudah mendaftar akan mengikuti uji kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat Sumut dan platform partai.
Dalam upaya penjaringan calon pasangan Gubsu/Wagubsu 2013, lanjut Hendra Cipta, dari hasil uji kompetensi terhadap semua balon di level Sumut, akan diusulkan 2 pasang calon Gubsu/Wagubsu kepada DPP PAN untuk ditetapkan satu pasang calon Gubsu/Wagubsu yang akan ikut Pilgubsu.
“Acuan tim Pilkada DPW PAN Sumut sudah diatur dalam ketentuan partai dalam penjaringan balon Gubsu/Wagubsu, mulai dari pendaftaran, survei internal hingga uji kompetensi,” ujarnya.
Dalam pencalonan, lanjut Zulkifli Husein yang juga Wakil Ketua DPW PAN Sumut itu, PAN tidak bisa berdiri sendiri, tapi akan membangun koalisi dengan partai lain, karena PAN tidak memiliki kursi yang cukup untuk mengusung pasangan calon Gubsu/Wagubsu.
“PAN hanya punya 7 kursi, sehingga butuh minimal 8 kursi dari partai lain agar bisa mencalonkan untuk Pilgubsu nanti. Kita siap membangun koalisi dengan partai lain, meski banyak kader PAN yang ikut berkompetisi dengan balon lain yang bukan kader PAN untuk menjadi calon Gubsu 2013, tapi PAN tetap memperlakukan sama sesuai yang diinginkan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai partai politik mewakili masyarakat, tambah Zulkifli yang juga anggota DPRD Sumut itu, PAN harus memahami keinginan masyarakat, figur pemimpin yang pas untuk Sumut.
Untuk itu, tambah Hendra Cipta, dalam proses penjaringan, tim Pilkada DPW PAN Sumut akan mengomunikasikan figur calon Gubsu/Wagubsu yang mendaftar menggunakan ‘kapal’ PAN, termasuk membangun komunikasi dan koalisi dengan partai lain akan dilakukan seluruh fungsionaris DPW PAN Sumut.
“Dengan keterbatasan kursi dimiliki PAN, kita tidak ingin pengalaman pahit pada Pilgubsu 2008 terulang lagi, dimana calon pasangan Gubsu/Wagubsu yang diusung dari partai lain yang kursinya lebih sedikit dari PAN,” tambah Hendra.
Demikian dijelaskan Ketua Tim Pilkada DPW PAN Sumut Zulkifli Husein dan Wakil Ketua tim Pilkada Hendra Cipta, didampingi sekretaris tim Suhandi, wakil sekretaris Surkani dan bendahara tim Ahmad Fauzan kepada wartawan, Selasa (19/6) di FPAN DPRD Sumut.
Zuklifli Husein maupun Hendra Cipta mengatakan, pendaftaran balon Gubsu/Wagubsu di DPW PAN berlangsung hingga 20 Juli 2012, dalam rangka penjaringan calon Gubsu/Wagubsu melalui survei internal maupun eksternal.
“Survei internal akan dilakukan DPW PAN Sumut dengan melibatkan akademisi yang akan dihujuk partai,” ujar Hendra seraya menyebutkan semua balon Gubsu/Wagubsu yang sudah mendaftar akan mengikuti uji kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat Sumut dan platform partai.
Dalam upaya penjaringan calon pasangan Gubsu/Wagubsu 2013, lanjut Hendra Cipta, dari hasil uji kompetensi terhadap semua balon di level Sumut, akan diusulkan 2 pasang calon Gubsu/Wagubsu kepada DPP PAN untuk ditetapkan satu pasang calon Gubsu/Wagubsu yang akan ikut Pilgubsu.
“Acuan tim Pilkada DPW PAN Sumut sudah diatur dalam ketentuan partai dalam penjaringan balon Gubsu/Wagubsu, mulai dari pendaftaran, survei internal hingga uji kompetensi,” ujarnya.
Dalam pencalonan, lanjut Zulkifli Husein yang juga Wakil Ketua DPW PAN Sumut itu, PAN tidak bisa berdiri sendiri, tapi akan membangun koalisi dengan partai lain, karena PAN tidak memiliki kursi yang cukup untuk mengusung pasangan calon Gubsu/Wagubsu.
“PAN hanya punya 7 kursi, sehingga butuh minimal 8 kursi dari partai lain agar bisa mencalonkan untuk Pilgubsu nanti. Kita siap membangun koalisi dengan partai lain, meski banyak kader PAN yang ikut berkompetisi dengan balon lain yang bukan kader PAN untuk menjadi calon Gubsu 2013, tapi PAN tetap memperlakukan sama sesuai yang diinginkan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai partai politik mewakili masyarakat, tambah Zulkifli yang juga anggota DPRD Sumut itu, PAN harus memahami keinginan masyarakat, figur pemimpin yang pas untuk Sumut.
Untuk itu, tambah Hendra Cipta, dalam proses penjaringan, tim Pilkada DPW PAN Sumut akan mengomunikasikan figur calon Gubsu/Wagubsu yang mendaftar menggunakan ‘kapal’ PAN, termasuk membangun komunikasi dan koalisi dengan partai lain akan dilakukan seluruh fungsionaris DPW PAN Sumut.
“Dengan keterbatasan kursi dimiliki PAN, kita tidak ingin pengalaman pahit pada Pilgubsu 2008 terulang lagi, dimana calon pasangan Gubsu/Wagubsu yang diusung dari partai lain yang kursinya lebih sedikit dari PAN,” tambah Hendra.
Senin, 18 Juni 2012
TOR TOR TIDAK BUTUH PENGAKUAN MALAYSIA
Malaysia kembali mengklaim hasil kebudayaan asli Indonesia menjadi
miliknya. Kali ini, negeri jiran itu akan memasukkan tari Tor-tor dan
Gordang Sambilan sebagai peninggalan nasional mereka. Di
Indonesia, dua kesenian itu dikenal sebagai kebudayaan masyarakat Batak,
Sumatera Utara. Bahkan, tari Tor-tor selalu ditarikan dalam upacara
adat masyarakat Batak. Namun kini, Malaysia dengan berani akan meregistrasi kebudayaan itu berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.
Tor-tor bagi masyarakat mandailing mengandung banyak nilai dan makna, nilai tradisi leluhur, nilai historis bahkan nilai karakter yang ada dalam diri masyarakat mandailing. Dan yang menjadi agak aneh adalah ketika Komunitas Mandailing di Malaysia meminta saudara mereka di Indonesia
memahami usulan soal tari Tor-tor masuk dalam warisan kebudayaan negeri
jiran. Salah satu alasannya adalah agar Tari Tor-tor bisa lestari dan
mendapat pengakuan negara, tidak hanya dipentaskan di rumah saja. "Kami
sudah 200 tahun di sini, sebelum wujud Malaysia dan Indonesia, kami
sudah ada di sini" kata mereka sehingga mereka menganggap perlu diakui juga oleh pemerintahnya dan hal itu bukanlah klaim malaysia.
Yang sedikit terlupakan oleh saudara kita yang berada di Malaysia adalah bahwa pemerintah Malaysia mencoba mendaftarkannya sebagai salah satu peninggalan nasional mereka. Hal yang sangat kontras jika mencoba membandingkan tarian barongsai di era Gus Dur yang memperbolehkan pertunjukkannya di Indonesia, dan mungkin saudara kita itu tidak mengetahui bahwa Indonesia tidak pernah menjadikannya sebagai peninggalan nasional karena memang tarian itu bukan lahir di Indonesia.
Dalam catatan sejarah menunjukkan bahwa masyarakat mandailing sudah sangat tersebar ke berbagai belahan dunia, menurut situs web Mandailing.org, masyarakat Mandailing merantau dalam
gelombang besar ke pesisir barat Malaysia pada beberapa dekade pertama
abad ke 19 akibat Perang Paderi, saat Indonesia belum lahir dan masih
bernama Hindia Belanda yang merupakan wilayah jajahan Belanda. Hingga
kini, keturunan orang-orang Mandailing masih banyak berada di wilayah
negara bagian Negeri Sembilan, Perak, Pahang dan Selangor di Malaysia.
Semisal migrasi orang jawa ke Suriname sehingga banyak budaya jawa menjadi bagian tidak terpisahkan dari negara itu, dan sekali lagi Suriname tidak juga menganggapnya sebagai peninggalan negeri mereka, tetapi dengan banyaknya kaum migran jawa di Suriname menjadikan budaya jawa ikut menjadi lestari tanpa harus mendapatkan pengakuan dari pemerintahnya
Tor-Tor akan selalu hidup dan lestari selama masyarakat mandailing melestarikannya dimana saja tanpa perlu adanya pengakuan dari suatu negara.
Sedikit informasi tentang tari Tor-Tor
Tari tor-tor bisa diiringi dengan iringan musik
magondangi. Tarian ini dimainkan dengan dibarengi alat-alat musik
tradisional seperti gondang, suling, terompet batak. Bahkan,
banyak masyarakat percaya tarian itu sebagai ritual yang berhubungan
dengan pemanggilan roh. Roh tersebut dipanggil kembali dan masuk ke
dalam patung-patung batu. Mereka percaya ini merupakan simbol
penghormatan terhadap leluhur. Kemudian, patung-patung itu
bergerak seperti menari, tetapi dengan gerakan kaku. Gerakan itu seperti
gerakan kaki sedang jinjit dan gerakan tangan.
Pada perkembangannya, jenis tor-tor menjadi beragam. Ada yang dinamakan tor tor Pangurason (tari pembersihan). Tari ini biasanya digelar pada saat pesta besar. Mereka beranggapan, sebelum pesta dimulai tempat pesta terlebih dahulu dibersihkan dengan menggunakan jeruk purut agar jauh dari mara bahaya.
Selanjutnya, ada tari tor-tor Sipitu Cawan (Tari tujuh cawan). Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja. Tari ini juga berasal dari 7 putri kayangan yang mandi di sebuah telaga di puncak gunung pusuk buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung (Pisau tujuh sarung).
Terakhir, ada tor tor Tunggal Panaluan yang merupakan suatu budaya ritual. Biasanya digelar apabila suatu desa dilanda musibah. Tunggal panaluan ditarikan oleh para dukun mendapat petunjuk solusi untuk mengatasi masalah. Sebab tongkat tunggal panaluan adalah perpaduan kesaktian Debata Natolu yaitu Benua atas, Benua tengah, dan Benua bawah.
Dahulu, tarian ini juga dilakukan untuk acara seremoni ketika orangtua atau anggota keluarganya meninggal dunia. Kini, tari tor-tor biasanya digunakan untuk acara acara seremonial di daerah Sumatera Utara dan dibeberapa daerah yang memiliki komunitas masyarakat mandailing.
Pada perkembangannya, jenis tor-tor menjadi beragam. Ada yang dinamakan tor tor Pangurason (tari pembersihan). Tari ini biasanya digelar pada saat pesta besar. Mereka beranggapan, sebelum pesta dimulai tempat pesta terlebih dahulu dibersihkan dengan menggunakan jeruk purut agar jauh dari mara bahaya.
Selanjutnya, ada tari tor-tor Sipitu Cawan (Tari tujuh cawan). Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja. Tari ini juga berasal dari 7 putri kayangan yang mandi di sebuah telaga di puncak gunung pusuk buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung (Pisau tujuh sarung).
Terakhir, ada tor tor Tunggal Panaluan yang merupakan suatu budaya ritual. Biasanya digelar apabila suatu desa dilanda musibah. Tunggal panaluan ditarikan oleh para dukun mendapat petunjuk solusi untuk mengatasi masalah. Sebab tongkat tunggal panaluan adalah perpaduan kesaktian Debata Natolu yaitu Benua atas, Benua tengah, dan Benua bawah.
Dahulu, tarian ini juga dilakukan untuk acara seremoni ketika orangtua atau anggota keluarganya meninggal dunia. Kini, tari tor-tor biasanya digunakan untuk acara acara seremonial di daerah Sumatera Utara dan dibeberapa daerah yang memiliki komunitas masyarakat mandailing.
Kamis, 14 Juni 2012
Kongres Mahasiswa Sumatera Utara....
Sebuah Gagasan Yang Ideal Dari Kaum Intelektual Muda
Read More..........
(14/06/2012) Semakin dekat perhelatan akbar masyarakat Sumatera Utara dalam pesta demokrasi pemilihan gubernur sumatera utara (pilgubsu), semakin membuat banyak kalangan mendiskusikannya dalam berbagai tingkatan kemampuan diskusinya, mulai dari warung kopi dari kalangan masyarakat yang awam terhadap perpolitikan lokal sumatera utara, ibu-ibu rumah tangga juga tidak mau ketinggalan untuk bisik bisik kalaulah tidak mau dikatakan pergunjingan kaum ibu tentang calon yang dianggap layak memimpin propinsi yang menjadi pintu masuk bagian barat dari negeri kita ini.
Pagi tadi diwarung sarapan pagi yang biasa, saya dan beberapa fungsionaris DPW PAN Sumut mendampingi H. Syah Affandin (Ondim) Ketua DPW PAN Sumut untuk diskusi ringan dengan beberapa elemen mahasiswa dari kelompok cipayung seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Medan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan serta Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) Sumut. Diskusi yang dimulai dari hanya sebuah cakap-cakap tentang pilgubsu yang akan berlangsung pada 2013 mendatang.
Dalam kesempatan yang unik itu, Ondim menyatakan beberapa agenda mendesak bagi sumatera utara yang harus menjadi bahan evaluasi bagi kalangan kampus termasuk mahasiswa, mahasiswa yang dianggap memiliki kemampuan yang melebihi masyarakat biasa harus berperan aktif dan tidak ikut-ikutan berpolitik sebab mahasiswa merupakan agen perubahan yang harus teguh mengawal proses demokrasi di sumatera utara, mengaktualisasikan diri melalui dialog lebih bijaksana dibandingkan harus teriak dijalanan.
Salah seorang aktivis mahasiswa menyatakan ide untuk menggelar Kongres Mahasiswa Sumatera Utara, yang akan dihadiri oleh perwakilan organisasi formal dan informal kampus dari seluruh sumatera utara, gagasan yang brilian dari cakap-cakap dipagi hari. Saya jadi teringat dengan masa lalu dimana menjadi salah satu inisitor dari kalangan aktivis 98 menggelar Kongres Mahasiswa Sumatera dengan membawa isu "Sumatera Merdeka" yang memang menjadi isu cukup seksi pada masa itu, mudah-mudahan saja ide kongres mahasiswa sumatera ini dapat terwujud dan melahirkan banyak rekomendasi bagi kemaslahatan masyarakat sumatera utara.
Ondim pun sangat menyambut baik gagasan ini, bahkan memberi muatan bagi mahasiswa agar ada output yang cerdas dan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di propinsi sumatera utara.
Hmmmm..... sarapan pagi yang menarik.
Langganan:
Postingan (Atom)

