Minggu, 16 Desember 2012

PESERTA LUCU, PANITIA IRIT TAWA (Festival Lawak ISBI 2012)

Ikatan Seniman & Budayawan Indonesia (ISBI) Sumut pada medio desember 2012 menggelar sebuah perhelatan berupa perlombaan lawak untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di gedung bina budaya medan dgn thema "mencari figur pemimpin sumut".

Sebuah catatan ringan tentang acara itu adalah ternyata pelajar dan mahasiswa kita bukan hanya mampu mengeksplor sisi negatifnya saja sebagaimana pemberitaan media massa beberapa waktu belakangan ini. Ternyata masih banyak potensi kaum muda kita itu yang mungkin luput dari sorotan kamera media, seperti halnya festival lawak ini, materinya cukup segar dan mampu menghibur pengunjung yang datang. Gak kalah saing dengan gelaran API (akademi pelawak indonesia)... banyak pengunjung yang berkata"Lucuu juga anak-anak ini yaa..", sayapun sepakat dengan gumamam pengunjung itu..

Namun catatan lain dibalik lucunya peserta festival dan ledakan tawa para penonton, ternyata dibelakang layar saya lihat panitia yang sangat irit untuk tertawa (kalau tidak mau dikatakan stress..hehe), sebagai ketua pembina ISBI, saya bertanya kepada bung Ucok Galung mengenai keadaan itu, ternyata hampir seluruh panitia menyebutkan bahwa acara yang di gagas oleh para pekerja seni itu kurang mendapatkan respon positif dari pihak luar, khususnya kalangan pemerintah dan dunia usaha.

Sangat disayangkan jika keringat yang dikeluarkan para seniman itu tidak mendapat dukungan nyata dari kedua pihak itu, padahal acara seperti ini seharusnya menjadi media refreshing yang murah meriah bagi kalangan masyarakat bawah, masyarakat kita yang sudah sangat lelah disuguhkan segala kekerasan dan hitamnya kehidupan di berbagai media, masyarakat kita yang belakangan sangat sulit untuk ikhlas tersenyum.

Tetapi para seniman itu tidak pernah akan berhenti untuk terus berusaha melahirkan generasi seni yang akan menggantikan mereka, selesai acara mereka malah berencana ingin membuat gelaran serupa dengan segmen yang lebih besar... seni tidak akan mati meskipun minim dukungan pemerintah kata mereka.

hmmm, sebuah semangat yang patut dicontoh oleh banyak pihak..

Salut buat ISBI.....
Read More..........

MENAPAK KISAH MASA KECIL (Kunjungan Ke Pesantren)

Beberapa waktu lalu tepatnya pada akhir november 2012, Ketua Umum Ikappai H.Hendra Cipta,SE bersama rombongan kecilnya mengunjungi ponpes Atthoyyibah di desa pinang lombang,kabupaten labuhan batu utara, sumatera utara. Tepat pada seusai para santri  melaksanakan shalat isya di mesjid, rombongan kecil kami sudah berada di depan gapura ponpes tersebut. Kami langsung menuju rumah salah seorang pengasuh yaitu sahabat kami alustaz Abdul Hadi yang dahulu bersama sama kami saat menuntut ilmu di Alazhar Kairo, jamuan kabab ala mesir sudah disiapkan oleh sahabat kami itu yang gelisah sejak siang hari, tak terkira banyaknya beliau menelpon kami selama diperjalanan. Kamipun rehat serta makan malam sembari menunggu para santri bersiap menghadiri acara muhadarah yang rutin dilakukan setiap minggu di ponpes tersebut.

Sekilas dalam benak kami melewati lintasan waktu, menapak perjalanan masa kecil kami hingga beranjak dewasa saat di dalam naungan ponpes itu, namun seluruh kenangan itu bukanlah cukup menjadi memori kami, tetapi juga berubah menjadi tanggung jawab akan eksistensi lembaga pendidikan agama yang sangat masyhur dizamannya itu.

Dalam kesempatan muhadarah yang dihadiri oleh seluruh penghuni ponpes, saya dimintakan untuk memberikan kata motivasi selaku ketua alumni ponpes atthoyyibah bagi seluruh warga pondok yang wajahnya penuh cahaya itu. Pesan singkat yang bisa diberikan adalah jangan pernah malu untuk menjadi anak pesantren, pola didikan yang diperoleh selama melewati masa pubertas generasi islam telah menjadi modal kuat untuk berkompetisi di dunia yang lebih nyata, dunia keras dan penuh kalkulkasi kualitatif, dan anak pesantren punya segalanya untuk menghadapinya, kemandirian, kebersamaan, pengetahuan, kemampuan berbahasa asing dan seluruhnya itu dibingkai dengan kualitas keislaman dan keimanan yang mumpuni.

Sebaran alumni PAI diseluruh daerah tanah air ini, ditambah dengan kiprahnya diberbagai aspek kehidupan telah membuat PAI seharusnya berdiri kokoh.
PAI ternyata juga telah berkontribusi bagi negeri ini..
Semoga rumah masa kecil kami itu kembali bersinar.. amin


Read More..........

Rabu, 12 Desember 2012

Gus Irawan: Masalah Narkoba dan HIV/AIDS Sudah “SOS”

Saat ini, masalah HIV-AIDS dan Narkoba di Sumut sudah sampai pada tingkat SoS (Save our Soul). Artinya, penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja sudah sampai tahap mengkhawatirkan dan m
emprihatinkan. Hal ini disampaikan Gus Irawan Pasaribu saat menjadi keynote speaker pada seminar nasional bertajuk “Stop HIV-AIDS : Stands Up For Indonesian’s Brilliant Future” di Aula STIkes Helvetia Medan, Sabtu (8/12) kemarin.

“Perlu gagasan dan langkah progresif untuk mengantisipasi penyebaran dan pencegahannya.Solusi paling efektif saat ini adalah pencegahan dengan membuka ruang kreatif seluas-luasnya. Upaya konkrit dari pemerintah dalam menampung kreativitas remaja harus benar-benar direalisasikan, sehingga setiap remaja yang sedang mencari jati diri bisa diarahkan ke hal-hal positif,” paparnya.

Data terakhir menyebutkan, dari 3.461 penderita HIV-AIDS di Sumut, sebanyak 57 persen diidap oleh kalangan remaja. Bahkan tragisnya 25 persen dari 75 persen tersebut kemungkinan besar merupakan pelajar.

Selanjutnya, Gus mengingatkan, pergaulan remaja saat ini benar-benar sangat rawan dan rentan dengan dunia Narkoba. Untuk itu, Gus mengajak seluruh mahasiswa untuk berwirausaha, sehingga kemandirian bangsa tidak bisa ditawar oleh persoalan sepele seperti Narkoba.

“Bila setiap saat remaja disibukkan dengan kreativitasnya masing-masing, maka Narkoba dan pergaulan bebas bisa kita minimalisir. Kemandirian secara ekonomi dan pemikiranlah yang akan membuat setiap orang menjadi bermanfaat sehingga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan masa mudanya dengan hal-hal negatif,” ujar calon Gubernur Sumut periode 2013 – 2018 ini.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Helvetia, Iman Muhammad, SE, S.Kom, MM, M.Kes yang ditemui di sela-sela seminar mengaku persoalan HIV-AIDS di Sumut sudah tahap mengkhawatirkan. Untuk itu, menurutnya, perlu digalakkan promosi kesadaran akan bahaya HIV-AIDS dan penghapusan stigma terhadap penderita HIV-AIDS.

“Pola yang pengobatan yang dilakukan selama ini kurang maksimal bila dibandingkan dengan pendakatan perilaku. Cerita sukses Gus Irawan yang masih terbilang muda perlu didengarkan generasi muda, khususnya mahasiswa STIKes Helvetia Medan, sehingga bahaya Narkoba dan HIV-AIDS bisa dicegah melalui pendekatan dengan menghadirkan inspirator sukses.
Read More..........

ITU MAH RELATIF : Iskandar Zulkarnain



Pada akhir februari 1992 saya meninggalkan Pinang lombang menuju ke tanah Jawa, inilah awal perjalanan panjang yang kelak akan membawa banyak cerita, di pinang lombang selama kurang lebih empat tahun saya berdomisili disini, tempat persinggahan yang cukup lama, karena setelah era pinang lombang ini, relatif  saya selalu berpindah tempat, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu proyek ke proyek yang lain, dari satu budaya pindah ke budaya masyarakat yang lain, dari satu kota besar ke kota besar lain, dari satu kota besar ke kota kecil, dari satu kota kecil ke kota besar yang lain, dari pulau Sumatera yang besar ke pulau batam yang kecil.

Apa artinya semuaitu….?                                                                                               
Artinya, saya mengalami banyak hal yang relatif , sesuatu yang boleh disuatu tempat, ternyata tidak boleh ditempat yang lain, sesuatu yang bagi kita hal yang biasa saja, ternyata di tempat lain merupakan sesuatu yang luar biasa, ketika kita menyebut “kakak” di Medan artinya wanita yang lebih tua dari kita, di lampung itu artinya pria yang lebih tua dari kita, sedangkan di Banten itu artinya bagi laki-laki yang telah beristri. Ketika kita menyebut “bu” di jawa, itu artinya sosok wanita yang kita hormati, atau wanita yang telah berkeluarga, tetapi di papua, itu artinya abang. Semuanya jadi tidak pasti, semuanya jadi relatif  , tergantung ruang dan waktu. Demikianlah terus menerus, setiap saya pindah ke daerah baru (ini umumnya disebabkan karena tugas yang mengharuskan saya selalu berpindah-pindah) saya selalu berusaha untuk menyesuaikan diri, bagaimana caranya? Tentu dengan bertanya pada teman sekitar saya yang lebih dulu mukim disitu, atau dengan tokoh agama ketika selesai sholat di mesjid pada daerah itu. Hingga suatu waktu saya benar-benar terbentur dengan masalah relatif  itu sendiri.

Awalnya ketika saya baru tiba disuatu daerah kecil, diujung pulau Jawa, sebagaimana biasa, saya bertanya pada teman tentang adat kebiasaan di daerah tersebut, dan sebagaimana biasa pula, teman menceritakannya secara detail mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Di akhir cerita, teman tersebut berpesan agar saya jangan terlalu dekat dengan ustadz anu…….. karena ustadz tersebut punya referensi agama yang aneh, semuanya serba relatif , bahkan kalimat popular yang sering keluar dari mulut beliau yang terkenal  adalah  “itu mah relatif” 

Sore itu, ba’da sholat Isya, saya berkesempatan silaturahmi dengan ustadz aneh ini, beliau lulusan Madinah dengan jurusan Ushuludin, kesan pertama saya, tidak ada yang aneh pada beliau, kecuali suka pakai celana jean, minum kopi dan merokok, kamipun saling tukar informasi tentang diri masing-masing, hingga akhirnya ceritapun beralih pada perihal agama.

Karena merasa saya awam dalam masalah agama, maka saya banyak bertanya tentang hal-hal yang banyak saya alami. Pertanyaan pertama saya, bagaimana soal shalat berjamaah di Mesjid, karena waktu saya gak jelas, kadang waktu sholat datang, posisi saya jauh dari Mesjid? Sebagaimana sudah saya duga, kalimat yang pertama keluar dari beliau adalah “itu mah relatif “, lalu beliau meneruskan, kalau hanya sebab jauh dari Mesjid, maka lakukan ketika ketika sudah menjumpai masjid, tetapi jika jumlah anda banyak, maka lakukan dimana saja dengan berjamaah, karena sesungguhnya, bumi Allah yang luas ini adalah Mesjid, tetapi jika hanya agar terlihat saleh, ingin dipuji manusia, atau malu karena ada orang yang disegani, maka jangan lakukan, karena sholat sendiri dengan khusuk dan mohon ampun atas segala dosa dengan rintihan dari qolbu terdalam, jauh lebih baik daripada sholat di mesjid dengan tujuan seperti diatas.

Lalu saya bertanya lagi, bagaimana caranya agar saya lebih mengenal Allah?  Lalu jawab beliau “itu mah relatif “, jika anda seorang anak kecil, maka jalan mengenal Allah dengan dengan sifat dua puluh atau dengan asma’ul husna, walaupun seluruh sifat dua puluh dan asma’ul husna itu, sesungguhnya perumpamaan yang sangat dangkal, ketika anda tahu bahwa Allah itu Maha Melihat, maka seluruh gambaran tentang penglihatan yang dimilikii Allah itu salah, seluruh gambaran yang anda bayangkan tentang sifat mendengarnya Allah itu salah….lah…lah. mendengar ini saya kaget, “kok bisa” Tanya saya. Ya iyalah….. bagaimana anda bisa menggam barkan sang Pencipta, jika hasil ciptaannya saja anda tidak bisa gambarkan, bahkan khayal mu saja tidak dapat menggambarkannya, demikian firman Tuhan pada hadist Qudsi, ketika menggambarkan kondisi syurga, demikian kata beliau, bahkan untuk menggambarkan beda manis pada buah mangga dan buah korma saja anda tidak memiliki cukup kata-kata agar dimengerti oleh lawan bicara anda, demikian beliau mengakhirinya jawabannya, saya jadi tertegun sendiri, beliau benar, kiyai relatif ini bicara dengan makna dan pengertian yang tak terbantahkan

Lalu saya bertanya lagi tentang hukumnya makan nasi, pertanyaan ini sesungguhnya hanya pertanyaan asal-asalan, karna merasa sangat kecil dihadapan beliau, sekali lagi beliau menjawab; “itu mah relatif “ jika anda lapar dan merasa tidak bertenaga karenanya, maka makan, saat itu, hukumnya wajib, kalau anda tambah sedikit lagi maka mubah, tetapi kalau anda  tambah lagi….tambah lagi hingga tidak bisa berdiri, bahkan muntah-muntah, maka hukumnya haram, hebat sekali jawabnya, kata saya dalam hati, lalu beliau menambahkan kembali, dan satu hal yang jarang diketahui orang, bahwa ternyata nasi itu lebih berbahaya dari pada rokok, bagaimana bisa Tanya saya pula, “tidak setiap perokok akan memperoleh sakit jantung atau paru-paru….tetapi setiap orang yang pernah makan nasi pasti mati”. Wah……??? Luar biasa ustadz ini, lalu kami pun menghabiskan kopi kami dan pada batang rokok terakhir, saya pun mohon diri untuk pulang.

Di tengah jalan, menuju rumah, dikegelapan malam itu, saya bergumam, semuanya relative, bahkan sesuatu yang saya tahu selama ini mutlak, ternyata juga relatif, semuanya tergantung pada ruang dimana kita berada dan waktu serta kondisi bagaimana ketika hal itu terjadi, lalu yang mutlak itu apa….??? Dialah ALLAH SWT……………………………wallahu’alam bish-shawab 

Read More..........

Kamis, 08 November 2012

Pengurus OKP Medan Sesalkan Kebijakan KNPI Sumut

Medan, (antarasumut) – Sejumlah pengurus organisasi kemasyarakat dan pemuda (OKP), 14 pimpinan kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) KOta Medan menyesalkan dan mengecam kebijakan KNPI Sumut yang tidak mengutus perwakilan dalam Musda KNPI Medan pada Senin (5/11).
Akibat tidak hadirnya utusan KNPI Sumut tersebut, kegiatan Musda KNPI Medan ke-12 yang dilaksanakan Medan Internasional Convention Centre (MICC) PTPN IV itu terpaksa ditunda.

Dalam siaran pers yang diterima di Medan, Selasa, pengurus OKP dan KNPI Medan yang menghadiri Musda tersebut menyatakan sikap KNPI Sumut itu sebagai bentuk pengingkaran terhadap demokrasi.
Selain itu, OKP yang terdiri dari Gakari , Kosgoro , Gerakan Pemuda Alwashliyah , Nasiyatul Aisyiah , Pemuda Katolik, KMI, dan GP Ansor Kota Medan Medan itu juga menyatakan KNPI Sumut tidak memberikan pendidikan politik dan moral yang baik bagi generasi muda.

Awalnya, seluruh OKP yang menjadi peserta Musda KNPI Medan tersebut mengaku nyaman dengan kegiatan itu karena dihadiri Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan Ketua KNPI Sumut Yasir Ridho Lubis.

Namun setelah pembukaan sidang pleno pertama berjalan dan dilakukan pembahasan pimpinan sidang, ternyata tidak ada seorang pun pengurus KNPI Sumut yang diutus untuk menjadi salah satu unsur pimpinan sidang .

Ketua KNPI Sumut Yasir Ridho Lubis yang dihubungi juga tidak memberikan solusi terhadap masalah itu sehingga Musda tersebut ricuh dan diputuskan untuk ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan .
Ketua Panitia Musda KNPI Medan Ruli Afandi mengungkapkan kekecewaannya atas sikap KNPI Sumut itu karena berujung penundaan Musda yang telah dirancang dengan baik.
Read More..........

KNPI BUKAN ORGANISASI LUCU LUCU (Catatan dari musda XII KNPI Medan yang tertunda)

Saat Deklarasi Pemuda Indonesia di gulirkan pada tahun 1973 disepakati bahwa KNPI sebagai satu-satunya wadah berhimpun organisasi kepemudaan guna melakukan berbagai hal positif bagi pembangunan, KNPI atau pemuda harus menjadi Part of Solution sehingga nantinya akan semakin sedikit persoalan yang melanda negeri ini yang berangkat dari kaum muda. Begitu besar ekspektasi kaum muda dalam mempersiapkan dirinya sendiri menyongsong masa depan yang mapan dan matang.

KNPI bertanggung jawab atas nama pemuda yang jumlahnya sepertiga penduduk Indonesia, seyogyanya KNPI memperkokoh nilai, idealisme dan karakter kaum muda, bukan malah mendorong tumbuhnya generasi "cengeng" yang memaksakan kehendaknya tanpa sebuah proses yang benar, organisasi ini bukanlah organisasi "interupsi" tetapi organisasi kader pemimpin masa depan. Pemimpin masa depan sebaiknya lahir dari sebuah proses yang wajar tanpa pemaksaan dan terkesan instan. Proses kompetisi organisasi secara kualitatif lebih dibutuhkan meskipun faktor kuantitatif juga diperlukan.

Ekspektasi bahwa KNPI menjadi representasi yang akan mengartikulasikan kepentingan pemuda, menjadi utopia semata. Jangankan kepentingan pemuda, yang terjadi KNPI malah berubah menjadi organisasi untuk mempertarungkan kepentingan politik tertentu. Agenda-agenda beraroma kenetingan parpol, lebih dominan ketimbang agenda untuk kepentingan kaum muda. Inilah perselingkuhan gaya baru, anatar anak muda dan penguasa formal maupun informal. Bahkan yang lebih dikhawatirkan KNPI tidak lagi menjadi rumah yang baik bagi anak muda karena orang-orang yang sudah udzur pun enggan meninggalkan KNPI, bukan karena semangat berkontribusi bagi bangsa akan tetapi karena merasa nyaman dengan prestise dan fasilitas mewah.

KNPI akhirnya menjadi kerdil karena hanya menjadi arena pertarungan yang tidak sehat, dan menyebabkan munculnya pemimpin-pemimpin instan yang tidak dibangun di atas integritas yang kredibel berdasarkan ujian-ujian implementatif di lapangan. Akhirnya kehilangan daya kritis dan idealisme kepemudaan, yang lebih parah lagi kehilangan etika terhadap orang lain.

Pertarungan yang tidak sehat dalam perhelatan musyawarah KNPI yang tidak menghandalkan program menjadi tontonan yang sangat sering terjadi, perdebatan proyeksi KNPI di masa mendatang menjadi tidak seksi, karena pertarungan kelompok yang memaksakan keinginan "YANG PENTING ORANG KAMI..!!" teriak mereka lantang sambil menutup mata bahwa yang mereka sebut "Orang Mereka" itu belumlah layak memimpin tugas besar KNPI.

Seorang aktivis pergerakan pemuda di Medan menyebutkan bahwa KNPI bukan organisasi lucu-lucu, hubungan garis keorganisasian secara vertikal bukanlah menunjukkan kekuasaan absolut jenjang diatasnya karena KNPI merupakan tempat berhimpunnya OKP-OKP yang berada secara horizontal (sejajar), bersifat plural, dengan karakter desentralisasi yang kuat. Dan jika ada "Ketua KNPI" yang merasa berkuasa penuh terhadap struktur dibawahnya, mengobok-obok kepentingan pemuda di jenjang bawah dalam berbagai forum musyawarah, maka sang ketua ini mesti dipertanyakan integritasnya sebagai kader KNPI, bahkan dipertanyakan kapabelitasnya untuk menjadi pemimpin masa depan. Seperti Musda KNPI Medan ini kata aktivitis pemuda itu "Sang Ketua hadir dalam pembukaan Musda, tetapi tidak mengirimkan mandat pesertanya...hehehe..lucu-lucu mau dibuatnya KNPI ini, padahal ada rambu-rambu konstitusi organisasi yang harus dipatuhinya.....kalau ketua KNPI ada yang tidak mematuhi konstitusi organisasinya maka patut dipertanyakan kadar kadernya".

Hmmmm........


Read More..........

KALENDER 2013


Read More..........

Kamis, 25 Oktober 2012

Pesantren Basis Pembinaan Generasi Islam

Tokoh masyarakat Sumatera Utara H Syah Affandin SH mengatakan, pondok pesantren merupakan basis utama pembentukan generasi Islam yang tepat. "Mendidik keislaman sejak dini dan pengawasan selama 24 jam tanpa henti, tempatnya ada di pondok pesantren yang mampu membuat kokohnya ilmu pengetahuan berciri akhlakul karimah generasi Islam," kata Syah Affandi ketika menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni dan Abituren Pondok Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (IKAPPAI) periode 2012-2015 di Hotel Grand Kanaya Medan.

Syah Affandin yang lebih akrab di sapa Ondin tersebut, mengakui alumini pondok pesantren At-Thoyyibah  memiliki kualitas dan diyakini akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Ondin juga menyatakan kekagumannya terhadap dua santri yang sengaja didatangkan utk memimpin acara menggunakan Bahasa Arab dan Inggris. “Saya banyak menghadiri sebuah acara yang secara kuantitas jauh lebih besar dari acara ini dan saya melihat acara alumni At-Thoyyibah ini penuh kualitas dan diyakini akan mendapatkan berkah dari Allah SWT,”sebutnya.

Ketua DPW PAN Sumut ini juga berikrar akan menyumbang lembu qurban di Pesantren At-Thoyyibah Indonesia. “Insya Allah akan dapat menjadi amal jariah bagi saya dan bermanfaat bagi santri yang berada jauh di Desa Pinang Lombang, utamanya anak-anak kita di sana dapat merayakan Idul Qurban dengan khusyuk," harapnya.

Pengurus Pusat Ikatan Alumni dan Abituren Pondok Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (IKAPPAI) periode 2012-2015 dilantik pimpinan ponpes tersebut, Buya Ir H Tamsil Lubis,  dirangkai dengan Muzakarah Zulhijjah “Menjadi Tamu Allah Sebenarnya (Haji dalam Perspektif Filosofis) oleh Al-Ustaz H Abdul Rahman Sofyan Lc MA (pendiri Syakira Islamic Centre).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan alumni serta undangan lainnya, diantaranya Ketua KNPI Medan Zulham Effendi Siregar, pengurus MUI Kota Medan,  Ketua GP Anshor Kota Medan Ibnu Hajar, Ketua DPD BKPRMI Medan Syafrizal Harahap, Bendahara Pemuda Islam Kota Medan Zufirzal, alumni pesantren Gontor di Kota Medan dan beberapa tokoh lainnya.

Ketua Umum PP IKAPPAI H Hendra Cipta SE menyatakan, potensi alumni PAI sangat baik dan diyakini mampu berkompetisi di tengah masyarakat. Sebab, Pesantren At-Thoyyibah Indonesia telah mempersiapkan bekal. "Untuk itu, di samping ilmu dan disiplin, kita telah dibekali untuk menguasai minimal dua bahasa asing,”kata Hendra.

Sementara, Buya Tamsil Lubis dalam tausiyahnya menyebut, alumni sebagai aset berharga almamater pendidikan. Karenanya forum alumni diharapkan dapat memberikan yang terbaik buat pesantren yang pernah mendidiknya dan bermanfaat bagi umat secara umum, menyusun program jangka pendek dan jangka panjang agar semua rencana dapat terukur dengan baik.

Pada kesempatan itu, Pengurus Pusat IKAPPAI menyerahkan penghargaan kepada alumni yang telah mendedikasikan diri lebih dari 20 tahun di pesantren. Yakni Al-Ustaz Budiman Munthe, Al-Ustaz Hadlin Yahmar, Al-Ustaz Burhanuddin AR yang diserahkan Ketua Dewan Pembina Al-Ustaz Drs H Nasrun Zakaria didampingi Ketua Umum IKAPPAI Hendra Cipta SE.  tanda kenangan juga diberikan kepada H Syah Affandin dan H Tamsil Lubis.(uj)
Read More..........

Selasa, 09 Oktober 2012

MPI DPD KNPI MEDAN : WALIKOTA MEDAN TIDAK RESPECT KEPADA PEMUDA

Dalam sebuah kesempatan silaturahim syawal dan halal bi halal pemuda di kota Medan pada bulan syawal tahun 1433 H atau tahun 2012 M yang lalu, sekretaris MPI DPD KNPI Medan H. Hendra Cipta, SE dalam kata sambutannya menyatakan bahwa pemuda merupakan stake holder pembangunan daerah di Kota Medan, peran kaum muda sangat strategis dalam mendukung seluruh program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah kota Medan,oleh karenanya sudah sewajarnya jika Walikota Medan memberikan ruang yang cukup bagi seluruh komponen pemuda di daerah ini.
Pemuda seyogyanya tidak hanya dijadikan bumper dan alat perjuangan dalam perebutan kepala daerah tetapi menjadi komunitas yang kuat di setiap moment sosial. Pemuda terkesan diacuhkan oleh Walikota Medan karena dalam beberapa kali kegiatan pemuda yang digagas oleh KNPI Medan sebagai wadah berhimpunnya para pemuda, sang Walikota ini tidak hadir.

"MPI DPD KNPI Medan mencatat bahwa sudah hampir 6 kali berturut-turut Walikota Medan tidak hadir dalam setiap perhelatan besar pemuda" kata Hendra dalam sambutannya.

Untuk itu kami berpesan kepada Bapak kadispora Medan untuk menyampaikan salam rindu dari elemen pemuda di Medan ini kepada Walikota Medan, Mohon disampaikan bahwa pemuda selalu ada dalam perhelatan demokrasi kita, tambah Hendra yang disambut riuhnya tepuk tangan para pemuda.
Read More..........

Senin, 10 September 2012

OLEH OLEH SILATURAHIM SYAWAL ALUMNI PONPES AT-THOYYIBAH

Ketika sebuah jembatan runtuh mengakibatkan terputusnya arus lalu lintas, macet antrian kenderaan disepanjang jalur itu, seorang politisi yg ada dilokasi menggerutu menyalahkan pengerjaan proyek jembatan yg diduga tdk sesuai dgn ketentuan, pasti ada penyalahgunaan anggaran pemerintah dan perlu diperiksa pimpinan proyek jembatan ini katanya. Lalu ada pula seorang ustaz/dai yg hanya bisa memperbanyak doanya, agar lalu lintas bisa cepat pulih, ada pula ekonom yg sangat menguasai teori ekonomi melihat keadaan macet panjang itu sambil menyusun planning untuk membuka kedai kedai kecil di sepanjang jalur, menjual minuman ringan, rokok ataupun makanan kecil, dlm fikirannya kerumunan ini sebuah peluang usaha yg bagus, lalu ada pula seniman yg juga resah melihat terputusnya jembatan tsb, ini bisa jadi inspirasi katanya, maka lahir lah beberapa bait puisi dan lagu darinya....tetapi jembatan tetaplah terputus..., lalu ada seorang lelaki berpakaian lusuh, kulitnya hitam akibat teriknya matahari, dia tdk tahu mslh anggaran, tdk cakap utk berdoa yg panjang, tak mengerti dgn peluang ekonomi, apalagi sampai hrs menciptakan puisi ataupun lagu.., dia ajak rekan rekannya utk membantu menebang pohon kelapa beberapa batang, lalu disusunnya batang batang kelapa itu diatas jembatan yg runtuh itu....tdk berapa lama secara perlahan tapi pasti, kenderaan bergerak maju melintasi sungai kecil itu..... INILAH POTRET HIDUP.. (alm H.Adenan lbs/pimp ponpes at-thoyyibah, disampaikan oleh ustaz Burhanuddin AR)

Pada minggu  09 september 2012, Ikatan Alumni Ponpes At-Thoyyibah Indonesia melaksanakan silaturahim syawal guna mempererat ukhuwah antar sesama alumni, momen ini juga dipergunakan untuk menata kembali keorganisasian IKAPPAI agar bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum, bagi para alumni, serta bagi ponpes tersebut.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah alumni yang tersebar dari seluruh daerah kabupaten/kota yang berada di Sumatera Utara.

Read More..........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...