Kamis, 25 Agustus 2016

18 Tahun PAN Mengabdi Untuk Negeri

23 Agustus merupakan hari bersejarah bagi seluruh kader Partai Amanat Nasional sebab pada tanggal tersebutlah lahirnya partai berlambang matahari itu dari rahim reformasi Indonesia. Satu satunya partai yang berdiri sebagai kado termanis gerakan reformasi yang menandai berakhir orde baru yang sentralistik dan tidak mengenal sistem multi partai. Mengapa dianggap sebagai kado termanis ? jawabannya adalah tidak lain oleh karena PAN didirikan oleh Sang Lokomotif Reformasi, Bapak Amien Rais.

18 Tahun PAN mengabdi dan bekerja untuk bangsa dengan penuh segala macam rintangan, tetapi itu tidaklah menyurutkan setiap derap langkah para kader untuk terus berjuang demi mewujudkan cita cita reformasi yang agung.

Dirgahayu 18 Tahun Matahari Negeriku
Partai Amanat Nasional
Read More..........

Senin, 13 Juni 2016

Muhammad Ali Bersyahadat di Atas Ring Tinju

Bagi penggemar tinju dunia, tentu tak asing dengan nama Muhammad Ali, mantan juara dunia kelas berat tiga kali. Di masanya, Ali terkenal sebagai seorang petinju yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya. Dan, ia pun dijuluki sebagai The Greatest (terbesar).

Sebab, dia mampu menaklukkan peitnju-petinju terbesar di zamannya, seperti George Foreman, Sony Liston, Joe Frazier, dan lainnya. Bahkan, pertarungannya melawan Foreman serta Joe Frazier menjadi pertarungan terbaik sepanjang abad ke-20. Dan, Ali pun juga dinobatkan sebagai seorang petinju terbesar di abad 20.

Nama sebagai 'Yang Terbesar' ini disematkan padanya sejak ia mengalahkan para petinju yang juga memiliki nama besar. Karena kemampuannya mengalahkan para petinju itu, ia pun menggunakan nama 'Yang Terbesar' (The Greatest) tersebut.

Ali juga dikenal sebagai petinju terbaik pada masanya. Ia pernah menjadi sebuah mesin pemukul yang sangat hebat hingga menimbulkan rasa takut pada lawannya. Sebelum berganti nama menjadi Muhammad Ali, ia bernama Cassius Marcellus Clay Junior. Hingga kini, namanya dianggap sebagai petinju terbaik yang pernah dimiliki publik Amerika Serikat dan orang kulit hitam.

Kesuksesannya merebut gelar juara dunia menempatkannya pada deretan atlet terbesar abad ke-20. Bahkan, gelar itu mengubah status pandangan masyarakat terhadap orang dan atlet kulit hitam. Keberhasilannya itu pun yang akhirnya mengangkat martabat para atlet kulit hitam ke tempat yang tinggi dengan penghormatan dan penerimaan yang baik dari masyarakat kulit putih dan hitam.

Ali dilahirkan pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Daerah yang dikenal dengan ayam goreng khasnya ini juga terkenal dengan perbedaan etnis yang kental. Ayahnya, Cassius Marcellus Clay Sr, adalah pelukis papan nama dan reklame. Ibunya, Odessa Grady Clay, seorang pembantu rumah tangga.

Sejak kecil, Clay sudah merasakan perbedaan perlakuan karena warna kulitnya yang cokelat. Barangkali, hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk belajar tinju agar bisa membalas perlakuan jahat teman-temannya yang berkulit putih. Ketika belum genap berusia 20 tahun, ia sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960.

Pada usia 22 tahun, ia merasa dilahirkan kembali ke dunia. Sebab, saat itulah, ia berganti nama dari Cassius Marcellus Clay Junior menjadi Muhammad Ali. Nama ini merupakan pemberian seorang tokoh Muslim dari Nation of Islam (NOI), Elijah Muhammad, tahun 1964.

Ketika itu, Elijah membuat sebuah pernyataan umum dalam suatu siaran radio dari Chicago, ''Nama Clay ini tidak menyiratkan arti ketuhanan. Saya harap dia akan menerima dipanggil dengan nama yang lebih baik. Muhammad Ali, nama yang akan saya berikan kepadanya selama dia beriman kepada Allah dan mengikuti saya.''

Selama tiga tahun sebelum pertarungannya untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas berat dengan Sonny Liston, Clay telah menghadiri pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh NOI. Kehadiran Ali diberitakan oleh koran Daily Nezus di Philadelphia pada September 1963. Pada Januari 1964, dia membuat sensasi besar dengan berbicara di sebuah rapat Muslim di New York.

Beberapa minggu kemudian, ayahnya mengatakan bahwa Clay telah bergabung dengan NOI. Kendati demikian, Clay belum memberikan pernyataan publik tentang keikutsertaannya dalam NOI. Tetapi, dia sibuk mempelajari Islam di bawah bimbingan Kapten Sam Saxon (sekarang Abdul Rahman) yang dijumpai Clay di Miami pada 1961.

Clay juga merenungkan ajaran-ajaran Elijah Muhammad dan membaca surat kabar yang diterbitkan NOI. Di samping itu, ia juga mencari bimbingan dan saran dari Malcolm X--tokoh NOI lainnya--yang dijumpainya di Detroit pada awal 1962.

Sebelum pertandingan Clay melawan Liston, Malcolm mengunjungi Clay sebagai pribadi, bukan sebagai wakil Elijah. Malcolm menganggap Clay sebagai adiknya dan menasihati dia. Nasihat Malcolm ini justru menjadi pemicu semangatnya untuk bertekad mengungguli Liston.

Walaupun merasa sangat takut menghadapi Liston, akhirnya Clay menang dalam pertandingan. Pertandingan tersebut berakhir sebelum bel ronde ketujuh berbunyi. Dengan kemenangan tersebut, dunia memiliki seorang juara baru di arena tinju.

Agama rasional
Kemenangan tersebut diyakininya merupakan 'waktu Allah'. Di antara tepuk riuh para pendukung dan kilatan-kilatan lampu kamera, Clay berdiri di depan jutaan penonton yang mengelilingi ring dan kamera TV. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengumumkan pergantian namanya menjadi Muhammad Ali Clay. ''Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia,'' ujarnya.

Ali mengungkapkan, kepindahannya ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Ia meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Menurutnya, Islam tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras. ''Semuanya sama di hadapan Allah SWT. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa.''

Ia membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Menurutnya, Islam lebih rasional. Karena, tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapi seperti ini. Hal tersebut dinilainya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi dan tidak akan memuaskan orang yang berakal dan mau berpikir.

Keyakinannya terhadap Islam makin bertambah manakala Ali membaca terjemahan Alquran. ''Aku bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak, yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Aku mencoba bergabung dengan komunitas Muslim dan aku mendapati mereka dengan perangai yang baik, toleransi, dan saling membimbing. Hal ini tidak aku dapatkan selama bergaul dengan orang-orang Nasrani yang hanya melihat warna kulitku dan bukan kepribadianku,'' paparnya.

Sejak saat itu, ia membelanjakan uangnya beberapa ratus ribu dolar untuk buku-buku dan pamflet-pamflet Islami supaya dapat memperkenalkan agama barunya. Dia percaya bahwa bukan hanya kaum Muslim, tetapi juga orang Kristen dan Yahudi yang takut pada Tuhan akan masuk surga.

Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Dia tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan. Dia hanya ingin menerima kehendak Allah SWT. Penyakitnya ini, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah.

Perjuangan Ali yang utama sekarang adalah mencoba menyenangkan Allah dalam segala hal yang diperbuatnya. Menguasai dunia tidak membawanya kepada kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan sejati, katanya, hanya didapatkan dengan menyembah Allah. Kini, dia termasuk orang-orang yang giat berdakwah di Amerika dan aktif mengampanyekan solidaritas dan persamaan hak. dia/sya/berbagai sumber



Ali Penganut Sufi

Dengan sikap yang tegar, kuat, dan penuh percaya diri, ternyata Muhammad Ali merupakan seorang penganut tasawuf (sufi) yang sangat baik. Putri Muhammad Ali yang bernama Hanna Yasmeen Ali, buah perkawinannya dengan Veronica Porche Ali, dalam sebuah wawancara dengan Beliefnet, mengungkapkan kehidupan dan spiritualitas Muhammad Ali.

Hanna mengatakan, ayahnya adalah orang yang sangat taat dalam menjalankan perintah agama. Bahkan, ia tak segan-segan untuk bersikap keras dan tegas terhadap anggota keluarganya yang tidak mau menjalankan perintah Allah. Sikap ini dibuktikan Ali dengan menceraikan istrinya yang pertama, Sonji Roi, pada tahun 1966. Karena, menurut Ali, istrinya tersebut tidak menunjukkan sikap sebagai seorang Muslim.

Hanna menambahkan, ayahnya tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu. ''Sesibuk apa pun, ayah akan senantiasa mengerjakan shalat lima waktu,'' ujar Hanna.Bahkan, Ali juga senantiasa berupaya melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid. ''Walaupun jaraknya membutuhkan waktu hingga 20 menit perjalanan, ayah akan selalu berupaya pergi ke masjid. Namun, ketika penyakit parkinson menghinggapi, ayah memang sekarang jarang ke masjid,'' jelas Hanna.

Hanna menambahkan, ayahnya juga seorang penganut sufi yang taat. Ali punya koleksi buku tasawuf karya Hazrat Inayat Khan, seorang guru sufi. ''Spiritualitas ayah saya sangat tinggi. Dari sikapnya yang sangat religius itu, ia praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, menyayangi sesama, melakukan kegiatan sosial, dan mendorong banyak orang untuk senantiasa rajin mendekatkan diri kepada Tuhan,'' terangnya.

Ketika terjadi peristiwa 11 September 2001 akibat serangan teroris terhadap dua menara kembar World Trade Center (WTC) hingga memunculkan tuduhan terhadap Islam sebagai agama teroris, Ali pun tampil ke publik dan menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan oknum dan bukan Islam. Ia menyatakan, aksi tersebut merupakan perbuatan orang-orang yang keliru dalam memahami Islam secara benar. ''Islam adalah agama yang damai dan cinta akan kedamaian,'' terangnya
Read More..........

Rabu, 17 Februari 2016

PAN Sergai Gelar Musda Ke IV

Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Ke- IV dengan thema "Berpolitik Tanpa Gaduh", yang diselenggarakan di Aula Theme Park Pantai Cermin, Selasa (19/1/2016).

Hadir, Ketua DPW PAN Sumut Zulkifli Husein SE diwakili Sekretaris DPW PAN Sumut, Ir. Yahdi Khoir Harahap, Wakil Ketua DPW PAN. ZulBahri, Muhammad Fauzan Hamdi, Bapilu H. Hendra Cipta, unsur pengurus DPD PAN Sergai, unsur pengurus Cabang dan Ranting se- Sergai, Penjabat Bupati Sergai, Ir. H. Alwin Sitorus diwakilli oleh Assisten II Hadi Winarno, unsur FKPD Sergai, Ketua MUI, H. Lukman Yahya, Ketua dan Sekretaris Parpol, PKB, Demorat, Golkar, PDIP,PKS, undangan dan pers.

Musda dibuka oleh Ketua DPW PAN, Zulkifli Husein SE diwakili oleh Sekretaris Ir. Yahdi Khoir Harahap. Dalam sambutannya, Sekjen PAN Sumut mengatakan Kabupaten Sergai merupakan wilayah strategis bagi PAN Sumut sebab merupakan barometer dan tolak ukur bazis suara bagi PAN Sumut. Untuk itu beliau berharap dengan digelarnya MUSDA ke IV ini dapat menghasilkan yang terbaik bagi keberadan DPD PAN Kabupaten Sergai.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Periode 2010 - 2015, Ir. H. Soekirman menyampaikan bahwa dalam masa kepengurusannya PAN Sergai telah berhasil menciptakan tiga program yang disebut Tri Sukses yaitu Sukses Administrasi, Sukses Program dan Sukses Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014). 

Disampaikan Ir Soekirman, Sukses Administrasi dibuktikan dengan tertib keuangan dan organisasi, sukses program dibuktikan dengan program Patnership yang dibangun yaitu Perkumpulan Matahari Desa (PMD), dengan terbentuknya Kelompok Petani Bawang Merah di Kabupaetn Sergai. Sedangkan Sukses Pileg 2014 DPD PAN Sergai berhasil meraih 156.000 suara dan 7 kursi di DPRD termasuk merebut posisi Ketua serta berhasil masuk pada tiga besar peraih suara di Sergai.

Oleh karenanya, mantan Bupati Sergai tersebut berharap dengan capaian yang tlah diperoleh pada masa kepemimpinan 2010 - 2015 dapat ditingkatkan lagi oleh unsur kepengurusan baru yang terpilih nanti dari hasil Musda ke IV tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia MUSDA IV DPD PAN Sergai, Yudi SH dalam laporannya menyampikan bahwa peserta yang hadir pada MUSDA tersebut sebanyak 254 orang terdiri dari Ranting, Cabang dan DPW. Yudi berharap apapun hasil dari MUSDA tersebut hendaknya dapat didukung demi keberlangsungan program PAN ke depan.

Gagal Memilih Ketua

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ke IV periode 2015-2020 yang digelar, Selasa (19/1/2016) di aula Theme Park Pantai Cermin Desa Pantai Cermin gagal memilih Ketua Formatur. 

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN, pemilihan Ketua Formatur DPD PAN Sergai diambil alih oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Utara (Sumut). Musda ke IV PAN Sergai dipimpin Ketua Stearing Commite (SC), Suhandi SP, H.Hendra Cipta, Edwin, A.Fauzan dan Khairul Siregar dengan peserta Musda 254 peserta dari unsur DPW PAN Sumut, DPD PAN Sergai, MPPD Sergai, DPC PAN se Sergai dan Ranting PAN se Sergai. 

Pimpinan Sidang membacakan SK DPW PAN Sumut tentang rekomondasi anggota Formatur DPD PAN Sergai yakni H.Soekirman, Drs.H.Sayutinur MPd, Ridwan Sitorus SE, sedangkan satu anggota formatur dari DPW PAN Sumut ditetapkan Ketua Bapilu, H.Hendra Cipta SE. Kemudian Pimpinan sidang memberikan waktu 10 menit kepada kelima anggota formatur untuk menggelar rapat guna menentukan Ketua Formatur yang sekaligus Ketua DPD PAN Sergai terpilih, namun hingga diberi tambahan waktu oleh Pimpinan Sidang belum juga menghasilkan putusan. 

Akhirnya  H.Hendra Cipta mewakili anggota Formatur menyampaikan  kepada peserta Musda bahwa rapat formatur untuk menentukan Ketua Formatur tidak menghasilkan keputusan, berdasarkan AD/ART PAN maka pemilihan Ketua Formatur akan ditetapkan DPW PAN Sumut
Read More..........

Lagi, Hendra Cipta Pimpin PB IKAPPAI 2015-2019

Ikatan Alumni dan Abituren PonPes At-Thoyyibah Indonesia (IKAPPAI), menggelar silaturahim akbar dan Musyawarah Besar, Minggu, 13 September 2015 di Hotel Garuda Citra Jalan Sisingamangaraja, Medan. 
Silaturahim yang berlangsung akrab dan kekeluargaan tersebut, dihadiri ratusan alumni Ponpes At-Thoyyibah, diantaranya H. Indra Suardi, Lc,MA, H.Riswanto Wage,Lc, Ahmad Sugeng, S.sos, Sarbini Tanjung, S.Kom, Syahbudi Abdi, MA, Ahmad Khairuddin, MPd, Dr. Rusdi, Suheri Alvian, Rudi Syahputra, Taufik Dalimunthe dan lainnya.
Dalam silaturahim akbar dan musyawarah besar (Mubes) IKAPPAI, juga menghasilkan dengan diberikannya kembali amanah kepada H. Hendra Cipta, SE menjadi Ketua Umum PB IKAPPAI periode 2015-2019. Selain itu, Ketua Harian Welly Susanto, Sekretaris Umum Nurman Ginting dan Bendahara Umum, Santi Octaventi.
Untuk diketahui, Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (PAI) adalah pesantren tertua di Sumatera Utara, berlokasi di Desa Pinang Lombang Labuhanbatu Utara, yang didirikan pada 5 Februari 1974 dan merupakan pesantren unggulan, ketika Kota Medan belum ada pesantren, maka pilihan pada saat itu hanya ada beberapa pesantren, diantaranya Musthafawiyyah/Pesantren Purba dan Pesantren At-Thoyyibah/Pesantren Pinang Lombang.
Al-Ustazd Nasrun Zakaria selaku Ketua Dewan Pembina IKAPPAI didampingi Ustazd Abdul Rahman Sofyan,Lc,MA menuturkan, bahwa IKAPPAI sebagai sarana perajut persaudaraan dan perekat Ukhuwah Islamiyah bagi sesama alumni yang banyak tersebar di Sumatera Utara, Aceh hingga Jakarta.
“IKAPPAI harus mampu menjadi fasilitator alumni untuk terus berkomunikasi melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat rutinitas, seperti pengajian bulanan dan lainnya, dan tentunya seluruh alumni dimulai dari angkatan pertama hingga saat ini, dapat memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan organisasi ini,” kata Al-Ustazd Nasrun Zakaria.
Sementara itu, Dra.Hj.Yurisna Tanjung, selaku alumni ponpes At-Thoyyibah tahun 1987 yang juga Dosen di UMSU berharap, semoga IKAPPAI dimasa mendatang bisa lebih baik dan lebih berperan dalam memberi kematangan sumber daya alumni Ponpes At-Thoyyibah khususnya bagi alumninya
Read More..........

Sayutinur Ketua DPD PAN Sergai

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Sumatera Utara menetapkan Drs H Sayutinur MPd menjadi Ketua Formatur sekaligus Ketua DPD PAN Serdang Bedagai periode 2015-2020.
Ketua DPW PAN Sumatera utara melalui Ketua Bagian Pemilih Umum, H Hendra Cipta SE ketika dihubungi wartawan, Minggu (24/1) membenarkan rapat pleno penetapan Drs H Sayutinur MPd yang digelar melalui rapat harian pengurus DPW PAN Sumut dipimpin Ketua DPW PAN Zulkifli Husein SE diwakili Sekretaris Umum Ir H Yahdi Khoir Harahap,Jumat (22/1)  malam di kantor partai.
"Keputusan rapat pleno menetapkan Drs H Sayutinur MPd menjadi Ketua DPD PAN Sergai periode 2015-2020 yang juga Ketua Formatur, selanjutnya untuk komposisi pengurus harian , sekretaris dan bendahara serta MPPD serta pengurus harian lainnya akan disusun Ketua Formatur bersama 4 Anggota Formatur yakni Drs H Sayutinur MPd, H Hendra Cipta, Ridwan Sitorus SE, H Soekirman dan H Syahlan Siregar ST dalam waktu dekat ini,” jelas Hendra Cipta.
Ditambahkan pleno DPW digelar sehubungan Anggota Formatur DPD PAN Sergai yang menggelar rapat untuk menentukan Ketua Formatur pada Musda PAN Sergai IV, Selasa (19/1) lalu di aula Theme Park Pantai Cermin gagal memilih Ketua.
Berdasarkan aturan partai maka penetapan Ketua Formatur diambil alih atau diserahkan ke DPW PAN Sumut.
Dengan ditetapkannya Drsd H Sayutinur MPd sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua DPD PAN Sergai diharapkan PAN Sergai kedepannya akan semakin lebih baik, semakin solid dan kompak, sehingga pencapaian target hasil perolehan suara PAN pada Pemilu dan Legislatif 2019 akan lebih meningkat, tambah Hendra Cipta
Read More..........

Selasa, 22 September 2015

PAN Gabung Pemerintah Jokowi, Ini Pidato Lengkap Amien Rais

Konferensi Pers
“Supaya Indonesia Tidak Runtuh”
Yogyakarta, 3 September 2015
Supaya Indonesia Tidak Runtuh
M. Amien Rais
Hakekatnya ada dua bangunan yang paling penting bagi setiap negara, yaitu bangunan ekonomi dan bangunan politik. Bila kedua bangunan itu kuat dan tangguh, negara menjadi kuat dan kenyal menghadapi setiap tantangan yang ingin menghancurkan negara, baik dari kekuatan internal maupun eksternal.
Namun bila bangunan ekonomi goyah dan akhirnya hancur, negara bisa mengalami dua kemungkinan: Pertama, bila bangunan politik ikut retak dan tidak solid, negara bisa ikut runtuh bahkan lenyap dan hilang dari peta dunia.
Kedua, bila bangunan politik cukup padu dan tangguh, kehancuran ekonomi tidak perlu merobohkan negara, karena kesatu-padu politik nasional dari bangsa dan negara akan mampu memikul bersama dampak sosial-politik keruntuhan ekonomi tersebut. Kita tidak boleh dihinggapi penyakit self-complacency, alias berpuas diri, berleha-leha seolah kita tidak mengalami situasi kritis, terutama masalah ekonomi
yang sekarang semakin terpuruk.
Kita tidak boleh bersikap seperti burung unta yang melihat bahaya, dengan menyurukkan dalam-dalam kepalanya ke dalam pasir, sambil berharap bahaya akan hilang sendiri bersama dengan perjalanan waktu.
Sebagian menteri dan pemimpin nasional kita rasanya sudah kehilangan kewaskitaan ketika menganggap ekonomi kita masih OK, fundamental ekonomi cukup kuat, cadangan dollar Indonesia masih cukup untuk meladeni perang mata uang (currency war). Dengan menggenjot pajak dan mencairkan sisa APBN yang masih 72 persen pada kuartal terakhir 2015, ekonomi kita akan meroket mulai September dan benar-benar kita rasakan meroket pada Desember nanti.
Semoga demikian, 

namun marilah kita belajar dari keruntuhan Uni Soviet dan Yugoslavia. Uni Soviet (lengkapnya USSR) yang pernah dijuluki sebagai negara adi daya, adi kuasa, super power bersama Amerika Serikat, didirikan pada 1922. US meliputi 11 republik Soviet, yaitu Ukraina, Federasi Russia, Belarusia, Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirghgistan, Moldova, Turkmenistan, Tajikistan dan Uzbekistan.
Enampuluh sembilan tahun kemudian pada 1991, USSR bubar, sekali dan untuk selamanya. Dunia tidak percaya Uni Soviet akhirnya bubar. Dinas Intelejen Soviet (KGB), termasuk terbaik di dunia, PKUS (Partai Komunis Uni Soviet) partai yang paling rapih, monolitik dan sangat hierarkis dan sistematik. Tentara merah Rusia, tentara yang begitu legendaris dan kontrol media massa bersifat absolut, namun sekali lagi, Uni Soviet akhirnya bubar. Sudah terkubur di rawa-rawa sejarah.
Pembaharuan Uni Soviet oleh Mikhail Gorbachev dengan 3 simbol perubahan, yaitu glasnost (keterbukaan), perestroika (restrukturisasi ekonomi) dan demokratizatsiya (demokratisasi politik) tidak dapat menolong Soviet dari
kehancurannya.
Idem ditto, Yugoslavia. Negara ini didirikan pada 1945 dengan dukungan 6 republik, yaitu Bosnia-Hercegoviena, Croatia, Macedonia, Montenegro, Serbia, dan Slovania. Di Eropa Timur, Yugoslavia merupakan negara yang paling kuat dan paling maju, dibandingkan dengan Hongaria, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia dan lain-lain.
Namun pada 1991-1992 Yugoslavia mengalami proses disintegrasi, semua republik pendukungnya sudah lepas dan Yugoslavia tinggal kenangan masa lalu. Negara yang pernah tenar dibawah Joseph Tito ini sudah terbenam dalam rawa-rawa sejarah juga.
Mengapa Uni Soviet dan Yugoslavia hancur dan bubar? Ada 5 sebab utama: Pertama, menjelang kebangkrutan dua negara itu, masing-masing ekonominya mengalami kegagalan. Rakyat di kedua negara itu merasa hanya jadi alas kaki para pemimpinnya, yang rata-rata hanya pandai menebar janji muluk dengan slogan-slogan menarik.
Rakyat perlu roti dan keju, bukan janji kosong dan harapan palsu. Kedua, para pemimpin terlibat konflik untuk perkara-perkara yang semuanya bersifat pragmatis, bahkan menjurus ke kepentingan hedonistik. Penguasa di kedua negara itu secara sadar berusaha memecah-belah lawan-lawan politiknya, karena meyakini dengan politik pecah belah itu pemerintah menjadi kuat.
Ketiga, rata-rata pemimpin nasional di kedua negara itu tidak kompeten dan dihinggapi gejala puas diri dan percaya diri yang berlebihan. Bila ketidakkompetenan, rasa puas diri dan percaya diri berlebihan bergabung dalam diri pemimpin, maka harapan perubahan dan perbaikan menjadi makin jauh dari kenyataan.
Keempat, pertikaian antar-etnik sangat marak di tahun-tahun menjelang bubarnya Soviet dan Yugoslavia. Seluruh republik Soviet non-Rusia meminta lepas dari Moskow dan seluruh republik di Yugoslavia kecuali Serbia menuntut merdeka dari Beograd.
Kelima, ada kekuatan global yang ingin melihat kehancuran dua negara tersebut, terutama kehancuran Soviet. Waktu itu secara resmi Ronald Reagan ingin menghancurkan Uni Soviet sebagai evil empire atau imperialisme jahat. Bung Karno pernah mengajarkan pada bangsa Indonesia, bahwa “a nation divided against itself cannot stand”. Satu bangsa yang pecah kedalam tidak dapat tegak berdiri. Singkat kata, USSR dan Yugoslavia yang nampak perkasa itu akhirnya
ambruk karena mereka pecah ke dalam.
Bagaimana dengan Indonesia? Kita perlu mengambil pelajaran dari bangsa lain. Bila kita jujur, NKRI mengalami semacam kerapuhan politik. Negara kepualauan yang begitu besar dengan keragaman agama, ras, dan etnik serta tradisi yang berlainan memerlukan usaha tanpa henti agar bhineka tunggal ika itu benarbenar menjadi realitas kehidupan bangsa. Disamping itu terlihat bangsa Indonesia sekarang tidak peka lagi dengan langkah-langkah kekuatan eksternal yang berusaha melemahkan Indonesia.
Ada kesan kuat bahwa pemerintah sekarang ini membungkuk di hadapan kekuatan asing. Sebentar lagi jutaan pekerja asing akan membanjiri Indonesia, sementara sekarang ini perbankan, pertambangan, pertanian, perkebunan, kehutanan dan berbagai sektor ekonomi modern sudah didominasi oleh kekuatan asing.
Bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan menjadi penonton yang lapar ketika kekuatan-kekuatan ekonomi asing menggasak kedaulatan politik dan ekonomi kita secara habis-habisan. Mudah-mudahan saya keliru, tetapi proses asingisasi di berbagai semua sektor ekonomi modern sudah menjadi rahasia umum. Salah satu contoh telak adalah 78% tanah di DKI dimiliki oleh kelompok tertentu yang punya jalinan kuat dengan kekuatan asing.
Memang benar, pemerintah sekarang mewarisi kondisi ekonomi yang tidak ideal dari pemerintah masa lalu. Tetapi sayang, bukannya melakukan koreksi yang sangat diperlukan, pemerintah sekarang malah memperparah keadaan, dengan jalan mempermudah masuknya sebuah kekuatan global yang teramat jelas ingin mendiktekan dan menguasai ekonomi nasional.
Sebaiknya kita meningkatkan kewaspadaan nasional kita. Bila bangunan ekonomi kita terus didera dengan anjloknya rupiah; PHK yang makin luas; dan akhirnya sampai pada tahapan krisis yang dapat memicu gejolak sosial yang bersifat masif ditambah dengan semakin menguatnya aspirasi separatisme yang latent di sebagian tubuh bangsa Indonesia, maka kebutuhan kita untuk menghindari perpecahan politik menjadi mutlak.
Mutlak. Seandainya ekonomi kita terus bergerak downward spiral dan ikut berlomba jatuh ke jurang (race to the bottom), keperluan kita sebagai bangsa untuk bersatu-padu dan melupakan hal-hal yang sifatnya sepele dan remeh-temeh tentu tidak dapat ditunda.
Untuk itulah saya mengusulkan sebuah langkah politik yang kiranya dapat memperkuat eksistensi kita sebagai bangsa, tatkala rakyat makin resah dan tidak sabar menderita kesulitan ekonomi yang makin mencekik.
Saya usulkan agar seluruh kekuatan politik, dalam menghadapi krisis ekonomi, melakukan sharing of power dan sharing of responsibility. Biasanya orang cenderung hanya ingin berbagi kekuasaan, tetapi tidak bersedia berbagi tanggung jawab.
Sudah tinggi saatnya Pak Jokowi sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan panglima tertinggi mengundang seluruh kekuatan bangsa mencari solusi bersama. Lebih penting dari itu adalah komitmen bersama bahwa NKRI tidak boleh lemah, apalagi ambruk gara-gara kehancuran ekonomi nasional.
Lakukanlah pertemuan bersama antara: 1) seluruh ketua lembaga tinggi negara; 2) pimpinan TNI dan Polri; 3) ketua-ketua umum partai politik; 4) unsurunsur yang mewakili agama-agama di Indoneisa, semisal MUI, Muhammadiyah, NU dari kalangan Islam, PGI (umat kristen), Konferensi Wali Gereja Indonesia (umat
Katolik), perwakilan umat Budha, Hindu dan Konghucu; 5) berbagai tokoh bangsa; 6) wakil-wakil kampus trekemuka; 7) wakil-wakil pengusaha; 8) beberapa pemred terkemuka, 9) wakil-wakil NGO/LSM terkemuka; dan lain-lain.
Elemen-elemen wakil bangsa itu perlu memiliki kesamaan pandangan tentang krisis yang sedang kita hadapi. Mungkin diperlukan beberapa hari untuk mengambil sikap yang sama dan komitmen bersama menghadapi tantangan apapun yang akan datang baik dari dalam maupun luarnegri. Pertemuan kebangsaan itu dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden.
Kita sedang menghadapi perubahan-perubahan yang cepat di panggung internasional. Lihatlah Iraq sudah hancur. Suriah sedang menuju kehancuran. Afghanistan sudah lebih dahulu hancur. Libia kini tidak lagi punya masa depan. Yaman sudah hancur, Sudan sudah pecah jadi dua dan keduanya sama-sama tidak berhasil; Mesir bermasa depan makin gelap, dan seterusnya.
Kita dikejutkan dengan perpecahan masyarakat Melayu di Malaysia. Tokoh-tokoh Melayu, sebesar Mahatir Muhammad, Anwar Ibrahim dan Nadjib bertarung habis-habisan, sementara Ustadz Hadi Awang dengan PAS nya menjadi kelompok
lain yang berbeda haluan. Tidak tertutup kemungkinan ada kekuatan lain yang akan memegang kendali politik dan ekonomi di Malaysia nanti, bila kekuatan politik Melayu sudah hancur.
Nah, pertemuan Ketum PAN dan Jokowi harus diletakkan dalam perspektif ini. Kalau pertemuan itu hanya langkah awal dari apa yang saya harapkan, yaitu memadu kekuatan politik bangsa untuk menghadapi krisis ekonomi yang sedang kita
hadapi, tentu harus kita syukuri.
Tetapi kalau hanya berhenti sekedar membujuk PAN masuk ke pemerintahan dengan perhitungan remeh-temeh agar jumlah kursi pemerintah di parlemen menjadi lebih besar dari oposisi dan PAN dikasih imbalan dua atau tiga kursi kabinet maka hakekatnya sedang ada usaha pecah belah kekuatan politik yang mengindikasikan panggung politik lebih runyam dan gaduh.
Bila Golkar berhasil dipecah, PPP berhasil diadudomba maka rangkulan pemerintah pada PAN bisa menjadi rangkulan maut. Sejak dahulu Ketum PAN sudah menegaskan bahwa berjuang di luar pemerintahan sebagai kekuatan oposisi yang rasional,etis dan bertanggungjawab juga cukup mulia, semulia mereka yang berada dalam pemerintahan.
Kita masih menunggu perkembangan dalam beberapa hari ini, apakah langkah awal itu akan bermuara pada koalisi nasioal yang benar-benar bekerja untuk kepentingan bangsa ataukah hanya manuver politik yang tidak terlalu bermakna. Reshuffle jilid satu tidak berdampak apa apa. Jangan-jangan reshuffle kedua, kalau hanya tambal sulam, dan tidak diletakkan dalam perspektif jangka panjang, bisa berakibat lebih buruk lagi.
Karena itu resep saya cuma satu: semua elemen bangsa duduk bersama, dalam suasana saling percaya, dengan satu tujuan: andaikata downward spiral ekonomi Indonesia terpaksa harus terjadi, bangunan politik nasional (persatuan dan kesatuan bangsa) tidak pernah boleh goyah. Kalau yang memimpin pertemuan kebangsaan itu langsung oleh Presiden dan wakil presiden sendiri, tentu tidak ada yang perlu kita curigai.
M. Amien Rais
Read More..........

Fraksi PAN, Mulfachri Hrp: Tak Tepat Sekarang Bahas Kenaikan Tunjangan DPR


Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional di Dewan Perwakilan Rakyat Mulfachri Harahap mengatakan kenaikan tunjangan anggota dewan merupakan hal yang tidak tepat dibahas saat kondisi ekonomi sedang sulit.

"Saya kira tidak tepat, di mana disaat kondisi ekonomi sedang sulit dan masyarakat kebanyakan mengalami tekanan," kata Mulfachri, Jumat (18/9).

Wakil Ketua Komisi III itu menilai dengan kenaikan tunjangan ini, anggota dewan seolah menunjukan sikap yang tidak berempati dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, keputusan kenaikan tunjangan ini dalam tataran wacana saja sudah tidak tepat, apalagi jika nanti dilaksanakan.

Mulfachri menyebut mengetahui perihal kenaikan tunjangan anggota dewan dari media. Mulfahri juga mengaku tidak mengetahui siapa yang menjadi inisiator kenaikan tunjangan ini. Namun, ia menyebut masih terbuka kemungkinan jika keputusan itu bisa digugurkan atau dibatalkan dalam proses pembahasan anggaran.

Meski demikian, Mulfachri tidak secara tegas mengatakan bahwa Fraksi PAN menolak terhadap kenaikan tunjangan anggota dewan. Dia hanya menyebut kondisi saat ini tidak tepat jika membicarakan hal tersebut.

"Bukan menolak, jangan bicara menolak. Saya menganggap tidak patut, tidak tepat membicarakannya sekarang," ucap Mulfahri.

Kenaikan tunjangan anggota dewan, disebut Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Johnny G Plate sebagai usulan dari Sekretariat Jenderal DPR. Namun, hal ini dibantah langsung oleh Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti yang mengatakan usulan tersebut muncul dari beberapa rapat sekretariat jenderal DPR dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. 

"Kalau ditanya inisiatornya, kami enggak tahu kan sahut menyaut dalam rapat," ucap Win, Kamis (17/9).

Sedangkan Wakil Ketua BURT Dimyati Natakusumah mengklaim kenaikan tunjangan anggota dewan sudah lama diajukan dan disepakati, termasuk partainya PPP.

Ia enggan menyebutkan siapa yang pertama kali mengusulkan kenaikan tunjangan. Sebab, baginya semua anggota pasti menginginkan ada kenaikan tunjangan.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/politik/20150918163722-32-79622/fraksi-pan-tak-tepat-sekarang-bahas-kenaikan-tunjangan-dpr/
Read More..........

Senin, 21 September 2015

Deretan Aksi "Kepret" Rizal Ramli

Pada awal pekan kemarin Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli cukup terkejut lantaran PT Pelindo II (Persero) memasang iklan tentang proyek perluasan Pelabuhan Tanjung Priok atau New Priok secara besar-besaran di dua media cetak nasional yang memenuhi empat halaman dengan nilai ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Yang lebih membuat Pendekar Rajawali Kepret ini keki, lantaran iklan New Priok tersebut muncul tidak lama setelah dia menghancurkan beton yang menutupi rel kereta di Tanjung Priok. Dia pun menuding Dirut Pelindo II RJ Lino menantang kepiawaiannya dengan cara mengadu anggaran.
Oleh karena itu, dia menyebut aksi Lino tidak mendidik bagi masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan masalah yang ada di antara pejabat negara. Untuk itu, dia lebih memilih mundur, ketimbang harus memasang iklan besar di media besar. "Saya enggak mau ladenin begituan, norak," ungkap Rizal kala itu.
Menanggapi silat lidah yang dilakukan Pendekar Rajawali Kepret tersebut, RJ Lino pun angkat bicara. Menurutnya, yang dilontarkan oleh Rizal Ramli adalah hal yang menyesatkan.
Selain melakukan pertarungan dengan Lino, Rizal Ramli juga mencecar para pengusaha yang mengaku punya beking pejabat. Dia menyebutkan, aksi korupsi yang kerap terjadi di Indonesia adalah ketika bapaknya seorang pejabat dan anaknya seorang pengusaha.
Rizal Ramli Sambangi Megawati

Tidak berhenti sampai di situ, dia pun menuding utang syarat dengan kepentingan, lantaran selama ini Indonesia bisa mendapatkan utang dengan syarat pembuatan Undang-Undang. Dia mengatakan, demi mendapat utang Indonesia harus menuruti keinginan dari negara atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman.
Mirisnya, UU tersebut sengaja di-setting untuk memberikan untung pada pihak asing. UU-nya sendiri, kata Rizal Ramli, memiliki pasal-pasal yang aneh bin ajaib. Salah satunya Indonesia tidak boleh menggunakan gas lebih dari 20 persen.
Meski melakukan berbagai aksi di luar kebiasaan pejabat, namun Rizal mengatakan hal ini tidak dilakukan untuk mencari sensasi. Menurutnya, alasan dia mengeluarkan jurus andalannya tersebut lantaran permasalahan di Indonesia sudah terlalu rumit. Oleh sebab itu, tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara yang biasa.
Dia menilai, Indonesia memerlukan pendekatan out of the box, pendekatan yang tidak lazim ini dinilai akan membawa perubahan bagi Indonesia. Pasalnya, saat ini pejabat di Indonesia sudah terlalu nyaman dengan posisinya. "Makanya kami gunakan angin dari luar, kenceng keinginan dari luar ngepret yang di dalam (pejabat KKN)," katanya.
sumber : http://economy.okezone.com/read/2015/09/19/320/1217217/deretan-aksi-kepret-rizal-ramli-sepekan-kemarin
Read More..........

KISAH KAKEK DAN PENCURI PEPAYA

Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

kisah inspirasi kakek dan pencuri pepaya
Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.
Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta."


Kisah inspirasi diatas dikutip dari khutbah yang ditulis oleh ustadz Saiful Amien. Diambil darihttp://malang.muhammadiyah.or.id/muhfile/malang/file/artikel/Mengakhlaqkan%20Cara%20Pandang.doc Gambar pohon pepaya dari http://mahaguru58.multiply.com/journal 
Read More..........

JAWABAN ELEGAN TUKANG BAKSO

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita รข€“ cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso". 

diposkan oleh syaskastupnya di kaskus http://livebeta.kaskus.co.id/post/000000000000000460001231#post000000000000000460001231
gambar dari http://agsfood.blogspot.com/2008/09/bakso-tenis.html
Read More..........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...