Selasa, 13 September 2011

KUALITAS INSAN CITA HMI


Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita yang terwujud oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Kualitas tersebut sebagaimana dalam pasal tujuan (pasal 5 AD HMI) adalah sebagai berikut : 
1. Kualitas Insan Akademis
Berpendidikan Tinggi, berpengetahuan luas, berfikir rasional, obyektif, dan kritis. Memiliki kemampuan teoritis, mampu memformulasikan apa yang diketahui dan dirahasiakan. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana sekelilingnya dengan kesadaran. Sanggup berdiri sendiri dengan lapangan ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu pilihannya, baik secara teoritis maupun tekhnis dan sanggup bekerja secara ilmiah yaitu secara bertahap, teratur, mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan.
2. Kualitas Insan Pencipta : Insan Akademis, Pencipta
sanggup melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih dari sekedar yang ada dan bergairah besar untuk menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih baik dan bersikap dengan bertolak dari apa yang ada (yaitu Allah). Berjiwa penuh dengan gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan pembaharuan.
Bersifat independen dan terbuka, tidak isolatif, insan yang menyadari dengan sikap demikian potensi, kreatifnya dapat berkembang dan menentukan bentuk yang indah-indah. Dengan ditopang kemampuan akademisnya dia mampu melaksanakan kerja kemanusiaan yang disemangati ajaran islam.
3. Kualitas Insan Pengabdi : Insan Akdemis, Pencipta, Pengabdi
Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak atau untuk sesama umat. Sadar membawa tugas insan pengabdi, bukannya hanya membuat dirinya baik tetapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik.
Insan akdemis, pencipta dan mengabdi adalah yang bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita dan ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesamanya.
4. Kualitas Insan yang bernafaskan islam : Insan Akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam.
Islam yang telah menjiwai dan memberi pedoman pola fikir dan pola lakunya tanpa memakai merk Islam. Islam akan menajdi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan dengan nilai-nilai universal Islam. Dengan demikian Islam telah menafasi dan menjiwai karyanya.
Ajaran Islam telah berhasil membentuk “unity personality” dalam dirinya. Nafas Islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari split personality tidak pernah ada dilema pada dirinya sebagai warga negara dan dirinya sebagai muslim. Kualitas insan ini telah mengintegrasikan masalah suksesnya pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan umat islam Indonesia dan sebaliknya.
5. Kualitas Insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT .
Insan akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT. Berwatak, sanggup memikul akibat-akibat yang dari perbuatannya sadar bahwa menempuh jalan yang benar diperlukan adanya keberanian moral.
Spontan dalam menghadapi tugas, responsif dalam menghadapi persoalan-persoalan dan jauh dari sikap apatis. Rasa tanggung jawab, taqwa kepada Allah SWT, yang menggugah untuk mengambil peran aktif dalam suatu bidang dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan dengan usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Percaya pada diri sendiri dan sadar akan kedudukannya sebagai “khallifah fil ard” yang harus melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
Pada pokoknya insan cita HMI merupakan “man of futureinsan pelopor yaitu insan yang berfikiran luas dan berpandangan jauh, bersikap terbuka, terampil atau ahli dalam bidangnya, dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu bagaimana mencari ilmu perjuangan untuk secara kooperatif bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan. Ideal tipe dari hasil perkaderan HMI adalah “man of inovator” (duta-duta pembantu). Penyuara “idea of progress” insan yang berkeperibadian imbang dan padu, kritis, dinamis, adil dan jujur tidak takabur dan bertaqwa kepada Allah Allah SWT. Mereka itu manusia-manusia uang beriman berilmu dan mampu beramal saleh dalam kualitas yang maksimal (insan kamil)
Dari lima kualitas insan cita tersebut pada dasarnya harus memahami dalam tiga kualitas insan Cita yaitu kualitas insan akademis, kualitas insan pencipta dan kualitas insan pengabdi. Ketiga insan kualitas pengabdi tersebut merupakan insan islam yang terefleksi dalam sikap senantiasa bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang ridhoi Allah SWT.

Read More..........

POLITIK INTELTUAL ATAU INTELEKTUAL POLITIK


Meletakkan independesi sebagai bagian dari dinamika dalam ber-HMI, merupakan sebuah ikhtiar yang secara integral menjadi cita-cita dari himpunan itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bersama, HMI telah eksis dalam tiga model kekuasaan politik (orde lama, orde baru dan reformasi). Dimasing-masing fase tentu saja peran HMI memiliki etosnya disegala generasi, sehingga praktek kaderisasi HMI selalu menentukan output kader seperti apa yang akan dilahirkan. Status HMI sebagai organisasi mahasiswa memberi petunjuk dimana HMI melakukan spesifikasi. Dan spesifikasi tugas inilah yang disebut fungsi HMI. Kalau tujuan menujukan dunia cita yang harus diwujudkan maka fungsi sebaliknya menunjukkan gerak atau kegiatan (aktifitas), dalam mewujudkan (final gool). Dalam melaksanakan pesifikasi tugas tersebut, karena HMI sebagai organisasi mahasiswa maka sifat serta watak mahasiswa harus menjiwai dan dijiwai oleh kader HMI. Mahasiswa sebagai kelompok elit dalam masyarakat pada hakikatnya memberi arti bahwa ia memikul tanggung jawab yang benar dalam melaksanakan fungsi generasinya sebagai kaum muda muda terdidik harus sadar akan kebaikan dan kebahagiaan masyarakat hari ini dan ke masa depan. Karena itu dengan sifat dan wataknya yang kritis itu mahasiswa dan masyarakat berperan sebagai "kekuatan moral"atau moral force yang senantiasa melaksanakan fungsi "sosial control". 

Untuk itulah maka kelompok mahasiswa harus merupakan kelompok yang bebas dari kepentingan apapun kecuali kepentingan kebenaran dan obyektifitas demi kebaikan dan kebahagiaan masyarakat hari ini dan ke masa depan. Dalam rangka penghikmatan terhadap spesialisasi kemahasiswaan ini, akan dalam dinamikanya HMI harus menjiwai dan dijiwai oleh sikap independen. Tentu saja penempatan mahasiswa sebagai elit bukanlah pemaknaan keleompok elitis dalam strata sosial, makna elit secara terminologi dalam konteks ini adalah kesanggupan seorang mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual untuk memberikan kontribusi. Maka dari itu perlu pemaknaan yang tidak parsial dalam hal ini, mahasiswa disebut elit karena pada fase tersebut mahasiswa memiliki akses untuk melakukan presere politik terhadap pemerintah, disinilah letak makna dari “elit” itu sendiri. Secara eksistensi HMI merupakan bagian dari mahasiswa, untuk itu semangat perubahan yang memiliki porsi lebih harus dimiliki oleh seorang kader, hal inilah yang membedakan antara kader HMI dengan mahasiswa pada umumnya.Intelektualitas Independensi HMI Watak independen HMI adalah sifat organisasi secara etis, merupakan karakter dan kepribadian kader HMI. Implementasinya harus terwujud di dalam bentuk pola pikir dan pola laku setiap kader HMI baik dalam dinamika dirinya sebagai kader HMI maupun dalam melaksanakan "Hakekat dan Mission" organisasi HMI dalam kiprah hidup berorganisasi bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Watak independen HMI yang tercermin secara etis dalam pola pikir pola sikap dan pola laku setiap kader HMI akan membentuk "Independensi etis HMI", sementara watak independen HMI yang teraktualisasi secara organisatoris di dalam kiprah organisasi HMI akan membentuk "Independensi organisatoris HMI". Independensi etis adalah sifat independensi secara etis yang pada hakekatnya merupakan sifat yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Fitrah kemanusian tentu saja harus memiliki kecendrungan kepada kebenaran (baca: hubungan transendental dengan sang pencipta), untuk itu kerja kemanusiaan seorang kader harus menemukan eksistensinya dalam rutinitas kesharian. 

Disinilah hubngan relasional antara Iman, ilmu dan amal. Seorang kader yang berilmu tentu saja tidak akan memiliki makna apa-apa tanpa melakukan manifestasi dari ilmunya yaitu pengamalan. Pengamalan tidak akan berjalan pada rel yang lurus jika tidak dibarengi oleh kekuatan iman. Independensi organisatoris adalah watak independensi HMI yang teraktualisasi secara organisasi di dalam kiprah dinamika HMI, baik dalam kehidupan intern organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Independensi organisatoris diartikan bahwa dalam keutuhan kehidupan nasional HMI secara organisatoris senantiasa melakukan partisipasi aktif, kontruktif, korektif, dan konstitusional agar perjuangan bangsa dan segala usaha pembangunan demi mencapai cita-cita semakin hari semakin terwujud. Dalam melakukan partisipasi partisipasi aktif, kontruktif, korektif dan konstitusional tersebut secara organisasi HMI hanya tunduk serta teguh kepada prinsip-prinsip kebenaran dan objektifitas. Partisipasi “Non-Parlementer”HMI tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana, ungpakan tersebut secara tidak langsung memberikan konfirmasi kepada kita bahwa secara eksplisit dalam proses kaderisasi, kader HMI dipersiapkan untuk melanjutkan estafeta perjuangan bangsa. Dimana dan dalam posisi apapun kader HMI dituntut untuk memberikan kontribusi. Kontibusi tersebut dimanifestasikan melalui semangat perubahan disegala bidang. Atmosfir organisasi yang mulitdimensi menjadikan HMI sebagai wadah yang memiliki latar belakang dalam berbagai aspek, begitu juga pandangan dan partisipasi politik yang idlakukan oleh HMI. Jika kita menganilisis kecendrungan politik kader HMI saat ini ada dua tipikal kader yang begitu sangat menonjol dalam himpunan. Pertama, tipikal kader yang bersifat strukturalis, hal ini memungkinkan sebab HMI memiliki stuktur kekuasaan dan struktur kepemimpinan yang masing-masing struktur tersebut memiliki mekanisme kontestasi. Model strukturalis ini selalu menempatkan kontribusi dapat dilaksanakan jika struktur dalam pengertian jabatan dapat diraih, jadi kontestasi dalam perebutan kekuasaan menjadi acuan konsentrasi dalam aktifitasnya. Kedua, tipikal kader fungsional. Dalam pemahaman ini stuktur bukanlah acuan dari proses kaderisasi seorang kader. Diposisi apapun dan dalam dinamika seperti apapun semangat fungsional ini menjadi spirit dalam memberikan kontribusi yang lebih nyata. Tentu saja kita tidak sedang ingin melakukan perbandingan, sebab perbandingan selalu saja berbicara antara berat dan ringan. Yang ingin kita lakukan adalah melakukan pemetaan terhadap kecendrungan politik kader HMI. Sebab disadari atau tidak proses kaderisasn apapun bentuknya adalah model dari partisipasi politik HMI yang bersifat ekstraparlementarian. Disinilah letak dari nafas independensi HMI yang melihat sesuatu out of the box. Sehingga analisis yang dikembangkan mampu memberikan solusi terhadapa sekian banyak persoalan keummatan yang terjadi. 
Read More..........

Kamis, 04 Agustus 2011

Puasa di Mesir, Gratis Maidah Rahman

Di Mesir terdapat sebuah meriam tua yang digunakan sebagai penanda bulan puasa. Tiap waktu imsak dan buka puasa, meriam ini disulut hingga mengeluarkan bunyi dentuman yang keras.

Meriam yang diberi nama Hajjah Fatimah ini adalah warisan dari Muhammad Ali Pasha, yang menurut cerita, adalah putri Ustman Khos Qadam—penguasa Dinasti Usmani.

Walau meriam itu telah diganti, namanya tetap tak berubah. Meriam ini biasanya ditempatkan di dataran tinggi Moqattam dekat Citadel. Empat orang ditugaskan untuk menjaganya dan menyulutnya untuk membangunkan orang makan sahur atau mengingatkan waktu berbuka puasa.

Suasana Ramadhan di Mesir berlangsung khidmat. Setiap orang, mulai dari kota hingga desa lebih betah tinggal di masjid. Wajar jika selama Ramadhan, shaf jamaah masjid tidak berkurang. Terlebih sepuluh hari menjelang Idul Fitri, masjid-masjid penuh sesak.

Hampir di tiap masjid besar Kairo, menyelenggarakan shalat tarawih cukup lama. Setiap malam sang imam menghabiskan bacaan 1 juz Alquran. Hingga akhir Ramadhan, bacaannya genap 30 juz.

Salah satu masjid terkenal dan paling diminati jamaah Ramadhan adalah Masjid Amr bin Ash. Masjid ini merupakan masjid pertama di Afrika dan menjadi markas Ikhwanul Muslimin. Masjid ini dibangun oleh sahabat Amr bin Ash saat membebaskan Mesir pada masa khalifah Umar bin Khattab. Masjid yang agak jauh dari pusat kota ini, setiap malamnya membacakan 1 juz Alquran.

Di Mesir juga terdapat tradisi Ramadhan yang disebut Maidah Rahman atau hidangan kasih sayang. Maidah Rahman adalah hidangan makanan gratis bagi orang yang berpuasa.

Tak hanya takjil, tapi juga makanan berbuka lainnya. Menunya pun bermacam-macam bahkan ada yang sekelas hotel berbintang. Program ini merata di seluruh negeri Mesir dan berlangsung selama bulan puasa.
Read More..........

Rabu, 27 Juli 2011

BESOK, HATTA BUKA KONGRES BM PAN ; Tepis Hanafi Anti Keistimewaan

YOGYA (KR) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Hatta Radjasa, akan membuka Kongres IV Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Kamis (28/7), di Hotel Saphir. Selain itu, kongres juga di isi tausyiah politik oleh Amien Rais, Ketua MPP DPP PAN.
Menurut Jun Triesna selaku humas, kegiatan tersebut akan diikuti sekitar seribu orang yang terdiri dari perwakilan 33 provinsi beserta kabupaten/kota se-Indonesia. Di samping memilih Ketua Umum DPP BM dan membahas program pemenangan PAN 5 tahun mendatang, kongres kali ini juga sebagai dukungan moril kepada kader terbaik BM PAN yaitu Ahmad Hanafi Rais untuk maju sebagai Calon Walikota Yogyakarta 2011-2016.
Ia menjelaskan, tema yang akan diangkat kali ini adalah ‘Dari Pemuda untuk Jogja Tetap Istimewa’. “Hal itu membuktikan kepada warga Yogyakarta bahwa BM PAN se-Indonesia mendukung keistimewaan DIY, sekaligus menepis isu negatif bahwa Hanafi Rais anti keistimewaan DIY,” ujarnya Selasa (26/7).
Disampaikan, sebelumnya telah dilakukan beberapa acara pra kongres yaitu jalan sehat gratis yang diikuti 18 ribu peserta, dengan doorprize sepeda motor serta hadiah uang puluhan juta rupiah. Kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial membersihkan Kali Code dan pengobatan gratis. 
Read More..........

Selasa, 26 Juli 2011

DPW PAN SUMUT PEDULI RAMADHAN

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H, sekaligus HUT Partai Amanat Nasional, DPW PAN Sumut akan menggelar berbagai program yang diantaranya adalah pemberian bantuan sembako dan pemberian santunan kepada hampir 1000 KK. Program ini sekaligus juga menunjukkan komitmen dan rasa kepedulian Ketua DPW PAN Sumut H. Syah Affandin,SH atau yang sering disapa dengan Ondim ini terhadap masyarakat kurang mampu.

Acara yang akan digelar pada hari sabtu 30 Juli 2011 ini diharapkan setidaknya dapat menghibur masyarakat kecil dalam menghadapi bulan yang penuh berkah ditahun ini, segala persiapan sudah dilakukan oleh para fungsionaris DPW PAN Sumut mengingat sudah semakin dekatnya acara pemberian bantuan tersebut.

"PAN sangat bersyukur bisa memberikan sedikitnya perhatian kepada kurang lebih 1000 KK yang kurang mampu, semoga saja semua ini bermanfaat bagi mereka dan di ridhoi oleh Allah SWT " sebut Ondim. Dan sesuai dengan edaran DPW PAN Sumut kepada seluruh DPD yang berada di Sumatera Utara, diharapkan program PAN Peduli seperti ini bisa dilaksanakan di daerah kabupaten dan kota masing-masing, kegiatan kegiatan yang bersentuhan langsung kepada masyarakat seperti gotong royong, sunat massal dan lainnya.

"ini semua merupakan bakti kami untuk negeri" kata ondim mengakhiri.



 



Read More..........

Pemko Medan Niat Bangun SPBU Sendiri

Gerakan Hemat Energi
MEDAN-Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, langsung menindaklanjuti rencana pemerintah mengefektifkan lagi Inpres No 2 Tahun 2008 tentang kewajiban hemat energi. Wali kota sudah menyurati seluruh pejabat di Kota Medan, diminta merujuk Inpres tersebut. “Sudah saya surati seluruh pejabat di Kota Medan,” ujar Rahudman usai Rapat Paripurna Nota Jawaban di Gedung DPRD Kota Medan, kemarin (25/7).
Permendagri ini mengatur tentang standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah. Untuk itu Pemko Medan akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum sendiri (SPBU) untuk mengurangi beban APBN. SPBU akan dibangun dengan sistem penyertaan modal dari Pemko Medan dan dikelola PD Pembangunan.
“Saya berencana membangun SPBU milik Pemko Medan. Kita bangun, PD Pembangunan yang kelola. Direksi PD Pasar, PD RPH dan PD Pembangunan dalam sebulan ini akan saya lantik. Harapannya, dengan direksi yang baru PD kita lebih optimal dengan adanya SPBU ini juga nantinya akan lebih baik,” katanya.
Terkait seringnya terjadi kelangkaan BBM bersubsidi, diakui wali kota mengakibatkan sejumlah operasional armada dinas seperti alat berat dan truk angkut sampah milik Pemko Medan teganggu. Dampaknya, pembangunan secara umum menjadi terhambat. Ini pula yang menjadi alasan pembangunan SPBU khusus jajaran Pemko Medan.
“SPBU untuk gerakan hemat energi agar lebih mudah melakukan pengawasan terhadap mobil dinas. Sehingga aktivitas Pemko Medan tidak terhambatnya. Selain melancarkan aktivitas, juga untuk efesiensi pembiayaan,” ucapnya.
Dia mencontohkan dan memanggil Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar, untuk mempertanyakan biaya BBM solar untuk truk angkut sampah per tahunnya. Ternyata biayanya mencapai Rp17 miliar.
Ketua DPRD Medan H Amiruddin menilai Pemko Medan layak membangun SPBU khusus untuk melayani konsumsi BBM khususnya jenis solar pada armada dinas milik Pemko Medan. Kelayakan tersebut disampaikannya mengingat konsumsi BBM pada armada Pemko Medan dan alat berat milik dinas di Pemko Medan, sangat besar. Meski demikian, Amiruddin meminta Pemko Medan melakukan kajian mendalam sebelum merealisasikan rencana tersebut.
“Dalam bisnis itu ada aturan tersendiri. Itu juga perlu kita lihat dan kaji. Kalau memang bisa, ya sah-sah saja jika memang harus mengelola atau berinvestasi di bidang ini,” ujarnya.
Terkait pihak pengelola bisnis, Amiruddin setuju agar SPBU Khusus Pemko ini dikelola Perusahaan Daerah (PD). “Perusahaan Daerah itu memang profit oriented, mencari keuntungan agar bisa menyumbangkan PAD Kota Medan,” kata Amiruddin lagi.
Pejabat Daerah Dilarang Bohong
Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) mengakui, hingga saat ini belum punya data mengenai spesifikasi semua mobil dinas para pejabat di daerah. Hanya saja, sesuai atau tidaknya jenis mobil dimaksud dengan ketentuan yang berlaku, bisa diketahui dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri, Yuswandi A Tumenggung menjelaskan, semua jenis belanja yang diadministrasikan di penganggaran dan masuk APBD, tidak akan luput dari audit BPK. “Sampai ke tiap satuan harga, akan teraudit oleh BPK. Di situ semua akan kelihatan, sesuai nggak dengan aturan,” terang Yuswandi kepada Sumut Pos di gedung Kemendagri, kemarin.
Lantas, bagaimana pengawasan selanjutnya? Yuswandi menjelaskan, dari hasil audit BPK itu, nantinya BPK akan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi. Lantaran berkaitan dengan mobil dinas pejabat, maka rekomendasi akan masuk item yang berkaitan dengan pengelolaan aset. “Di situ nantinya akan kelihatan, cocok nggak (jenis mobil dinas itu, Red) dengan standarisasi yang sudah diatur di Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 dan perubahannya yakni Permendagri Nomor 11 Tahun 2007. Permendagri ini mengatur tentang standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah.
Seperti sudah diberitakan, untuk mengurangi beban APBN terhadap dampak kenaikan harga minyak dunia dan beban subsidi energi, pemerintah akan mengefektifkan lagi Inpres Nomor 2 Tahun 2008 yang mengatur mengenai kewajiban hemat energi. Mendagri Gamawan Fauzi pun akan segera menyurati seluruh gubernur, bupati, dan walikota terkait masalah ini.
Agar penghematan bisa signifikan, Gamawan mengatakan, seluruh pemda juga harus melakukan penghematan. Caranya, cukup dengan mengacu pada aturan yang sudah ada yang mengatur mengenai standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah. “Kendaraan dinas kepala daerah, CC-nya jangan tinggi-tinggi. Harus sesuai dengan aturan,” ujar Gamawan.
Yuswandi menjelaskan, kemendagri sendiri dulunya juga ikut memberikan input yang dijadikan materi Inpres 2 Tahun 2008. Di Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 diatur bahwa kendaraan dinas gubernur adalah satu Sedan silindir maksimal 3.000 cc dan satu Jeep 4.200 cc.
Untuk Wakil Gubernur, satu Sedan 2.500 cc dan satu Jeep 3.200 cc. Untuk Bupati/Walikota, satu Sedan 2.500 cc dan satu unit Jeep 3.200 cc. Sementara, untuk Wakil Bupati/Wakil Walikota, satu Sedan 2.200 cc dan satu unit Jeep 2.500 cc.
Khusus untuk mobil dinas pimpinan DPRD, besar cc-nya dinaikkan, berdasarkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2007, sebagai perubahan atas Permendagri Nomor 7 Tahun 2006. Untuk ketua DPRD provinsi semula sedan 2. 500 cc atau Jeep 2.200 cc, dinaikkan menjadi sedan atau Jeep 2.700 cc.(adl/sam)
Read More..........

Lestarikan Budaya Daerah

Festival Budaya Melayu 2011 Digelar
MEDAN- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut kembali menggelar Festival Budaya Melayu 2011 di Atrium Grand Palladium, mulai Senin (25/7) hingga Rabu (27/7) mendatang. Sebanyak 10 kabupaten dan kota ambil bagian dalam kegiatan ini seperti Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat, Serdang Bedagai, Tanjung Balai, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu, dan Batubara.
Selain menggelar perlombaan seperti Tari Zapin, Tari Serampang Dua Belas dan festival lagu Melayu, juga digelarn
seminar kebudayaan Melayu sebagai bentuk komitmen Provinsi Sumatera Utara dalam melestarikan kebudayaan Melayu.
“Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Festival Budaya Melayu ini. Sebelumnya, festival ini pernah kita selenggarakan pada 2010 lalu,” ujar ketua panitia, Cut Ummi di sela-sela acara.
Plt Kadisbudpar Sudarno dalam sambutannya menyatakan, acara ini untuk melestarikan kebudayaan Melayu, karena Melayu merupakan salah satu suku terbesar di Sumut. “Untuk melestarikan kebuyaan, itu menjadi tugas kita sebagai bagian dari kebuyaan itu sendiri,” ujar Sudarno. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini juga mengharapkan, festival ini dapat dijadikan sebagai even tahunan dan nantinya dapat dijadikan sebagai even nasional.
Seluruh peserta, tampil dengan pakaian seragam dengan warna yang menarik perhatian, terutama warna kuning emas yang merupakan warna identik bagi Melayu. Senin (25/7) dijadwalkan untuk festival Tari Japin, 26 juli dijadwalkan untuk festival tarian Serampang XII dan lagu Melayu. Sementara pada 27 Juli akan diadakan seminar Kebudayaan Melayu.
Read More..........

Selasa, 19 Juli 2011

PROFIL.......



NAMA                                  :
H. HENDRA CIPTA,SE
TEMPAT/TGL LAHIR      :
KP. PINANG, 17 SEPTEMBER 1974
AGAMA                               :
I S L A M
NAMA ISTRI                       :
ROVINA MATONDANG

NAMA ANAK                     :
  1. REYSHAN CIPTA AL-AKBAR 
  2. TIARA CIPTA AZZAHRA

ALAMAT                              :
JALAN MUSTAFA Gg MAWAR No.5, Kel.GELUGUR DARAT-I, 
KECAMATAN MEDAN TIMUR – KOTA MEDAN

RIWAYAT PENDIDIKAN  :
  1. Thn 1981-1987, SD NEGERI 060867 MEDAN,
  2. Thn 1987-1990, MTs AT-THOTTIBAH INDONESIA, PINANG LOMBANG RANTAU PRAPAT.
  3. Thn 1990-1993, MAS AT-THOTTIBAH INDONESIA, PINANG LOMBANG RANTAU PRAPAT.
  4. Thn 1994-1996, FAKULTAS SYARIAH WAL QONUN, EL-AZHAR UNIVERSITY, CAIRO, MESIR,
  5. Thn 1996-2000, FAKULTAS EKONOMI, STIE TRI KARYA MEDAN/AKP. PERBANAS MEDAN,
  6. Thn 2000-2002, FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, PROGRAM EKSTENSION.
RIWAYAT ORGANISASI  :
  1. PENGURUS PERSATUAN PELAJAR & MAHASISWA INDONESIA (PPMI), KAIRO.
  2. PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) KOMISARIAT STIE TRI KARYA.
  3. KETUA UMUM SENAT MAHASISWA PERGURUAN TINGGI (SMPT) STIE TRI KARYA.
  4. DEKLARATOR/PRESIDIUM KONGRES MAHASISWA SUMATERA.
  5. KOORDINATOR SOSIAL EKONOMI FORUM INDONESIA MUDA.
  6. SEKRETARIS POKJA-MAHASISWA UNTUK INTEGRASI DAN DEMOKRASI SUMATERA UTARA.
  7. DEKLARATOR/WAKIL KETUA PB. ANAK MEDAN BERSATU
  8. KETUA PC. PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA KOTA MEDAN
  9. SEKRETARIS MAJELIS PEMUDA INDONESIA KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA (MPI-KNPI) KOTA MEDAN
  10. DIREKTUR EKSEKUTIF SENTRA MUDA INDONESIA
  11. SEKRETARIS DEWAN PENASEHAT IKATAN ALUMNI & ABITUREN PELAJAR PESANTREN AT-THOYYIBAH INDONESIA (IKAPPAI)
  12. KETUA LEMBAGA PEDULI PENDIDIKAN INDONESIA PROPINSI SUMATERA UTARA
  13. KETUA BALITBANG DPW PAN SUMATERA UTARA PERIODE 2010-2015
RIWAYAT PEKERJAAN :
  1. DOSEN TETAP FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS AL-WASHLIYAH MEDAN
  2. SEKRETARIS JURUSAN ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN (IESP) FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS AL-WASHLIYAH MEDAN
  3. BRANCH MANAGER PT. MENARA PRADA
  4. KOMISARIS CV. CENTRA MEDIA UTAMA
  5. DIREKTUR CV. ANUGERAH MANDIRI
  6. KOMISARIS CV. CIPTA WAHANA SUGESTI



Read More..........

Senin, 11 Juli 2011

DPRD Sumut awasi Gatot soal jabatan

MEDAN – Rencana pengajuan Hak Interpelasi DPRD Sumatera Utara terhadap pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, terkait pelantikan 110 pejabat eselon III di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), tak hanya menuai kontroversi.

Sikap ngototnya sebagian anggota DPRD Sumut untuk merealisasikan hak interpelasi, memunculkan penilaian bahwa DPRD Sumut terlalu mencampuri urusan gubernur, serta adanya politik uang dibalik hal ini. Anggota Komisi C DPRD Sumut, Mulkan Ritonga, menampik tegas hal ini.

Dikatakan Mulkan, apa yang selama ini dilakukan oleh anggota dewan sama sekali bukan untuk mencampuri urusan Plt Gubernur Sumut, akan tetapi hal ini merupakan tugas DPRD sebagai legislatif. “Kita juga tahu ada kewenangan Plt Gubernur Sumut soal pengangkatan pejabat struktural, namun karena pengangkatan itu tidak melalui mekanisme di Baperjakat maupun melanggar PP No11/2000, kita wajib melakukan pengawasan melalui hak-hak yang melekat pada diri dewan," ujar Mulkan, kepada Waspada Online, siang ini.

Politisi dari Partai Golkar ini juga membantah tegas tudingan berbagai pihak yang menyatakan pengajuan hak interpelasi yang dicanangkan DPRD Sumut adalah sebuah strategi untuk melancarkan transaksi politik. "Ini bukan soal kepentingan anggota dewan terhadap pejabat, tapi terkait tugas dan fungsi dewan selaku pengawas," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pelantikan 110 pejabat eselon III di jajaran Pemprov Sumut yang dilakukan oleh Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho terus diributi DPRD Sumut. Bahkan, DPRD Sumut serius ‘menghakimi’ Gatot melalui hak interpelasi.

Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PAN, Kamaluddin Harahap, menyatakan hak interpelasi sangat perlu dilakukan kepada Gatot dan hal ini sangat wajar dilakukan dalam hal pengangkatan 110 orang pejabat eselon III dan IV beberapa waktu lalu. Alasannya, karena dewan mendengar banyak masalah di sana.

Disebutkan Kamaluddin, informasi yang sampai ke dewan, pengangkatan pejabat tersebut tidak didasari oleh penilaian objektif. Tapi atas dasar ‘suka atau tidak suka’ Gatot sepihak. Misalnya, ada pejabat yang baru dua atau tiga bulan dilantik, sekarang diganti kembali.

Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PAN ini menolak disebutkan kalau dewan terlalu maju mencampuri kewenangan Plt Gubernur Sumatera Utara, mengingat pengangkatan pejabat di lingkungan Pemprov Sumut adalah kewenangan gubernur. Karena tugas dewan hanya mengawasi dan mengevaluasi kinerja pejabat.

Atas pernyataan ini, Kamaluddin mengatakan dewan juga berhak tahu mekanisme yang digunakan Gubernur Sumut dalam mengangkat pejabat. Sebab menurut UU No.32 tahun 2004, menyebutkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di daerah adalah eksekutif bersama-sama dengan legislatif. “Makanya kita gunakan hak interpelasi untuk bertanya kepada Plt Gubernur Sumut tentang mekanisme pengangkatan pejabat,’’ tandasnya.

Dari 100 anggota DPRD Sumut, sudah 16 orang yang meneken hak interpelasi dan telah diajukan ke pimpinan DPRD untuk dibahas ditingkat rapat pimpinan.
Read More..........

Bumi Makin Gemuk..........

INILAH.COM, London – Melelehnya es di Antartika dan Greenland membuat volume laut membengkak. Alhasil, Bumi makin menggemuk hingga mencapai bagian terlebar.Selama zaman es di 20 ribu tahun silam, Bumi menjadi planet yang ‘langsing’. Selama periode geologis pengurangan jangka panjang suhu permukaan dan atmosfer Bumi, berat lembaran es di Bumi mengubah bentuk kerak dan mantel Bumi yang menyebabkan Bumi membuncit di bagian tengah.
Bentuk Bumi tak sepenuhnya bulat seperti dilaporkan Dailymail. Hal ini bisa dilihat dari hamparan kilometer Kutub Utara yang lebih dekat inti planet dibanding garis Ekuator. Efek penggemukan ini diyakini terjadi setelah Zaman Es yang membuat Bumi makin bulat.
Menurut National Geographic, tonjolan di Ekuator menyusut kurang dari satu millimeter tiap tahun. Namun, melihat pengukuran satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE), efek ini ternyata terbalik.
“Ada hal lain terjadi (penyusutan keliling Bumi),” ujar geofisikawan John Wahr di University of Colorado.
Tingkat melelehnya es di Kutub Utara dan Selatan yang jumlahnya mencapai 382 miliar ton es setahun ternyata melawan efek pelangsingan tersebut. [mor]
Read More..........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...