Kamis, 30 Juni 2011

MASIHKAH ADA PERADABAN UNTUK KOTAKU.. (Memperingati HUT Kota Medan ke 421)

Kota Medan sejak semula didesain oleh koloni Belanda pada akhir abad ke-19 untuk menjadi sebuah kota modern dengan replika peradaban Eropa di dalamnya, tanpa menghilangkan karakteristik budaya asli yang dimiliki olehnya, Kota Medan merupakan salah satu ikon penting kota yang unik, tidak ada duanya di dunia. Sebuah kota Paris van Sumatera yang dirancang dan puluhan tahun diurus dengan serius oleh dewan kota (Gemeenteeraad) dan wali kotanya (Burgemeester) pada masa itu. Hal ini bisa kita telusuri jejak sejarah yang masih menjadi saksi di kota ini.

Saat ini Kota Medan terus berbenah mengikuti dinamika masyarakatnya yang sangat heterogen, kota yang merubah diri menjadi bagian dari kota dunia yang mengglobal sekaligus tanpa roh peradaban kota, lihatlah berbagai fasilitas publik yang menjadi hak publik semakin terabaikan, jembatan penyeberangan sangat tidak layak untuk dilalui, kotor dan kumuh, trotoar jalan banyak dihalangi oleh papan reklame raksasa atau tempat berjualan kaki lima sehingga menghalangi hak pengguna jalan kaki, gedung gedung pencakar langitpun sudah mulai tegak dengan angkuhnya, sangat kontras dengan kehidupan masyarakat kebanyakan yang terdapat di Kota Medan. Kemacetan lalu lintas sudah semakin menjadi hal yang biasa, Infrastruktur buruk tidak cuma jalan, taman, drainase, sampah, sekolah, dan pasar yang semrawut juga permaslahan banjir yang sudah sangat memprihatinkan beberapa waktu belakangan ini. Pelayanan birokrasi publik juga rusak parah. KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran harusnya gratis, justru kenyataannya tetap harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya.

Tetapi daerah yang dikenal dahulu sebagai kampong ini tetaplah kota yang kita cintai, tempat kita berdiri dengan semua kekuatan dan kelemahan kita masyarakatnya, dan tentunya diharapkan semua hal yang dilakukan oleh seluruh potensi yang ada di kota ini termasuk birokrasi, akademisi, kalangan bisnis serta masyarakat lainnya dapat mewujudkan sebuah peradaban baru bagi kota ini untuk generasi yang akan datang, Medan yang madani adalah Medan yang tetap menjaga peradabannya dimasa lalu serta mendesign sebuah peradaban bagi masa yang akan datang, bukan yang semata hanya untuk sebuah kepentingan ekonomi dan politik jangka pendek saja.

Memperingati hari jadi kota Medan tidak hanya cukup dilakukan dengan semangat hura hura, pesta kembang api, panggung hiburan disana sini,  serta seabreg acara seremonial yang bersifat symbol saja namun mari kita kenang memori kita akan sisi tingginya peradaban kota ini dimasa lalu dan apa yang bisa kita lakukan untuk membangun peradaban bagi sebuah kota kita yang ideal, dimana hak hak publik sangat dihargai oleh semua orang, infrastruktur dibangun dan dirawat dengan baik. Bukan tidak mungkin disuatu saat nanti kita akan memiliki sebuah kawasan dalam kota yang bebas kenderaan, kawasan yang hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki untuk melihat dan mengenang peradaban yang ada di kota yang kita cintai ini.

Selamat HUT ke 421 Medanku… Medan kita bersama............... pintu gerbang Propinsi Sumatera Utara.

H.Hendra Cipta,SE @ 01 Juli 2011
Read More..........

ZERO TOLERANCE UNTUK KEKERASAN POLRI - Selamat HUT Bhayangkara ke 65

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) Hari ini memperingati usianya yang ke-65 tahun, sebuah usia yang cukup matang dalam sisi kehidupan. Sebagai pengemban peran yang sangat strategis dalam menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat agar dapat menjalankan seluruh aktivitasnya secara normal dan menjadi instrument pendukung proses pembangunan di negeri ini. Menjaga agar suasana dalam negeri untuk tetap kondusif, mengontrol dinamika sosial agar berjalan semestinya, mendukung secara tidak langsung iklim investasi dan berusaha agar dapat berjalan dengan wajar menjadi salah satu tugas yang dijalankan oleh lembaga POLRI.
Sepanjang tahun 2010-2011 LBH membuat catatan khusus bagi institusi POLRI untuk menjadi bahan evaluasi bagi internal institusi tersebut diantaranya masih banyaknya diskriminasi penegakkan hukum dalam kasus kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan yang kerap kali institusi kepolisian terlibat secara langsung maupun tidak langsung yang melanggar hak kebebasan beragama masyarakat. Tingkat penyiksaan dalam proses penyelidikan dan penyidikan masih tinggi. Berdasarkan riset LBH, di Jakarta saja penyiksaan masih terjadi secara sistematis dan terus menerus. Pada 2005 ditemukan 81,1 % tersangka mengalami penyiksaan saat diperiksa di tingkat kepolisian.

Angka ini bertambah pada 2008, yaitu 83,65 % tersangka mengaku mengalami penyiksaan. Yang lebih mengejutkan lagi, 77% penyiksaan dilakukan untuk memperoleh pengakuan dan mendapatkan informasi. Padahal pengakuan hanya salah satu dari lima alat bukti yang dapat digunakan oleh aparat kepolisian, belum lagi banyaknya praktik penahanan illegal, meluas, tidak adil dan boros karena bertentangan dengan konstitusi dan prinsip-prinsip hukum internasional. Menurut data LBH Jakarta, jumlah tahanan di Indonesia mencapai 47 % dari jumlah orang yang menghuni lembaga pemasyarakatan. Sampai september 2010 sebanyak 50.089 orang telah ditahan selama proses penyidikan dan persidangan. Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Dan yang cukup mencerminkan kekinian dan tampak dalam kasat mata adalah semakin gampangnya POLRI melakukan penembakan terhadap tersangka teroris. Menurut data resmi yang dikeluarkan Polri, 2000 sampai 2010, sebanyak 44 teroris mati ditembak, dan 10 teroris didata tewas bunuh diri. 
POLRI yang merupakan bagian dari masyarakat sipil sebaiknya melakukan berbagai pendekatan yang menjunjung keadilan dalam menegakkan proses hukum, tetapi harus juga kita memaklumi segala upaya polri dalam membenahi institusinya secara internal, pengembangan sumber daya personil masih terus dilakukan dengan mengikuti perkembangan yang ada… semua itu butuh waktu menuju polri yang professional dan dicintai oleh masyarakatnya.., mengembangkan kemitraan dengan masyarakat merupakan salah satu pilihan yang cukup bijak dalam upaya merebut hati masyarakat, tetapi hal itu belumlah cukup disitu saja ketika selama masyarakat itu sendiri memandang dengan angker seluruh kantor polisi yang ada, hal ini mungkin akibat pengalaman kehidupan masyarakat dimasa sebelum polri melakukan pembenahan diri.
Terlepas dari itu semua, kita seyogyanya tidak pernah memberikan sedikitpun toleransi (mengutip istilah LBH “ZERO TOLERANCE”) untuk setiap aksi kekerasan yang dilakukan oleh institusi penegak hukum ini, semuanya bukanlah mencerminkan kebencian kita sebagai masyarakat kepada Polri tetapi harapan kita agar Polri semakin mendekati kenyataan dalam profesionalisme kerjanya.
Selamat HUT Bhayangkara Ke 65 tahun, semoga Polri semakin mengabdi, melindungi dan mengayomi masyarakat di negeri kita Indonesia. Sekali lagi “ZERO TOLERANCE” untuk setiap kekerasan oknum Polri, hingga kita tidak pernah melihat air mata yang mengalir lagi akibat tindakan kekerasaan atas nama penegakkan hukum yang melanggar hukum.
H.Hendra Cipta,SE @ 01 Juli 2011
Read More..........

Rabu, 29 Juni 2011

Pemerintah Harus Perhatikan Organisasi yang Peduli pada Masyarakat

(Sumber Harian Analisa)
Penasehat Paguyuban Jawa Bersatu (PJB) Sumatera Utara H Syah Afandin SH mengatakan dalam situasi dan kondisi moral bangsa yang memprihatinkan saat ini masih ada pihak yang peduli terhadap nasib sesama.
"Seharusnya pemerintah menaruh perhatian terhadap PJB Sumut yang telah berbuat untuk sesamanya. Lihatlah mereka tidak meminta apapun kepada pemerintah karena itu pemerintah harus memberikan perhatian pada mereka," ujarnya pada bhakti sosial berupa sunatan massal dan donor darah PJB Sumut di PJB Sport Center Pasar IV Mabar, Minggu (26/6).
Syah Afandin yang akrab disapa Om Din mengatakan akan protes kepada Pemko Medan yang tidak peduli terhadap organisasi kemasyarakatan seperti PJB yang peduli terhadap kehidupan sesamanya khususnya yang kurang mampu.
Pada kesempatan itu Om Din yang juga Ketua DPW PAN Sumut mengatakan, kalau kegiatan seperti ini dilakukan menjelang pemilihan legislatif atau pemilihan kepala daerah maka spanduk atau orang yang akan memberikan bantuan akan berbondong-bondong datang. "Bahkan kadang bantuan berlebihan," ujarnya.
Meskipun demikian Om Din tidak khawatir karena di PJB banyak donatur yang tidak memandang pamrih seperti Adi Munasip, Supardi (Sekretaris PAN Deli Serdang) yang akan dipilih meski tidak berkampanye pada pemilihan," ujarnya.
Tingkatkan silaturahmi
Sementara Ketua DPW PJB Sumut Drs H Adi Munasib MM menjelaskan kegiatan bertema,"Meningkatkan kepeduliaan sosial, silaturahmi dan kebersamaan untuk masa depan yang lebih baik", memang bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi pada sesama.
"Lembaga ini memang didirikan untuk membantu masyarakat Jawa khususnya dan masyarakat umumnya tanpa terkecuali," ujarnya.
Adi Munasip mengatakan, acara digelar di daerah pinggiran seperti Mabar karena di daerah ini memang yang banyak membutuhkan uluran tangan seperti sunatan massal.
Khusus bakti sosial kali ini kata Adi Munasip ditargetkan mampu menyunat sebanyak 100 anak dan mengumpul 100 kantung darah.
Terakhir ia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak seperti Syah Afandin selaku penasehat, H Irianto selaku Ketua Pantia Pelaksana serta Direktur Rumah Sakit Dzoelham drg Susyanto yang bekerjasama dalam sunatan massal dan donor darah.
Sedangkan drg Susyanto sendiri mengatakan kerjasama ini saling menguntungkan kedua belah pihak. "Kami memberikan tenaga medis untuk donor darah dan sunatan massal tapi kami memeroleh darah," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan sunatan massal baik bagi kesehatan. Sunatan menjaga kebersihan sementara donor darah membersihkan diri atau darah itu sendiri.
Hadir pada kesempatan itu sesepuh PJB Sumut H Sukirman, Lurah Mabar Hilir Erwin Dalimunthe dan lainnya.
Erwin yang terlambat karena menghadiri acara di Pemko Medan mengatakan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan PJB Sumut karena peduli terhadap masyarakat.
Read More..........

Selasa, 28 Juni 2011

SILATURRAHIM DPW PAN SUMUT KE PW MUHAMMADIYAH SUMUT - Tidak Hanya Sekedar Merajut Chemistry

DPW PAN Sumatera Utara melakukan kunjungan silaturrahim ke PW Muhammadiyah Sumatera Utara yang langsung diterima oleh Ketua PWM Sumut, Prof Asmuni bersama beberapa fungsionaris lain diantaranya Sekretaris PWM Sumut, Nasir Wahab, Prof.Ibrahim Gultom, Mario Kasduri, Bahril Datuk, Sarwo Edi dan Shohibul Anshor Siregar, pada hari/tgl: selasa 29 Juni 2010 bertempat di ruang Rapat PWM SUMUT LT.II Gedung Dakwah Muhammadiyah SUMUT Jl. SM.Raja Medan.

Dalam kunjungan silaturrahim tersebut, H. Syah Affandin (Ondim) menyampaikan rasa suka cita yang cukup mendalam atas hubungan yang telah terjalin selama ini antara PAN dengan Muhammadiyah, sebagai anak perjuangan yang dilahirkan dari sebuah ijtihad politik kaum Muhammadiyah pada masa reformasi, maka menurut Ondim sudah sewajarnya PAN memberikan perhatian yang lebih besar kepada Muhammadiyah, meskipun disadarinya bahwa apa yang telah dilakukan oleh PAN sampai saat ini belum begitu memenuhi rasa kepuasan yang maksimal bagi kalangan perserikatan ini.

sedangkan Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara menyampaikan pandangan independensi muhammadiyah yang tidak berafiliasi secara langsung kepada salah satu parpol yang ada, dimensi yang berbeda antara Muhammadiyah yang sangat concern pada bidang dakwah bagi upaya pencerahan kualitas hidup masyarakat dengan PAN yang berjuang dalam dimensi politik guna meraih kekuasaan untuk mensejahterakan masyarakat,  tetapi beliau sangat memahami adanya hubungan chemistry yang dalam antara Muhammadiyah dan PAN, , dan PAN diharapkan terus melakukan dakwah dibidang Politik karena dari sisi kuantitatif kader Muhammadiyah paling banyak berada di PAN, oleh karenanya beliau mengharapkan kader kader Muhammadiyah yang berkiprah di PAN untuk terus menjaga identitas ke-muhammadiyah-annya, dan diharapkan dimasa mendatang dapat meningkatkan hubungan silaturrahim antara PAN dan Muhammadiyah.

Suasana silaturrahim yang berlangsung secara sederhana dan penuh kekeluargaan itu cukup banyak mendiskusikan berbagai hal menyangkut kondisi Sumatera Utara.

Turut mendampingi Ketua DPW PAN SUMUT, Drs.Parluhutan Siregar (Sekretaris), Usman Hasibuan (Bendahara), Aripay Tambunan,Hapcin Suhairy,Asrul Kidam,H.Hendra Cipta (Wakil Ketua), Soerkani, Suhandi (Wakil Sekretaris) dan A.Fauzan (Wakil Bendahara).
www.dpwpansumut.com
Read More..........

Adakah Pertentangan Antara Nasionalisme dan Ketaatan Beragama

Negara-negara yang terdapat di Mesir, Irak, dan sekitarnya pada masa lalu menunjukkan adanya hubungan yang unik, organik, antara rakyat dan rajanya. Pada masa anta abad 6-2 sebelum masehi berdirilah kota-kota yang mandiri di negara Yunani. Mereka disebut Polis. Seperti kota Athena, Asbarita, dsb. Di kota-kota tersebut muncul pemikiran politis yang lebih mudahnya disebut "State City". Karena saat itu belum ada negara dengan pengertian seperti sekarang ini. Muncul pula pemahaman para penduduk kota tersebut, bahwa mereka sebagai wargakota. Dalam bahasa Yunani disebut sebagai "Polieteia". Lalu pemahaman tersebut bergeser ke kota Roma. Maka lantas penduduk kota ini disebut sebagai "Civitas Romana". Begitulah pemahaman kewargaan muncul di kota-kota tersebut.
Pada abad pertengahan, setelah Kristen dan Islam tersebar, pemahaman kewargaan dalam lingkup kota sebagai kesatuan politik-sosial-ekonomi terhenti dan hilang. Diikuti dengan serangan dari barisan agama, yang kelak menjadi dasar identitas inividu, dan penertiban hak & kewajiban. Maka lantas tersebarlah Kristen di Eropa dan dipeluk oleh seluruh orang Eropa kecuali beberapa kelompok Yahudi yang tersebar. Sementara Islam menjadi agama seluruh kawasan Timur Tengah, kecuali beberapa kelompok Yahudi dan Kristen. Dengan demikian keberadaan individu-individu baik yang di kawasan Islam atau Kristen mulai terbatasi oleh identitas agamanya, sekiranya agama mereka menjadi pengganti pemahaman kewargaan sebelumnya.
Seiring dengan perkembangan masa, kawasan Kristen terbagi-bagi ke berbagai wilayah yang masing-masing memiliki pemimpin. Demikian juga Islam, terpecah ke beberapa wilayah yang dipimpin seorang Amir, Wali, atau Raja, dan semacamnya. Biasanya wilayah-wilayah ttersebut diberi nama sesuai nama pemimpinnya. Seperti Ikhsyiyidiy dan Tholuniy di Mesir, Adarisa di Afrika Utara, Sholihiyah di Yaman, dan sebagainya.

MASA PENCERAHAN

Setelah Eropa memasuki masa pencerahan, muncullah beberapa kota di jalan-jalan utama di berbagai wilayah. Mula-mula kota-kota tersebut dinamakan "Burg" (yang berasal dari bahasa Arab "burj" = Istana/benteng), karena pada dasarnya ia digunakan dengan arti hotel yang di sekitarnya didirikan tempat-tempat belanja dan pemukiman. Dan kata "Burg" ini sampai sekarang masih dipakai sebagai nama beberapa kota, misalnya Hamburg, Betsburg, Hedlburg, dll. Penduduk kota-kota ini mempunyai keistimewaan tersendiri. Mereka secara politik dan hukum, keberadaan mereka terlepas dari pengaruh berbagai wilayah yang ada. Mereka ini disebut Burgoise (dari kata "burg").
Pada masa-masa ini di dunia Islam belum diketahui ada paham negara (daulah) atau pemerintahan (hukumah).
Dalam kamus-kamus kuna, tak ditemukan kata "daulah" sama sekali. Yang ada hanya kata "duulah" dengan arti sesuatu yang "beredar" antara beberapa orang. Sebagaimana kata tersebut terdapa dalam ayat al-Qur'an "...laa yakuuna duulatan bainal aghniyaa'i minkum" al-Hasyr: 59.
Dalam bahasa Arab kata "daulah" mula-mula berarti beredar/berkelilingnya para raja di antara rakyatnya ditempat tertentu. Kemudian mengalami pergeseran makna, sehingga dikatakan "daulatu fulan" (daulahnya si polan), yang berarti sebuah masa atau tempat yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekuasaan. Setelah itu kata "daulah" menjadi terjemahan kata Inggris "state", sehingga pada akhirnya "daulah" berartikan seperti sekarang ini. Dan Lembaga Bahasa Arab menetapkan kata tersebut dengan arti demikian tadi, yang akhirnya nampak dalam kamus-kamus modern seperti al-Wasith dengan arti: segolongan manusia yang menetap di sebuah wilayah terbatas, merdeka dengan undang-undang tertentu. Dan lantas para penulis, dan cendekiawan, mengeneralisir pemakaian kata daulah tersebut untuk menyebut semua wilayah sepanjang sejarah. Padahal kenyataannya ada yang tidak sama, baik secara bentuk dan substansinya. Secara lahir tak semua wilayah bisa selau disebut "daulah". Dan secara substansial banyak wilayah yang tak memiliki aturan politik, ekonomi, sosial, dan perundang-undangan tertentu. Dia tak lebih hanyalah merupakan kekuasaan politik atas kelompok manusia, sementara mereka hidup sesuai kebiasaan dan tradisi mereka.

KEKUASAAN DAN PEMERINTAHAN

Dengan demikian sebuah kekuasaan tak selamanya bisa disebut pemerintahan. Apalagi pemerintahan politik ini menurut al-Qur'an dan orang Arab diterjemahkan dengan kata "al-amr". Sementara kata "al-hukm" sendiri dalam al-Qur'an mempunyai arti penyelesaian persengketaan skala sempit. Hanyalah karena pengaruh Barat, kata "government" diterjemahkan kedalam bahasa Arab dengan kata "hukumah". Sehingga kata "hukumah" ini dipergunakan secara luas dengan arti "lembaga administrasi yang menguasai urusan negara di bidang legislatif, ekskutif, dan yudikatif." Oleh sebagian negara kata hukumah ini diganti denga "administration", seperti di USA. Sebagaimana kata "daulah", penggunaan kata "hukumah" ini mengalami pengeneralisasian sepanjang sejarah, sejak awal Islam.Walaupun wilayah-wilayah yang ada pada waktu itu tak selalu bisa disebut dengan hukumah.
Dengan begitu, berarti kenyataan sejarah selama masa pertengahan belum mengenal paham daulah, hukumah, atau kewarganegaraan. Yang dikenal hanyalah identitas, hak & kewajiban perorangan yang diatur oleh agama dan wilayah masing-masing. Sehingga seorang muslim yang berada di wilayah Islam mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda dengan muslim yang berada di wilayah Kristen. Dan begitu pula sebaliknya, seorang yang beragama Kristen di wilayah Kristen berbeda situasi dan kondisinya dengan Kristiani di wilayah Islam. Keberadaan mereka pada masa itu, mempunyai hubungan/ketergantungan dengan pihak penguasa bukan dengan wilayah atau kota.
Sebelum pecahnya revolusi Perancis tahun 1789, rakyat perancis terbagi ke dalam tiga bagian; kalangan agamawan, bangsawan, dan orang awam. Mereka terbagi-bagi sesuai klasnya. Begitu pula badan legislatif terbagi dan terwakili menurut tiga klas tersebut. Dengan pecahnya revolusi, berakhir pulalah sistem klasifikasi tersebut, dan rakyat bergabung jadi satu. Dengan begitu loyalitas mereka tertambat pada lembaga negara, Perancis. Dengan ungkapan lain, Perancis adalah satu kota. Keadaan Perancis seperti itu akhirnya mudah termasuki paham "State City" yang sedang meluas di Yunani. Sehingga orang-orang Perancis saling menyebut di antara mereka sebagai "Citoyen" dengan arti penduduk (terjemah kata Yunani "Poliet", Latin "Civilis", dan Inggris "Citizen"). Dari situ mulailah muncul, menurut istilah plitik dan undang-undang, kata "kewarganegaraan" (muwathanah, terjemahan kata Perancis "Citoyennete", Latin "Civilis", dan Inggris "Citizenship"), yang mempunyai hubungan dengan lembaga negara -bukan raja atau pemimpin- tak membeda-bedakan agama, jenis, warna kulit, dan bahasanya. Sebuah hubungan yang diatur oleh dustur yang mengatur hak dan kewajiban secara adil.

"KEWARGANEGARAAN" HASIL PEMIKIRAN MANUSIA

Dengan demikian konsep kewarganegaraan adalan temuan manusia, yang diterapkan dalam dataran negara, yang membentuk hubungan antara penduduk dan negara tanpa membeda-bedakan agama, jenis, ras, dan bahasa. Hak dan kewajiban diatur oleh undang-undang yang ditegakkan oleh seluruh rakyat melalui majlis-majlis dan lembaga-lembaga perwakilan.
Pada tahun 1923, muncul dustur pertamakali di Mesir, dan di dunia Arab. Dengannya seluruh orang Mesir menyandang kebangsaan Mesir, dan tidak lagi disebut rakyat Utsmani.
Melihat perjuangan orang Mesir pada masa 20-an sampai 50-an membebaskan diri dari penjajahan Inggris, seorang politikus Kristen Mesir (Makram Abid) mengatakan: "Mesir bukanlah sebuah negara yang kita hidup di dalamnya, tapi ia adalah negara yang tumbuh di dalam hati kita." Sebuah ungkapan patriotis yang dimaksudkan untuk menghilangkan sekat penghalang antara kalangan Kristiani dan Muslim, karena mereka merupakan satu generasi yang tumbuh dalam satu negara, sama meresakan pahit-getirnya perjuangan melawan penjajah. Jelas, pernyataan itu tiada lain adalah bentuk lain dari kata "muwathanah".
Berdasar pernyataan tersebut, seorang pemimpin jamaah Islam Politik mengatakan: "Islam adalah negara". Ungkapan ini berlawanan dengan paham "muwathanah", sesuai sejarah, politik, dan undang-undang. Sebagaimana ia dimaksudkan untuk meletakkan konsep "kewarganegaraan" di samping "ketaatan beragama" (tadayyun) dalam pilihan yang tunggal, yang hanya mempunyai satu sisi. Dengan perkataan lain, dua hal tersebut memang tidak bisa saling diperhadapkan. Dengan pemahaman tunggal seperti itu, seorang yang taat beragama (mutadayyin) akan merasa berkedudukan lebih tinggi di atas prinsip nasionalisme, dan bahkan mengingkari prinsip itu. Dan sebaliknya kelompok nasionalis yang fanatik akan berlaku lancang dan kurangajar terhadap kelompok mutadayyin, dan bahkan bisa jadi kelancangan mereka menyentuh nilai-nilai ajaran agama. Sehingga akhirnya tak ayal keadaan seperti itu memperuncing rasa permusuhan antara kedua kubu tersebut.
Perlawanan antara negara dan agama (keyakinan), dalam sejarah seringkali terjadi. Di Roma, pernah terjadi antara kelompok berkayakinan "persaudaraan kemanusiaan" dan kelompok nasionalisme Roma. Sampai-sampai, pada saat itu, Kaisarnya sendiri turun tangan melerai pertarungan antara kedua kelompok tersebut. Kaisar Markos Orlios (memerintah 160-180 M) yang juga seorang failosof tersebut, mengatakan: "Umat manusia keseluruhan adalah bersaudara. Yang baik-baik dan yang jelek, semuanya hamba Tuhan.. Dan saya (sebagai Kaisar) Roma adalah negeriku, dan saya sebagai manusia..negeriku adalah seantero dunia."
Dan pada masa sebelum runtuhnya Uni Soviet, terjadi pertarungan antara Marxisme -yang berpendapat bahwa generasi kalangan pekerja di penjuru dunia adalah saudara- dan pejuang nasionalis yang menganggap sebagian marxist berkhianat terhadap negara.
Kedua contoh itu, yang pertama terjadi sebelum menyebarnya agama Kristen, dan yang kedua pada zaman modern. Selain itu banyak kasus yang bisa dibikin contoh.
Sedangkan kasus yang menunjukkan kecocokan antara agama dan negara adalah yang terjadi di Jepang. Mayoritas penduduk Jepang terbagi ke dua kelompok, pemeluk Shinto dan Buda. Begitu juga di Cina yang sebagian besar penduduknya beragama Buda dan Konghucu.
Jika pada akhir abad 2 M, Kaisar Roma telah berbuat bijaksana melerai pertempuran dua kecenderungan di wilayahnya, pun demikian apa yang terjadi di beberapa bangsa; kesesuaian dan pendekatan antara beberapa keyakinan. Mengapa sekarang kalangan gerakan Islam harus mempertentangkan antara nasionalisme dan tadayyun!?

SYARI'AH TEMPATNYA DI HATI

Islam adalah syari'ah yang tak mempunyai tempat lain kecuali hati. Adapun negara merupakan tempat langgeng yang dimukimi oleh seseorang. Maka bagaimana Islam akan berubah menjadi tempat, bagaimana iman berubah jadi tempat!? Padahal perbedaannya sangat jelas sekali. Iman bertempat di hati dan nampak secara lahir pada amal perbuatan. Sementara tempat adalah sesuatu yang ditempati/mukimi oleh seseorang!!
Berubahnya slogan "Islam adalah negara" dari sekedar perasaan ke bentuk praktek nyata, akan berdampak pada penggantian pengertian iman lalu menggeser pengertian negara.
Iman adalah perasaan umum. Ia merupakan penampilan kepribadian universal. Jika ia dibatasi oleh tempat, maka akan merubahnya menjadi materi, mejadikannya sebagai rasisme, dan ideologi.
Sedangkan negara adalah bentuk dan konsep, meliputi manusia, geografi, sejarah, politik, dan fakta masa lalu dan masa yang akan datang. Berubahnya agama menjadi materi, bentuk rasisme, atau aturan ideologi, akan merusak seluruh bentuk dan konsep negara demi kepentingan golongan, atau organisasi yang akan menggantikan konsep negara dan kewarganegaraan.
Dengan begitu iman akan berubah bentuk secara keseluruhan, negara akan rusak total, dan berakhirlah faham kewarganegaraan dengan segala kaitannya. Loyalitas seseorang akan bertumpu pada organisasi bukan kepada negara, kecenderungannya hanya pada seorang atau beberapa orang saja bukan kepada seluruh bangsa, secara umum kepada seluruh umat manusia dan kepada undang-undang khususnya. Yang dikhawatirkan berdampak pada munculnya sistem apatride, dimana seseorang terbuang tak bernegara dan tak berkewarganegaraan.
Dalam situasi kacau seperti itu, unsur-unsur negara tak akan mungkin mampu menghadapi gempuran musuh dan melakukan perlindungan terhadap penduduknya. Apalagi jika ditambah situasi terpecah-belahnya kekuatan nasional. Situasi yang sangat kacau yang hanya akan mempermudah kedatangan musuh siap menghancurkan.
(tulisan dari M. Sa'id el Asymawi (Pensiunan Ketua Mahkamah Agung Mesir)
Read More..........

Kejaksaan Akui Kekeliruan Surat Cekal Yusril

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kejaksaan Agung mengakui surat cegah bepergian ke luar negeri yang diterbitkan untuk eks Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra ada kekeliruan teknis. "Memang ada kekeliruan dan sudah diperbaiki. Kemarin copy-paste ada kesalahan," kata Juru Bicara Kejaksaan Agung  Noor Rochmad di Jakarta, Rabu 29 Juni 2011.

Perubahan surat cegah menurut Noor mungkin dilakukan. Sebab dalam klausul keputusan Jaksa Agung  untuk surat cegah, termuat aturan yang memungkinkan surat cegah diperbaiki jika terdapat kekeliruan di dalamnya. "Diubah dengan disesuaikan dengan undang-undang yang baru. Sudah kami kirim ke Imigrasi," ujarnya.

Tindakan Kejaksaan Agung dicibir Yusril. Menurutnya, perubahan surat cegah mencoreng seluruh jajaran Kejaksaan Agung  dan menunjukkan ketidakmampuan mereka menjalankan hukum. Lebih baik, kata Yusril, Kejaksaan Agung  menunggu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara dalam memutuskan gugatan Yusril.

Kalau Kejaksaan Agung merubah SK tersebut, Yusril akan memperkarakannya kembali di Pengadilan Negeri. Diantaranya apakah  tindakan perubahan itu bisa dibenarkan atau tidak menurut hukum. "Kalau Kejaksaan Agung  ngotot mau merubah, itu menandakan kecerobohan dan kebodohan mereka sendiri," kata dia.

Pada 27 Juni 2011, Yusril mendaftarkan gugatan ke PTUN DKI Jakarta. Dalam gugatannya, Yusril meminta surat cegah bepergian ke luar negeri untuknya dibatalkan. Surat cegah tersebut terkait status Yusril sebagai tersangka kasus korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum), yang penanganan perkaranya belum rampung di Kejaksaan Agung.

Yusril mengklaim, tindakan Jaksa Agung Basrief Arief bukan sekadar bentuk kezoliman, melainkan juga mempertontonkan kebodohan sebagai petinggi hukum di Indonesia. Alasannya, dalam surat cekal Nomor Kep-195/D/Dsp.3/06/2011, Basrief menggunakan UU No 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian yang sudah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku dengan UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Peraturan-peraturan pelaksana yang juga sudah tidak berlaku, Yusril menambahkan, digunakan untuk mencegah bepergian ke luar negeri selama setahun. Padahal, undang-undang yang baru hanya memberi kewenangan kepada Jaksa Agung melakukan cekal maksimal enam bulan.

Read More..........

The Last Samurai

Berperan sebagai Nathan Algren, Tom Cruise direkruit oleh pihak jepang untuk menyelesaikan masalah internal mereka yang berkepanjangan.

Nathan sendiri adalah kapten yang lolos dari perang saudara dan senang bermabuk2an. Tugasnya kali ini untuk membantu pihak jepang dalam melawan bangsannya sendiri tidaklah mudah. Apalagi ketika yang dilawan adalah para Samurai, yang mempunyai tradisi keras dan kuno.

Apesnya, Nathan tertangkap dalam sebuah penyerangan dengan pihak samurai. dan ia pun resmi menjadi tawanan perang.

Tawanan perang identik dengan penyiksaan bukan?

Tapi kalian salah.. karena justru pihak samurai jepang membawa Nathan ke perkampungan samurai yang terpencil. disana nathan mempelajari, arti sesungguhnya dari menjadi Samurai. Ia pun bertemu dengan legenda samurai : Katsumoto.

Para penduduk desa semua bersifat apatis terhadap nathan, tp lambat laun , mereka semua menganggap nathan sebagai bagian dari mereka. Sekarang nathan bingung, sebenarnya ia ada di pihak mana.

Filmnya Kerenn...
bukan karena yang main Tom cruise & ken Watanabe ya... tp karena begitu banyak nilai kehidupan yang bisa dipelajari dari film berdurasi hampir 2.5 jam ini.

film ini juga layak ditonton bersama keluarga, karena tidak ada sedikit pun adegan 17+ :D .
Read More..........

Wanita Terkaya dengan Harta Rp 1.375 Triliun

TEMPO Interaktif,  Gina Rinehart, 57 tahun, sungguh mengguncang dunia. Pengusaha terkaya asal Australia ini disejajarkan dengan orang-orang terkaya di dunia seperti Carlos Sim, Bill Gates dan Warren Buffet. Bahkan kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 1.375 triliun atau hampir setara APBN Indonesia.
Laman berita dunia hari ini menulisnya sebagai calon wanita pertama sekaligus orang terkaya sejagat. Kekayaannya menyalip Carlos Slim, penguasaha telekomunikasi asal Meksiko dengan kekayaan Rp 649,7 triliun dan Pemilik Microsof, Bill Gates dari Amerika dengan kekayaan Rp. 491,7 triliun.

Rinehart mulai membangun kembali usaha pertambang keluarganya sejak usia 30 tahun. Janda empat anak ini mendapatkan warisan perusahaan tambang, Hancock Prospecting, yang terancam bangkrut dari ayahnya.

Sejak ditangani Rinehart, Hancock Prospecting kian berkembang menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia. Pada 2010 keuntungan perusahaan ini meningkat dua kali lipat mencapai ratusan triliun.

Tapi penyelidikan Citigroup lebih mengejutkan. Keuntungan yang didapat sepanjang 2010 belum seberapa mengingat Renehart gencar melakukan ekspansi pertambangan batu bara dan bijih besi. Bahkan kekayaannya dipredikasi akan terus tumbuh puluhan kali lipat pada tahun mendatang.

Jika perusahaan Rinehart masuk bursa Australia (ASX) ia bisa mendapatkan US$30 miliar atau 260 triliun rupiah,'' demikian perhitungan situs bisnis Australia SmartCompany. Selain itu ekspansinya di tambang bara dan biji besi bisa meraih untung setiap tahun mendekati US$ 10 miliar atau sekitar Rp 85 triliun.


Berikut ini daftar orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes 2011:

1. Carlos Slim (Meksiko) - Rp 649,7 triliun, telekomunikasi

Slim, 71, pertama menunjukkan bakat bisnisnya di usia 10 tahun dengan menjual minuman dan makanan ringan untuk keluarganya. Setelah belajar teknik, ia mendirikan sebuah perusahaan real estate dan bekerja sebagai pedagang di bursa saham Meksiko. Slim dikenal dengan "sentuhan Midas" dalam mengakuisisi perusahaan bermasalah dan mengubahnya menjadi penghasil uang.

Kekayaan besarnya kontras dengan gaya hidup hematnya. Dia telah tinggal di rumah yang sama selama sekitar 40 tahun dan mengendarai sebuah Mercedes Benz tua, meskipun dilapisi baja dan dikawal.

Dia telah terlibat dalam memerangi kemiskinan, buta huruf dan kesehatan buruk di Amerika Latin dan mempromosikan proyek-proyek olahraga bagi masyarakat miskin, tetapi tidak pernah menyatakan berencana untuk memberikan sebagian besar kekayaannya untuk amal.

2. Bill Gates (USA) - Rp 491,7 triliun, Microsoft

Merasakan awal dari revolusi komputer pribadi, Gates, 55, keluar dari Harvard University pada tahun 1975 untuk memulai Microsoft dan mengejar visi komputer di setiap meja dan di setiap rumah. Microsoft go public pada tahun 1986 dan setahun kemudian sahamnya melonjak membuat Gates, pada usia 31, menjadi miliarder.

Pada tahun 2008 ia mengundurkan diri dari perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia itu untuk bekerja di The Bill and Melinda Gates Foundation. Dia telah memberikan Rp 245,8 triliun kekayaannya untuk yayasan itu.

Bersama istrinya Melinda dan Warren Buffett, dia juga meyakinkan 57 miliuner AS untuk meneken Janji Memberi dan secara publik berjanji memberikan setidaknya 50 persen dari kekayaan mereka selama hidup mereka atau pada saat kematian mereka.

3. Warren Buffett (USA) - Rp 439 triliun, Berkshire Hathaway

Buffett, 80, telah menjalankan konglomerasinya yang berpusat di Omaha, Nebraska, sejak tahun 1965. Bisnisnya dari kereta api hingga es krim.

Pada tahun 2006 ia berjanji untuk memberikan 99 persen kekayaannya ke Bill dan Melinda Gates Foundation dan amal keluarga. Sejauh ini dia telah memberikan US$ 8 miliar (Rp 70,2 triliun) ke Yayasan Gates.

4. Bernard Arnault (Prancis) - Rp 360 triliun, LVMH

Arnault, 62, teman dari Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dididik di Ecole Polytechnique dan bergabung dengan perusahaan konstruksi ayahnya di usia 25. Dia memperoleh reputasi pemburu perusahaan yang kejam setelah mendorong keluar saingan pemegang saham ketika ia mulai membangun grup LVMH pada 1990-an dengan merek Louis Vuitton, Moet dan Hennessy.

Saat ini grup itu menjadi grup pembuat barang mewah terbesar di dunia. Imejnya sebagai predator menghantuinya ketika dia berjuang dengan sia-sia untuk mengakuisisi Gucci pada tahun 1999 dan 2000. Lalu minggu ini dia menghentak pembuat perhiasan Bulgari sebesar US$ 5,18 miliar.

5. Larry Ellison (USA) - Rp 347 triliun, Oracle Corp

Ellison, pendiri dan CEO Oracle, dikenal dengan persaingannya dengan pembuat perangkat lunak Jerman SAP AG. Eksekutif itu akhir tahun lalu menyerang Hewlett Packard yang menurutnya tidak adil karena memecat teman lamanya Mark Hurd. Ellison kemudian mempekerjakannya.

Ellison, yang memenangkan kejuaraan berlayar Piala Amerika tahun lalu, dianggap salah satu "orang lama" dari Silicon Valley.

6. Lakshmi Mittal (India) - Rp 273 triliun, baja

Taipan baja berbasis di London, Mittal, 60, menjalankan ArcelorMittal, produsen baja terbesar di dunia.

7. Amancio Ortega (Spanyol) - Rp 272 triliun, ritel

Amancio Ortega, 74, memulai bisnis pakaian di tahun 1960 dengan membuat gaun di garasinya di La Coruna. Perusahaannya, Inditex, memiliki rumah mode Zara dan sekarang menjadi pengecer pakaian terbesar di dunia. Ortega ketat menjaga privasi dan tidak memberikan wawancara ke media. Ia mengumumkan pada Januari bahwa ia berencana untuk mengundurkan diri sebagai pimpinan perusahaan.

8. Eike Batista (Brasil) - Rp 263,4 triliun, pertambangan, minyak

Berdarah Jerman dan putus kuliah yang selama bertahun-tahun berjuang untuk bangkit dari bayang-bayang ayahnya yang terkenal, Batista, telah lama mengatakan dia ingin menjadi orang terkaya di Brasil dan di dunia. Segala sesuatu terkait pria 53 tahun - dari mobil sport Mercedes-Benz SLR McLaren hingga the "X", nama semua perusahaannya, merupakan jeritan ambisinya.

9. Mukesh Ambani (India) - Rp 237 triliun, petrokimia, minyak dan gas

Seorang insinyur kimia, Mukesh, 53, dropped out dari program MBA Stanford University dan bergabung dengan Reliance pada tahun 1981.

10. Christy Walton & keluarga (USA) - Rp 232,7 triliun, Wal-Mart

Christy Walton adalah janda dari John Walton, yang merupakan putra pendiri Wal-Mart Sam Walton. Sam Walton membangun kerajaan Wal-Mart global dari toko tunggal di Arkansas. Sekarang Wal-Mart merupakan pengecer terbesar di dunia.
Read More..........

Matahari Menuju Fase Hibernasi

TEMPO Interaktif, New Mexico - Semua tanda-tanda itu mulai terlihat jelas. Bintik matahari meredup, aliran jet lenyap, dan aktivitas di kutub matahari semakin pelan.

Perubahan itu adalah indikator kuat bahwa bintang terdekat dengan bumi kita ini tengah memasuki fase hibernasi atau masa istirahat.

Jika itu terjadi, dikhawatirkan bumi akan mengalami zaman es kecil, periode dingin panjang yang akan menurunkan temperatur bumi.

Rumor akan terjadinya zaman es kecil itu berembus ketika ratusan peneliti matahari menghadiri pertemuan tahunan divisi fisika matahari pada American Astronomical Community di Las Cruces, New Mexico, 12-16 Juni 2011.

Diskusi yang dibagi dalam beberapa kelompok itu berlangsung hangat, tapi suasana berubah panas ketika tiga peneliti mengemukakan hasil riset yang memperkirakan matahari akan beristirahat dalam dekade mendatang.

Frank Hill, peneliti dari Solar Synoptic Network, National Solar Observatory Amerika, menelaah aliran materi di bawah permukaan aktif matahari. Aliran ini dijadikan sebagai penanda aktivitas matahari.

Selama ini matahari mengalami turun-naik aktivitas setiap 11 tahun sehingga disebut sebagai siklus 11 tahunan. Pada saat ini, misalnya, matahari sedang berada pada siklus ke-24.

Dalam pengamatannya terhadap daerah ini, Hill tak mampu melihat aliran. "Hilangnya aliran berdampak pada aktivitas matahari ke depan," ujarnya.

Siklus matahari berikutnya, ia menambahkan, akan tertunda. Bahkan bisa jadi matahari berhibernasi sehingga siklus ke-25 menghilang.

Hill benar-benar tidak menyangka matahari akan beristirahat dalam satu dekade mendatang. Namun hasil penelitian Matthew Penn dari Nasional Solar Observatory dan Richard Altrock dari Air Force Research Lab mendukung kesimpulan Hill.

Penn melihat kekuatan bintik matahari akan melemah dan memprediksi siklus matahari berikutnya akan berlangsung lemah, sedangkan Altrock mengamati medan magnetik menuju kutub matahari mengalami pelemahan.

Hibernasi itu tentu tak akan terjadi sekarang sebab siklus bintik matahari ke-24 saat ini baru saja melewati masa minimalnya.

Hill dan koleganya mempertimbangkan terjadinya perlambatan aktivitas bintik matahari pada siklus ke-25 yang diperkirakan terjadi pada 2019.

Hibernasi matahari dikhawatirkan berdampak pada iklim global. Sejarah mencatat, penurunan jumlah bintik matahari terjadi pada rentang waktu 1645 hingga 1715.

Fenomena yang disebut sebagai Maunder Minimum ini terjadi bersamaan dengan zaman es kecil yang terjadi di seluruh permukaan bumi.

Peneliti matahari dari Solar Dynamic Observatory, Badan Administrasi Antariksa Amerika Serikat (NASA), Dean Presnell, membenarkan dampak yang ditimbulkan.

Menurut dia, peneliti mengetahui hubungan antara aktivitas matahari dan iklim. "Namun, kami belum mengetahui prosesnya," ujar Presnell.

Meski demikian, ia berharap penurunan aktivitas matahari pada siklus ke-25 tak serupa dengan yang terjadi pada zaman es kecil.

Dia beralasan, dalam satu abad terakhir, manusia telah membuang gas rumah kaca dalam jumlah besar ke udara. Akibatnya, jika benar terjadi dalam satu dekade mendatang, zaman es kecil tak akan seekstrem abad pertengahan.

Tak semua peneliti setuju dengan gagasan zaman es kecil. Peneliti antariksa dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Doug Biesecker, mengatakan data yang dimiliki Hill terlalu pendek untuk bisa memprediksi masa depan.

Lagi pula, dia melanjutkan, ilmuwan belum mengetahui persis proses fisika yang menimbulkan aliran di bawah permukaan matahari sebagaimana disebutkan Hill dalam makalah ilmiahnya.

Peneliti matahari dari Indian Institute of Science Education and Research, India, Dibyendu Nandi, menyebutkan siklus matahari hanya memungkinkan prediksi untuk masa depan yang pendek. "Karenanya amat sulit memprediksi siklus matahari berikutnya," ujar dia.

Nandi mengingatkan hibernasi matahari yang terjadi pada dekade awal 1800-an. Ketika itu, pola jumlah bintik matahari hampir mirip dengan yang terjadi pada siklus ke-23.

"Matahari kurang aktif pada beberapa siklus berikutnya, tapi pulih cepat sebelum zaman es kecil terjadi," katanya.
Read More..........

DPRD SUMUT TUNDA BAHAS INTERPELASI

MEDAN - Rapat pimpinan DPRD Sumut dengan pimpinan fraksi-fraksi untuk menindaklanjuti persetujuan 16 anggota Dewan melakukan interpelasi terhadap Plt Gubsu ditunda.

Penundaan itu disebabkan beberapa anggota Dewan meminta masalah interpelasi dibahas dahulu di internal fraksi. Selain itu, ketika rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRDSU Sigit Pramono Asri dari Fraksi PKS, seluruh peserta rapat meninggalkan ruangan rapat. Kemudian, pimpinan sidang menutup dan menunda rapat tersebut.

Sigit Pramono Asri mengatakan rapat ditunda dan akan dijadwalkan kemudian. Karena beberapa peserta rapat meminta masalah interpelasi dibahas dahulu di internal fraksi. “Kalau disetujui, baru kemudian fraksi mengajukan usulan resmi ke pimpinan dewan,” ujarnya, pagi ini.          

Menanggapi interpelasi adalah hak yang melekat pada diri masing-masing anggota dewan, karenanya usulan interpelasi tidak perlu mendapat persetujuan fraksi, Sigit Pramono Asri hanya menyebutkan hal itu permintaan peserta rapat. “Makanya pertemuannya kita tunda.’’

Seharusnya sesuai jadwal rapat, agenda pertemuan membahas surat Fraksi Gerindra Bintang Bulan Reformasi. Isinya mengusulkan agar dewan menggunakan hak interpelasinya terhadap kebijakan Plt Gubsu dalam mengangkat 110 pejabat eselon III di lingkungan Pemprovsu, belum lama ini.

Selain itu, 16 anggota dewan juga telah menandatangani surat usulan hak interpelasi dan telah menyerahkannya kepada pimpinan dewan yang diterima Wakil Ketua DPRDSU Kamaluddin Harahap.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PAN Irwansyah Damanik dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Mulkan Ritonga senada mengatakan rapat ditunda karena beberapa faktor. ‘’Salah satunya memang adanya permintaan untuk dibahas dahulu di internal fraksi,’’ kata Irwansyah Damanik.

Penyebab lain rapat ditunda, tambah Mulkan Ritonga, karena minimnya peserta rapat yang hadir. Pimpinan Dewan saja hanya Sigit Pramono Asri yang hadir. Sementara beberapa orang lainnya sedang berada di luar kota. Begitu juga pimpinan fraksi yang hadir hanya pimpinan Fraksi PAN, Partai Golkar, Partai Demokrat, PPRN, PDS dan Hanura. ‘’Makanya diminta dijadwal ulang,’’ kata Irwansyah Damanik.

sumber : waspada online
Read More..........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...